Plara-Cikidang-Plara 010817

Catetan sewaktu beredar di Palabuanratu Kabupaten Sukabumi pada Awal Agustus 2017

Photo : Dokumen pribadi

Perjalanan menempuh 120 km dari bandung menuju arah Barat daya provinsi jawa barat tepatnya ke kabupaten sukabumi ditempuh dalam waktu hampir 7 jam perjalanan dengan kondisi traffik yang lumayan padat tersendat. Berarti rata-rata 17 km/jam kecepatan berkendaraan. Penyumbang kemacetan yang cukup signifikan adalah kebijakan buka tutup karena perbaikan jalan di jalan pelabuhan II cikembang. Sehingga kami terdiam menunggu antrian cukup menjemukan.

Berhenti sejenak di area terminal Cikembar untuk menikmati makan siang, ati ayam ditemani telor ceplok bumbu dan sayur paria cukup mengganjal rasa lapar yang mendera. Cukup 10 menit saja maksinya. Rush hitam kembali menyusuri jalan berkelok di menuju palabuanratu.

Photo : Dokumen pribadi

Tiba di lokasi pertemuan, hampir tepat waktu. Ya terlambat 5-10 menit dan segera bergabung dengan Tim Keukeuh Perintis KEK di Jawa barat yang sudah 2 hari lalu bergerak di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung optimalisasi fungsi tim GNCP (sasieureun sabeunyeureun) dengan agenda menerima Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia juga melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini khususnya koridor Palabuan ratu – Ciletuh hingga Ujung Genteng. Rapat siang ini dalam rangka pembahasan strategis tentang rencana usulan proposal untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Sukabumi. 

Rapat dipimpin oleh Prof Deny dan Bp Dodi Asisten Ekbang Kabupaten Sukabumi. Dimana Kehadiran Kawasan ekonomi khusus ini adalah fasilitas dari pemerintah yang bertujuan mempercepat investasi masuk ke Indonesia, kawasan dapat meningkat pembangunan infrastrukturnya (klo salah, please koreksi). Termasuk poin-poin penting KEK ini mencakup fasilitasi Perpajakan, kepabeanan, cukai; Lalu lintas barang; Ketenagakerjaan; Keimigrasian dan Perizinan/non perizinan.

Photo : Dokumen pribadi

Syarat yang paling utama menurut Prof Deny adalah status lahan yang clear dan clean. Artinya sudah ada status tanah yang akan diajukan dan dibuktikan dengan sudah adanya sertifikat kepemilikan minimal 100 hektar. Syarat lainnya banyak ada sekitar 17 item, tetapi itu bisa berproses yang tentunya perlu sinergi yang tepat antara pihak-pihsk yang berwenang mengusung yaitu antara pemerintah dan badan usaha, jikalau badan usaha yang menjadi pengusung maka dukungan pemerintah daerah harus betul-betul maksimal karena para pihak ini harus seiring sejalan.

Sebagai calon pengusung KEK di Kabupaten Sukabumi, pa Dani dari Cikidang resort memberikan presentasinya dan menyatakan tertarik untuk menjadi pengusung KEK di kabupaten Sukabumi ini. Meetingpun berakhir dan rombongan melanjutkan untuk mengikuti rubicon kuning meninjau area Cikidang Sukabumi. Perjalanan menuju lokasi ditempuh hampir 1 jam dengan jalan mulus tetapi berliku dan menanjak serta sempit sehingga perlu extra waspada sang pilot mengendarai tunggangannya masing-masing.

Tiba di Lokasi menjelang sore, sejenak rehat sambil menikmati cemilan tradisional. Lalu melihat copy site plan yang ditunjukan sang pemilik. Namun pertemuan tidak bisa lama, karena ada perintah untuk kembali ke Palabuanratu untuk menemani pa Wagub Demiz makan malam, yang rencananya esok akan hadir melepas kepulangan tim Asesor Unesco Global Geopark.

Photo : Dokumen pribadi

Tentu sebelum berpisah diabadikan dulu pose bersama dilatarbelakangi bangunan club house Cikidang yang megah.

Rombongan terbagi dua, ada yang kembali ke palabuanratu dan ada yang lanjut ke Cibadak dan pulang ke Bandung.. of course ke rumah masing-masing. Karena kebetulan penulis masuk kelompok yang balik lagi ke palabuanratu maka tulisan ini berlanjut.

