KOM 2018 & Gerbong baru.

Cerita singkat Lokakarya Kick off Meeting Program PPSP Nasional 2018

Bukan hanya alasan kemacetan saja jikalau pergi rapat atau acara lain ke Jakarta menggunakan transportasi Kereta api tetapi banyak benefit dan hikmah lain yang bisa didapatkan. Percaya khan?

Pertama bisa beristirahat apalagi buat yang tukang molor, cocok bingit, kedua menambah silaturahmi dengan berkenalan ke penumpang samping kanan kiri. Ketiga bisa menulis blog, ini mah buat yang seneng aja. Tapi sekarang tuh jamannya diary online, dari pada ngirim or broadcast tulisan orang lain mendingan share link blog sendiri. Karena tulisan orang lain bisa saja hoax, wajib tabayyun dulu (cek and ricek).

Keempat, bisa ngecash smartphone juga karena semua kelas gerbong dijamin masing-masung dapet colokan. Serta terakhir, bebas macet.

Apalagi klo dapetnya KA Gerbong Priority dijamin perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. KA Gerbong Priority apa itu?.. klik aja DISiNI.

***

Photo : Peserta teraktif sedang berbicara / dokpri.

Dari Stasiun Gambir ke Lokasi acara Lokakarya Kick off Meeting (KOM) Program PPSP Nasional 2018 di Hotel Aryaduta Tugu Tani bisa sambil olahraga jalan kaki. Keluar area stasiun gambir dan naik Jembatan Penyebrangan, turun dan berjalan sekitar 800 meter, belok kiri bangunan ke empat adalah lokasi lokakarya. Bisa sedikit olahraga sambil bekerja.

Tiba di tempat acara tepat waktu, isi absensi, dan diberi goodybag berisi bahan-bahan rapat trus cari meja dech. Ternyata Pokja Sanitasi Jabar hadir cukup lengkap, Setda-Bappeda-DisPerkim-Satker PSPLP. Alhamdulillah.

Nah… dengerin ceramah dan baca bahan sambil guyam gayem snack coffee break.…. gini ceritanya, Hingga akhir 2017 terdapat 485 kabupaten/kota di 34 provinsi yang telah memiliki dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota sebagai portofolio pembangunan sanitasi daerah, yang perlu didorong implementasinya meliputi 3 aspek penting yaitu : Regulasi, Kelembagaan dan Pendanaan. Tentu saja fokus implementasinya adalah untuk mencapai amanat RPJMN 2015-2019 yaitu pencapaian akses universal untuk sanitasi.

Maka rapat eh lokakarya dua hari ini dilaksanakan oleh Pokja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air minum, sanitasi (PPAS) Nasional melalui pengelola harian Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) mengundang seluruh pokja Sanitasi/AMPL provinsi seluruh indonesia. Wadduh jadi banyak singkatan geneeeh, tapi tetep kudu hafal dan paham, akhirnya masuk ruangan lokakarya lagi hingga hari kedua.

Ada juga istilah EHRA dan NAWASIS, tah panjangna Enviroment Health Risk Assesment dan National Water and Sanitation Information Services. Semuanya di atur oleh PMU (Program Management Unit).

Jadi beraneka singkatan itu belum seberapa karena masih ada ratusan singkatan lain yang harus dibaca, dibaca, diresapi dan dipahami.

***

Beberapa pemateri memberikan informasi, harapan dan berbagai tindak kreatif serta semangat pembaharuan yang bisa diduplikasi serta sedikit penyesuaian dengan budaya lokal.

Yang pasti beberapa materi yang perlu dipahami lebih jauh adalah ada regulasi dalam bentuk
Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 845/9287/SJ Tentang Pengelolaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman Tahun 2015-2019 di daerah yang di tandatangani pak Cahyo Kumolo tanggal 19 Desember 2017.

Poin penting tugas pemerintah provinsi untuk bidang sanitasi melalui Pokja AMPL/Sanitasi adalah KA3FS2.

Mau tau KA3FS2? Klik aja DISINI.

Trus yang moo dapetin materi-materi paparan tinggal unduh aja di ppsp.nawasis.info guys, cekidot.

***

2 haripun terlewati, tiba saatnya untuk pulang sambil memendam kerinduan. Anak cantik dan ibunya menanti disana.

Lagi-lagi Kereta Api menjadi pilihan, Argo Parahyangan Gerbong tambahan didapet via Traveloka. Ternyata itu rangkaian gerbong baru dengan tampilan joknya senyaman sofa dengan warna biru dan putih yang ceria sekaligus menentramkan.
Tepat pukul 17.02 wib bertolak dari Stasiun Gambir menuju arah Bandung, Cimahi kota tujuan. Wassalam. (AKW).