Tiba di sekitar pantai palabuanratu suasana sudah menggelap, segera rombongan kecil menuju rumah makan yang dituju dan….. tadaaa… menu makan malam seafood menyambut… euh menyambut pa wagub maksudnya, kita mah cuman ikut-ikutan.

Photo : Dokumen pribadi

RM Asrie di tepi pantai palabuanratu menyajikan aneka olahan seafood yang menarik selera. Selisih 15 menit, rombongan wagub tiba dan makan malampun dimulai. Sajian udang, kepiting, lobster dan tumis kangkung bersiap disantap. Para pejabatpun berjejer mengelilingi sajian utama bersama sang Naga bonar.

Photo : Dokumen pribadi

Bapak Kadis Kehutanan menemani pa Wagub menyantap lobster, meskipun klo diperhatikan photonya kayak dua orang yang sedang rebutan lobster.. ups maap. Yang pasti pa wagub menikmati sajian yang ada. Penulispun ikutan nimbrung, menikmati makan malam seafood yang melimpah dan gratisss.. karena ada yang bayarin. Hatur nuhun pa Kabiro Umum.

Photo : Dokumen pribadi

Makan malam berakhir ditutup dengan Duren Party, meskipun terus terang nggak berani ngabisin sama cangkangnya, takut disangka ngelmu atau kesurupan.

Gitu dulu yach ceritanya, karena harus segera mencari penginapan di sekitaran palabuanratu yang katanya sudah penuh karena ada even penilaian geopark Ciletuh dari UNESCO yang berlangsung seminggu ini. (Akw).

Hilang

Cerita tentang kepergian SC yang melatih keihlasan.

Photo : Dokumen pribadi

Terkadang rasa kesal itu muncul oleh hal yang simpel. Bisa nyesek ke dada menuhin otak, atau perut melilit hingga otak puyeng nggak ketulungan. 

Contoh?… banyak.

Sekarang fokus aja pada satu urusan sederhana yaitu urusan sendal cepit.

Ihh cemen itu mah…

Emang cemen bingit, tapi bikin nyesek. Soalnya ini kehilangan yang ke sekian kali. Bukan kehilangan yang pertama dan bukan pula ‘Kehilangan‘ versi Firman (penyanyi).

Pas kelar sholat dhuhur berjamaah, menuju sendal capit kesayangan. Eh ternyata tidak ditempatnya. Tapi pikiran masih tenang karena berbaik sangka bahwa mungkin sang sendal capitku sedang menunaikan tugas dipake seseorang untuk berwudhu karena ada lokasi wudhu diluar mesjid dan kudu pake sendal.

5 menit menanti masih belum berarti, menit ke lima belas mulai merambat rasa cemas. Dan setelah satu jam berlalu… dongkol itu menyakitkan jenderal!!!

Memang hanya sandal, tapi itu adalah benda yang setia mengantar langkah untuk shalat berjamaah.

Akhirnya dengan langkah gontai dan tanpa alas kaki bergerak menuju tempat kerja menapaki paving block yang cukup panas serta aspal di halaman kantor yang terpanggang mentari dari pagi hari.

Tiba di ruang kerja, masih cemberut bin samutut karena belum bisa ikhlas. Perlu lebih dari 24 jam untuk berdamai dengan kenyataan karena esok haripun tak muncul juga sang sendal capit kesayangan.

Ikhlaskan… ikhlaskan karena barang itu hanya titipan. Nyawa kitapun hanya titipan yang bisa kapan saja dicabut oleh pemiliknya, Allah Subhanahu Wataala.

Sebelum meninggalkan pelataran mesjid, mencoba berkeliling satu kali lagi untuk meyakinkan diri, siapa tau ada yang pake trus pindah lokasi. Ternyata di pelataran belakang menemukan bukti bahwa sendal capit itu sangat rentan hilang. Agar sendal capitnya tidak hilang maka diberi berbagai tanda. 

Photo : dokumen pribadi

Ada yang berbentuk garis-garis hingga yang bertuliskan ancaman serius.. 

Photo : dokumen pribadi

NYOLONG.. MATI. Padahal mati kewenangan Allah.

Itulah sekelumit pengalaman belajar ikhlas dari hilangnya benda sederhana yang bikin nyesek 24 jam.


Good bye my sweet Sendal capiit.
(Akw).

Harta & Istri

Celoteh sore sambil kangen istri di rumah.