Gerbong Priority

Kerja kerja kerja sambil memaknai perjalanan yang menyenangkan di Gerbong Priority Argo Parahyangan.

Photo : Gerbong Priority tiba di Stasiun Gambir / Dokpri.

Berawal dari sepenggal informasi tentang promosi Gerbong KA Priority dengan rute Bandung-Jakarta yang beredar di medsos. Tertarik?… pasti. Tapi nggak elok juga jikalau tiba-tiba berangkat gitu aja tanpa alasan yang jelas, atuh bisa Penilaian SKP terganggu. Maka disini kekuatan doa menjadi jalan pembuka, meminta kepada Allah sang Maha Mem-bolakbalikan hati.

Tring…

Sebuah disposisi bigboss menugaskan untuk hadir mewakili sebuah acara di Jakarta… ahiiw. Senangnya. Tapi… ternyata acaranya 2 hari, wajib nginep hiks hiks hiks. Dilema. Tapi ya gimana lagi, tugas ini adalah konsekuensi sebagai ASN. Ya jalani dan laksanakan sebaik-baiknya.

***

Shalat shubuh di Mushola Stasiun Cimahi menjadi awal perjalanan pagi ini, setelah beberapa menit yang lalu kedinginan karena dikejar angin dini hari diatas jok grabbike. Udah solat mah tenang. Beberapa menit kemudian terdengar suara nyaring datangnya rangKaian Argo Parahyangan yang kemudian lampu sorot di kepala lokomotif menerangi wajah-wajah penuh penantian.

Loko berhenti diikuti gerbong-gerbongpun ikut menahan langkah agar para penumpang bisa naik dengan nyaman. Tadaaa…. langkah kaki bergerak memasuki gerbong ekskutif dan melewati jajaran kursi penumpang menuju gerbong paling belakang, gerbong priority. Tiket promo seharga 200 ribu dipegang erat ditangan untuk memastikan dapet tempat duduk sesuai ketentuan.

Pintu terbuka, suasana spesial menyambut hangat. Dinding kayu yang elegan dan semerbak parfum ruangan yang lembut memberi kenyamanan. Pantry dan minibar di sebelah kanan serta senyum manis pramugari mengantarkan langkah menuju kursi penumpang. Hanya tersisa 1 kursi sesuai tiket dan sisanya 27 kursi terisi penuh.

Duduk perlahan dan bersandar di kursi seempuk sofa, langsung disodorin kotak snack berwarna hitam. Tak perlu hitungan detik, dibuka… 1 botol air kemasan dan 2 roti tersenyum penuh arti. Melirik ke samping jendela lalu mata beredar menjalari dinding kayu yang mengesankan ini. Trus untuk fasilitas entertainmentnya sebuah televisi flat ukuran 65 inchi memutar film Jurrasic Park 3. Di depan masing-masing penumpang terdapat layar video yang menyajikan film-film serta musik pilihan yang bisa dinikmati privat dengan minta headset ke petugas.

Rasa ngantukpun tertahan karena penaaasaran melihat-lihat fasilitas gerbong priority ini. Pertama kamar mandi, terletak di samping pantry, isi kamar mandinya serasa di hotel, WC duduk dan wastafel plus goyang-goyang, maklum khan kereta apinya lagi jalan.

Lalu di minibar tersedia air panas lengkap dengan kopi/teh celup plus gula and krimer, moo bikin sendiri atau dilayani yaa tinggal reques aja. Untuk lebih melengkapi, segera balik ke kursi, buka tas dan ambil botol cold brewnya manglayang karlina dari @238coffee daan…. rasa khas high acidity-medium body and sweetnya melewati kerongkongan ini memberi sensasi perjalanan yang tak terlupakan.

Puas menikmati area minibar, kembali ke kursi penumpang, mencoba video on demandnya Kawista eh Kereta Api Wisata ini, dengerin musik dan nonton film dengan akselerasi alias dicepet-cepetin đŸ™‚ ada Mission Imposible 3, Transporter juga Poltergeist, Despicable me dan lainnya… ya film produksi 2-3 tahun lalu, tapi dengan kualitas gambar yang bagus, tentu jadi hiburan tersendiri.

Trus yang penting juga adalah silaturahmi dengan penumpang disamping kanan, seorang bapak yang simpatik, Dosen dan pimpinan Lab Mesin di ITB, bapak DR Ir.Iman, menimba pengalaman dan cerita tentang beberapa hal, Alhamdulillah.