Photo : Dokumen pribadi

Banyak orang beranggapan Harta benda itu menjadi sebuah keharusan dalam kehidupan ini. Harta benda menjadi penentu status seseorang untuk dihormati, dihargai dan diakui keberadaannya dalam kehidupan ini.

So… hampir semua orang berlomba untuk mencari, mengumpulkan dan menumpuk harta. Tentu dengan cara masing-masing. Padahal…. itu cuma titipan, cuma sementara. Tapi begitu menggoda dan membuat manusia lupa diri untuk mendapatkannya tanpa berfikir caranya baik atau tidak, tidak juga peduli apakah barang itu halal atau haram.

Nah buat para suami ada cara jitu agar barang-barang dan harta benda yang dimiliki itu tidak menjadi beban dikemudian hari sekaligus sebagai pengendali diri dari godaan syetan yang nggak pernah cape mengajak untuk menyimpang dari ajaran agama khususnya urusan hasrat birahi. 

Caranya adalah :

1. Segera pulang ke rumah dan periksa berkas sertifikat rumah, sertifikat tanah dan Stnk mobil serta motor.

2. Ke bank minta copy sertifikat tanah dan rumah serta STNK mobil atau motor yg lagi “disekolahkan”.

3. Cek atas nama siapa.

4. Klo atas nama istri, berarti aman. Tidak usah dibaliknama.

5. Yang atas nama suami segera balik nama atas nama istri, apalagi yang baru Akta Jual beli, atau girik bin kikitir.

6. Gitu aja dulu.

Kenapa kok jadi penting banget?…

Karena e karena, itu bisa berpengaruh signifikan. 2 hal yang menjadi garis besar kegunaan langkah-langkah tadi.

Pertama, dari sisi proses hisab setelah meninggal, akan relatif cepat karena tidak ada harta benda yang atas nama kita. Klo malaikat nanya, maka kita bisa jawabnya, “Saya nggak punya apa-apa, semua harta atas nama istri. Cuman tiap hari minjem pake seperti mobil dan rumah.”

“Ya udah, pemeriksaan selesai, kamu masuk surga!!!” Kata malaikat (duh andaikan begituu….).

Kedua, kegunaan langkah tadi adalah mengendalikan kami para suami untuk berfikir ulang klo mau macem-macem, selingkuh atau mendua, mentiga dan mengempat. Serta memberi ketenangan kepada istri jika suaminya khilap, harta benda tetap aman ditangan anak istri. Suami ngaco, nggak punya apa-apa dech. 

NB : khusus untuk yang punya stnk lebih dari satu… harus siap2 bayar pajak progresifnya ๐Ÿ™‚

Itu secuil tips dan trik pengelolaan harta benda dalam rumah tangga. Semoga kita semua yang telah berkeluarga bisa membangun, mewujudkan dan mempertahankan keluarga sakinah, mawaddah dan warrohmah. (04/08) (Akw).

Update Bandara Kertajati 2)

Diskusi tentang Alternatif pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati

โ€‹Lanjutt gan.

Ini lanjutan tulisan tentang Bandara kertajati 1).

Photo : Dokumen Pribadi

Sumber pembiayaan bagi PT BIJB bersumber dari APBD provinsi berupa penyertaan modal total 808 miliar rupiah dan sindikasi perbankan syariah dengan total komitmen 906 miliar rupiah dan tahap I baru cair 250 miliar rupiah. Sementara untuk mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur sisi darat dan juga menjaga cash flow perusahaan PT BIJB perlu segera dicarikan solusi pembiayaan yang efektif, mudah dan cepat.

Penjelasan Kepala Biro SPIBUMD tentang pembiayaan ini mengerucut kepada beberapa alternatif solusi, yaitu :

Alternatif Pertama adalah usulan penambahan Penyertaan modal sekitar 200 milyar rupiah pada Perubahan-APBD 2017, tetapi ini riskan mengingat proses APBD yang cukup lama serta ketersediaan anggarannya.

Alternatif kedua, akselerasi pencairan pinjaman sindikasi perbabkan syariah sebesar 656 milyar rupiah.

Alternatif ketiga, melalui penawaran RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) yang digawangi oleh PT Dana Reksa selaku manajer investasi.

Alternatif keempat, pembiayaan dari sindikasi perbankan konvensional.
Diluar itu juga pa Kabiro membuka peluang untuk altetnatif pembiayaan lainnya yang dapat menjadi solusi pembiayaan bagi PT BIJB.