***

Perjalanan 3 jam terasa lebih singkat, karena baru saja mencoba sedikit terlelap… eh udah ada pengumuman bahwa Kereta Api tiba di Stasiun Bekasi. Tentu tak berapa lama lagi Jatinegara dan akhirnya Stasiun Gambir sebagai tujuan akhir. Segera mempersiapkan diri. Membaca kembali bahan-bahan rapat terkait Universal Akses dan Pokja Sanitasi Jawa Barat.

Buat yang penasaran bisa buka IG Kawisata.

Wassalam.
Aryaduta-Jakarta, 130318. (AKW).

Kuliner dini hari

Dinginnya pagi jangan menjadi alasan untuk berdiam diri, tapi sebuah tantangan untuk nikmati kuliner penuh arti.

Gelap masih menyelimuti hari, ditemani gigitan lembut dinginnya pagi yang mencengkeram raga dari segala sisi. Tapi itu semua tidak menyurutkan langkah untuk terus menyusuri jalan kehidupan yang terbentang di hadapan.

Bergerak menyusuri jalan perumahan yang masih sepi seolah kehidupan sedang berjeda. Tapi beberapa rumah sudah mulai terdengar gemericik air, sementara dengkuran halus masih mendominasi kenyataan. Ahh.. biarkan saja. Itu khan sesuai dengan komitmen masing-masing dengan prinsip hidupnya.

“Trus kamu ngapain jam segini sudah beredar?”, sepotong tanya lewati nalar, memberi peluang untuk tersenyum dan menjawab, “Ya pengen aja, apa pedulimu?” Agak ketus jawaban yang keluar, tapi tidak menjadi awal perseteruan karena dialognya masih berada dalam satu kepala.

Beberapa pemulung terlihat sudah berdinas, mengais kotak sampah warga untuk mengumpulkan plastik atau barang bekas yang mungkin berharga. Meskipun disaat diri ini melewati mereka, sapaan salam hanya dijawab dengan tatapan tanpa kata. Kembali permakluman menggema, mungkin memang sedang menghemat suara.

Setelah berjalan hingga 1,5 kilometer akhirnya tujuan pun sampai. Seorang ibu tua berkerudung menyambut dengan senyum ramahnya. Sementara satu tangan lagi sibuk mengatur posisi kayu bakar agar hasilkan panas yang sesuai. Harum adonan tepung beras dan oncom berpadu membuat aroma khas di pagi ceria, dingin dan lembab hilang sudah tergantikan oleh suasana penuh kehangatan.

Tak banyak cakap karena ternyata banyak juga yang datang mendekat. Transaksi singkat diperkuat oleh cahaya lampu mobil yang berkilat-kilat, menyaksikan peralihan barang dan uang di pagi buta penuh kekaguman.

Pilihan rasa terbatas tapi itulah yang menjadi makna kualitas. Menjaga rasa pantas serta kekuatan originalitas, membuatnya bertahan jalanani perubahan jaman tanpa takut turun kelas. Kuncinya adalah ikhlas dan melayani pembeli dengan prioritas.

Suguhan raja dan rakyat biasa atau disingkat SURABI, penganan sederhana yang miliki seribu makna. Meski pilihannya hanya surabi oncom dan surabi kinca, tapi disitulah sejarah kuliner lokal tetap membahana. Ibu tua ini berjualan dini hari mulai jam tiga, hingga ludes tepat jam lima. Jikalau jam enam pagi baru tiba, maka hanya rasa hampa yang akan mengemuka.

Wilujeng berburu dan menikmati surabi asli tanpa toping dan aneka varian yang warna warni.

Lokasi : di Sebrangnya Jalan Raya Kerkof No. 71 Leuwigajah Cimahi Selatan. Sebelum gapura pintu masuk Perumahan Cipta Mas Leuwigajah. Jam operasional 03.00 sd 05.00 wib… ya kadang ampe jam 06.00 Wib. Wassalam. (AKW).

Shalat bermusik

Ini bukan jenis shalat yang tak sesuai tuntunan agama lho, tapi shalat yang dihiasi lantunan nada.

“Allahu Akbar.. Allaaaahu Akbar”, pembuka adzan dhuhur menggema. Menjadi seruan wajib bagi umat muslim, untuk segera meninggalkan urusan dunia dan meninggalkan kepentingan lain demi berbakti kepada Illahi Robbi.
Berwudhu dengan syahdu, Tahiyatul masjid dan sholat qobla menjadi pembuka. Barisan jamaah semakin tertata untuk bersama-sama sholat dan berdoa.

“Allahu Akbar…”, Takbiratul ihram dipimpin Imam sholat begitu damai, suasana hening dan sedikit suara tarikan nafas para jemaah, memberikan nuansa kepasrahan yang kaffah. Semua terlarut dalam khusyunya

***
“Di suaa…tu hari tanpa sengaja…”, suara Anji dengan iringan musik yang akrab di telinga memecahkan konsentrasi menjadi kepingan debu kegalauan yang mengoyak keheningan rakaat kedua shalat dhuhur berjamaah ini. Disaat sedang berusaha melaksanakan sholat se-khusyu mungkin, tentunya berusaha konsentrasi untuk mencoba berserah diri. Ternyata harus buyar karena lantunan nada dan syair lagu yang pernah hits beberapa waktu lalu.

“Ah sialan, siapa tuh yang sholat ga silent dulu or matiin hapenya!”, gerutu dalam hati meluncur tanpa tertahan. Hancurkan ketenangan dan hasilkan kegundahan. Secara phisik dan realita, rakaat selanjutnya tetap terlaksana tetapi nilai hakiki dan makna sholatnya sudah berbeda.

Yakin juga bukan diri ini yang terganggu dan terbuyarkan konsentrasi, tetapi juga jamaah sholat lainnya termasuk Imam sholat, entahlah.

Ingin sekali mendatangi orangnya, omelin ampe puas supaya kapok tuh. Tapi… apa menyelesaikan masalah?

Keselnya lagi, sebelum sholat khan udah ada pengumuman, “Perhatian para hadirin jamaah shalat dhuhur, bagi yang membawa alat komunikasi agar mematikan handphonenya atau mode agar tidak mengganggu khidmatnya ibadah shalat.”

Juga pengumuman dalam bentuk tulisan yang ditempel di dinding mesjidpun ternyata tidak cukup untuk menjadi pengingat.. Grrrrrrr.. sebbel dech.

***

Ada ide juga agar DKM disarankan beli alat pengacak sinyal telepon pada area masjid khususnya area sholat sehingga tidak ada panggilan masuk selama di mesjid. Pengennya nyumbang, tapi kayaknya belum kesampaian duitnya trus DKMnya jangan-jangan nggak bisa ngoperasikan.

Sebagai langkah sederhana, ya mulai dari diri sendiri dulu dech. Pertama pastikan Smartphone ini mode silent atau posisi mati disaat akan beribadah sholat di mesjid. Atau kalau bisa simpen di ruangan aja nggak usah dibawa sholat, dengan syarat beres sholat bergegas ke ruangan untuk ambil HP.

Soalnya pernah nyoba 3 hari, sholat nggak bawa HP disimpen di ruang kerja. Lakadalah.. beres sholat asyik ngobrol sama temen dan pa ustadnya sampe lebih dari 1 jam. Nyampe ke ruangan, tanda miscall ada 10x dari bos dan beberapa rekan… ternyata ada rapat mendadak dan perlu bahan. Akibatnya ya terbayang… keburu-buru kesana kemari dan telat hadir rapat, nasib.. apes dech.

Ah udah ah… pokonya bagi yang baca ni tulisan, dimohon bingiit buat muslim yang moo ibadah sholat berjamaah.. please luangin waktu 5 detik nengok HP, switch ke mode Silent baru wudhu atau masuk ruangan mesjid. Urusan pas sholat ternyata masih ada HP yang berdering…. ya minimal bukan HP kita.

Trus ingetin kawan kanan kiri supaya aware dengan HP masing-masing.

***

“Allahu akbar… Allaaahu Akbar…..” Adzan Ashar memanggil, bergegas raga ini menuju mesjid. Nggak lupa mode silent dulu HP kesayangan baru wudhu dan memasuki ruang dalam mesjid untuk bersiap shalat ashar.

***

Rakaat ketiga, “I will always loveee youuu… kekasihku….” Suara sahdu Pasya Ungu kembali menggetarkan kedamaian, jelas berasal dari shaf kedua.

“Astagfirullahal adzim….. .”

Bandung, 010318. (AKW).

Shalat Tahajjud

Shalat Tahajud : Niat-Shalawat-Doa-Istigfar

Niat :
USHALLII SUNNATAT TAHAJUDDI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA
Saya berniat shalat sunnat Tahajjud dua raka’at karena Allah Ta’ala.