Dirut PT BIJB melengkapi informasi yang ada dengan menjelaskan progres pembangunan bandara lebih detail dan terperinci serta  langkah-langkah pembahasan dan strategi-strategi yang sudah/sedang dilakukan berdasarkan kajian dari PT SMI selaku financial consultant PT BIJB yang mengerucut pada RDPT dan optimalisasi sindikasi perbankan syariah.

Rame pokoknya diskusinya, termasuk informasi dari Kementerian perhubungan, PT SMI, PT Angkasapura dan pejabat di lingkungan Menko Perekonomian. Rencana di tahun 2018, Kemenhub merencanakan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga bisa didarati pesawat jumbo seri 777.

Photo : dokumen pribadi

Terkait proses Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pihak Dana Reksa menjelaskan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung di OJK diharapkan dalam 2 minggu ke depan sudah turun ijin yang merupakan langkah pembuka untuk memulai menawarkan RDPT ini kepada calon investor. Yang butuh perjuangan dan kerja keras adalah bagaimana meyakinkan calon investor tentang jaminan investasi pada proyek pembangunan bandara kertajati ini.


Well makin melebar nich bahasan,
tapi juga nambah wawasan pengetahuan.
Kegamangan calon investor ini terkait beberapa hal yang belum tuntas, karena akan berpengaruh kepada ekuitas perusahaan di masa depan diantaranya :

1. Status Bandara Husein Sastranegara

2. KSO Kerjasama operasi PT BIJB dengan PT  Angkasapura II.

3. Inbreng lahan Pemprov Jabar.

4. Kejelasan aksesibilitas ke bandara dari jalan tol dan akses jalan non tol.

Makin siang makin memanas, tetapi kondisi tetap terkendali karena semburan sejuk AC memberi ketenangan. Apalagi sodoran box snack mengalihkan sesaat konsentrasi tentang diskusi ini (konsentrasi sayah maksudnyahh).

Akhirnya bapak Asdep Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur selaku pimpinan rapat menyimpulkan tentang harus ada langkah kongkrit dari semua pihak untuk memecah kebuntuan ini yang tentunya tidak lepas dari permasalahan yang membuat galau para calon investor.

Pertemuan ditutup meskipun belum menyelesaikan masalah tetapi minimal peta permasalahan dan alternatif solusi sudah ada secercah cahaya yang mungkin terang berpijar dan menyelesaikan semuanya. Sekaligus juga warming up untuk rapat sore hari yang akan dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan dihadiri bapak Wagub Jabar, Deddy Mizwar.
Pertemuan ditutup seiring dengan pembagian kotak makan siang karena waktu di jam dinding yang menempel setia di ruang rapat sudah melewati pukul 13.15 wib. Kotak diterima dengan sukacita karena cocok dengan keinginan stomach yang sudah kukurubukan alias berteriak alami karena sudah lapar. 

Tetapi tangan tidak jadi memulai makan siang karena ternyata kotak makan ini hanya berlaku untuk pagi dan petang, bukan untuk siang. Nggak percaya?… nich lihat bungkusnyaah.

Photo : dokumen pribadi
Percaya khan?… akhirnya rombongan bergerak keluar area lapangan banteng dan makan siang Soto Pak Sadi di jalan Ir  H. Juanda, di traktir pak Kadis Perhubungan Jabar, “Hatur Nuhun pak Kadis.”

Photo : dokumen pribadi



Wassalam. (Akw)

Bandara Kertajati 1)

Update info progres pembangunan bandara kertajati per juli 2017 dlm Rakor di Kemenko Perekonomian.

Gambar : paparan PT BIJB di crop.

Nah sekarang share cerita dinas dulu dech, agak serius yach. Tapi penting kok. Nggak percaya?… baca aja sendiri.

Cerita sekarang adalah urusan rapat Koordinasi tentang rencana pembiayaan dan skema operasional Bandara Internasional Jawa Barat atau disebut Bandara Kertajati yang merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres Nomor 58 tahun 2017, penyempurnaan dari Perpres 3 Tahun 2016.

Hari ini, tanggal 1 Agustus 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian bertempat di Gedung Ali Wardana, komplek Lapangan Banteng Jakarta mengundang seluruh stakeholder  untuk urun rembug duduk bersama menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjadi kendala di lapangan. 

Sumber : dokumentasi pribadi

Kehadiran kami di lantai 3 gedung Ali Wardana disambut suasana taman yang asri dan menyejukkan. Tetapi tidak bisa berlama-lama karena rapat segera dimulai. Bapak Asisten Deputi  Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur memimpin jajannya pertemuan. Sebagai pendahuluan maka Kadis Perhubungan Jawa barat  menjelaskan secara detail tentang progres BIJB ini.

PT BIJB adalah Badan Usaha Milik Daerah Pemprov Jabar yang ditugaskan untuk membangun dan mengkoordinasikan berdirinya Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan penlok dari Gubernur jabar maka 1800 Hektar telah terhampar dan 957 hektarnya sudah dibebaskan alias dibeli lahannya oleh pemprov jabar dengan total anggaran sebesar 852 miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa barat Tahun Anggaran 2009 sampai dengan 2016 lalu. Tahun anggaran 2017 di Perubahan-APBD dialokasikan 140 miliar rupiah dan usulan untuk APBD 2018 sebesar 70 miliar rupiah untuk biaya pembebasan lahan lanjutan.

Sumber : dokumentasi pribadi

Kadishub Jabar dengan gagah dan lugas menjelaskan juga tentang progres pembangunan konstruksi di sisi darat per juli 2017 yang meliputi pekerjaan infrastruktur bandara (84,9%), pekerjaan terminal utama bandara (33,2%) dan pekerjaan bangunan operasional (75,4%) dengan total pembangunan fasilitas sisi darat mencapai 49,8%. 

Sementara untuk sisi udara yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat yakni Kemenhub dan BUMN dengan total anggaran kurun waktu 2013 s/d 2017 sebesar 854 miliar rupiah mencakup runway 81%, Apron 58% dan Taxiway 67%.

Belum puas dengan persen-persenan, maka lanjut lagi penjelasan tentang progres pembangunan yang meliputi Fasilitas navigasi penerbangan (Tower) 67%, fasilitas bahan bakar (hidran pit) 97%, fasilitas meteorologi (gedung) 81%, fasilitas air 90% dan listrik 75%.

Panas sudah otak ini mendengarkan paparan yang berkelindan angka persentase. Serasa belajar hitung-hitungan baheula di bangku sekolah dasar pas dapet guru killer

Balik ke topik awal, yang pasti bandara Kertajati ditargetkan bisa soft launching pada triwulan I tahun depan, 2018. Otomatis semua pelaksanaan pembangunan fasilitas bandara harus terintegrasi dalam satu tujuan bersama meskipun kebijakan, sumber dana juga kajian keilmuannya berbeda-beda.
Pada sesi pembahasan tentang skema pembiayaan untuk dana pembangunan saat ini, giliran pa Kabiro SPIBUMD yang mengupas tuntas tentang struktur pembiayaan dan rencana tindak pembiayaan selanjutna. Serta uang cash yang diperlukan untuk mengamankan cash flow dari PT BIJB ini.

Tapi sabar yach… sementara sampe sini dulu. 

To be continue…… (Akw)

RDPT, Reksa Dana vs Dana Reksa

Sambil ngisi waktu di kereta, ternyata beda antara dana reksa dengan reksadana. Beda bingit…

Photo : Dokumen pribadi

Nyubuh (berangkat shubuh) lagi ke Jakarta menjadi rutinitas mingguan, dan Argo Parahyangan menjadi pilihan utama karena bebas macet plus ada kepastian waktunya. Bukan hanya gebetan (buat yang singel) ataupun istri tercinta yang butuh kepastian, tapi kita semua butuh kepastian hehehe. Meskipun kita harus yakin bahwa satu hal yang sudah pasti yaitu datangnya kematian, yang belum tahu itu… ya waktunya masing-masing. Yang pasti saya ikhlas klo orang lain duluan.

Photo : Dokumen pribadi

Stasiun Cimahi menjadi saksi hadirnya diri diawali shalat shubuh di mushola yang asri, naik kereta sangat dinikmati, kumaha deui tibatan naik mobil macetozz. Mencoba terlelap tapi urung mata terkatup, akhirnya jemari menari lagi menjalin hurup memintal kata sambil menerawang tentang agenda rapat hari ini. 

Photo : Dokumen pribadi

Disaat Argo Parahyangan berhenti sejenak di Stasiun Purwakarta, tak bosan untuk mencari posisi mengabadikan kumpulan gerbong bekas yang bertumpuk di sisi kanan jalur kereta, eksotik.