Rakaat I : AlFatihah + Al Insyiroh
Rakaat II : AlFatihah + Al Ikhlas

Bacaan setelah salam :
A. Hadiah para nabi
ILLA HADHRATIN NABIYYIL MUSTHAFAA RASUULILLAH SAW. AlFatihah 1X

B. Al Ikhlas 3X, Al Falaq, AnNass, Ayat Kursi.

C. Dzikir

D. Shalawat :
1) Shalawat Nur 7X
Allahumma shalli’alaa nuuril anwar, wasirril asrar watiryaa qil aghyaar wamiftaahi baabilyasaar. Sayyidina Muhammadinil mukhtaar, waaalihil athhaar wa ashaabihim akhyaar ‘adada ni’amullaahi wa ifdhaalih.
(Ya Allah limpahkanlah shalawat atas cahaya diantara cahaya, rahasia diantara rahasia, penawar duka dan pembuka pintu kemudahan, Sayyidina Muhammad, Manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan Karunia-Nya.)

2) Shalawat Tibbil Qulub 3X
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN TIBBIL QULUUB, WA DAWAA-IHAA, WA’AAFIAT ABDAANWASUIFAA-IHAA, WA NUURIL ABSHAAR WA DHIAA-IHA WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLIM.
(Ya Allah, Semoga Engkau menambah Rahmat bagi Junjunan kami Nabi Muhammad SAW, dokter hati dan obatnya serta obat unt3uk badan, dan menyembuhkannya, dan cahaya mata dengan penglihatannya. Semoga Engkau memberikan juga rahmat bagi keluarganya dan bagi para sahabatnya dan semoga Allah menambah berkah dan keselamatan.)

3) Shalawat Darajah 3X
ALLAAHUMMA YAA DAA-IMAL FADHLI ‘ALAL BARIYYAH, YAA BAASITHAL YADAINI BIL’ATHIYYAH, YAA SHAAHIBAL MAWAAHIBIS SANIYYAH, SHALLI ALAA SAYYIDINNAA MUHAMMADIN KHAIRIL WARAA SAJIYYAH, WAGFIRLANAA YAADZAL’ ULAA FII HAADZIHIL’ ASYIYYAH.
(Ya Allah yang melestarikan kesejahteraan atas semua mahluk, yang melapangkan anugerah dan yang memiliki pemberian yang baik, curahkan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW dengan sebaik-baik kenangan. Dan ampuniLah dosa kami wahai Allah yang mempunyai kesejahteraan dalam kehidupan ini.)

DOA TAHAJJUD 1X
ALLAHUMMA LAKALHAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA WALAKAL BAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WALIQOO UKA HAQQUN, WALJANNATU HAQQUN, WAN NAARU HAQQUN WAS SAA’ATU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SAW HAQQUN,
ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU WAALAIKA TAWAKKALTU, WABUKA AAMANTU, WAILAIKA ANABTU, WABIKA KAASHAMTU, WAILAIKA HAAKAMTU, WA MAA ASRORTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHII, ANTAL MUQODDIMU WA ANTAL MU-AKH KHIRU LAA ILAA HA ILLA ANTA WALAA ILAAHA GHOIRUKA WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
(Ya Allah bagiMu segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. BagiMu lah segala puji, engkaulah raja penguasa langit dan bumi. BagiMu lah segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi. BagiMu lah segala puji, EngkauLah yang haq (benar-benar ada), dan janjiMu adalah haq dan firmanMu adalah haq, dan perjumpaanMu adalah haq, dan surga adalah haq, dan neraka adalah haq, dan saat hari kiamat itu adalah haq, dan nabi-nabi itu haq dan Nabi Muhammad SAW itu haq.
Ya Allah, kepadaMu lah kami berserah diri (bertawakal), dan kepadaMu kami beriman, kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepadaMu lah kami rindu, dan kepada Engkau kami berhukum.
Ampunilah kami atas kesalahan ya g sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melainkan Engkau ya Allah yang menguasai seluruh alam. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.)

ISTIGFAR
ASTAGHFIRULLAAHAL AZHIIM WA ATUUBU ILAIH. ALLAAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHALAQTANII WA ALA’ABDUKA, WA ANA ALAA AHDIKA, WA WA’DIKAMAATATHA’TU A’UUDZUBIKA MIN SYARRIMAA SHANA’TU ABUU-U LAKA BINI’MATIKA’ ALAYYA, WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FA INNAHUU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUUBA ILLAA ANTA.
(Aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung, dan aku bertaubat kepada-Nya.
Ya Allah Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakanku…

Catatan : Diketik ulang di Smartphone dari Buku Shalat & Dzikir , Penyusun H.Subagdja Prawata, Penerbit Perum Percetakan Negara RI, Cetakan ke 12 Juni 2012.