Melihat undangan rapat hari ini yakni Rapat koordinasi tentang progres pembiayaan dan skema kerjasama operasional bandara Kertajati adalah hal menarik karena merupakan kali pertama sebuah bandara diinisiasi dan dibangun oleh pemerintah provinsi melalui BUMDnya yaitu PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Meskipun tentu tidak seluruh pembangunan sarana prasarana, karena kewenangan pemerintah provinsi hanya sisi darat saja sementara pembangunan sisi udara adalah kewenangan pemerintah pusat, tetapi tetap ini suatu kebanggaan bagi jawa barat.

Menyikapi rencana pembiayaan bagi PT BIJB yang sudah jelas adalah penyertaan modal dari APBD Provinsi Jawa Barat yang mencapai 700an Miliar ditambah dari obligasi daerah (yang akhirnya nggak jadi), terus bulan lalu mendapat pinjaman dari Sindikasi perbankan Syariah dengan komitmen 906 Miliar dan telah cair tahap I sebesar 250 M serta sekarang sedang berproses tentang RDPT.

Nah RDPT itu apa?…

Klo kepanjangannya adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas, klo pengertian resmi menurut Peraturan OJK Nomor 37/POJK.04/2014 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak  Investasi Kolektif Penyertaan  Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada Portofolio Efek yang berbasis kegiatan Sektor Riil. 

Wadduh euy jadi serius ginih, klo pengertian Kegiatan sektor riil itu apa? (Harap maklum bukan ekonom ๐Ÿ™‚ )

Pasal 1.2 POJK ini ngejelasin yaitu kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan produksi barang, penyediaan jasa di sektor riil termaduk tetapi tidak terbatas dalam rangka produksi barang dan/atau modal kerja dari kegiatan tersebut. 

Photo : Dokumen pribadi

Agak puyeng juga memahaminya, maklum baca sambil goyang-goyang ngikutin liukan Argo parahyangan yang begitu lincah menyusuri perbukitan purwakarta, trus keburu keder juga pas liat POJK 37/2014 ini yang lumayan tebel, 13 BAB 66 Pasal.

Belum lagi pas inget selain Reksa Dana ada juga Dana Reksa, apa bedanya?… paling juga pengertiannya sama tapi bolak balik nulisnya.

Penasaran mendera, googling dech.. ehh ternyata beda. Klo Reksa Dana itu adalah produk investasi yang mewadahi dana dari pemodal/investor yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer investasi. Nah klo Dana Reksa Persero itu adalah salah satu nama  perusahaan BUMN yang memiliki anak perusahaan yaitu DIM (Danareksa Investment Management) yang merupakan perusahaan manajemen investasi di indonesia.
Jadi beda bingit, singkatnya Reksadana itu Produk Investasi dan Dana Reksa itu nama Perusahaan Manajer Investasi yang lengkapnya bernama  PT Danareksa Investment Management. Perusahaan sejenis diantaranya adalah PT Succorinvest Asset Management, PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Trimegah Asset Management serta banyak lagi.

Ah udah ah, entar nambah puyeng. Tapi kata orang tua, mending puyeng tapi nambah wawasan dari pada santai tapi kurung batok (nggak gaul)…. akhirnya setelah 3 jam berlalu, Argo Parahyangan berhenti di stasiun Gambir, Jakarta mengantarkan kami untuk beredar di ibukota negara merapatkan sebuah cita-cita besar mewujudkan bandara internasional di Jawa Barat. (Akw)

Menuju Al Muttaqien

Ciri dan cara menuju derajat taqwa, hasil ngikutin ceramah shubuh tadi pagi 310717

Bismillahirrohmannirrohim. 

Photo : Dokumen pribadi

Shalat Shubuh berjamaah mendengarkan alunan merdu sang Imam membaca ayat AlQur’an terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan. Maafkan penulis yang belum hafidz qur’an, jadi taunya Imam membaca Surat Alfatihah dan ayat suci Alquran untuk bacaan seterusnya. 

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh berakhir, bapak Kadis SDA selaku (giliran) sohibulbait mengantar ceramah shubuh ini dengan penceramah dan sekaligus imam sholat tadi yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.

Photo : Dokumen pribadi
Tema pengajian kali ini adalah nama mesjid kebanggaan pegawai pemprov Jabar yaitu mesjid AlMuttaqien dan yang lebih penting lagi adalah semoga seluruh hadirin dan hadirot yang hadir adalah muttaqin. *kata penceramah lho.

Dan suara, “Amminnnn” pun bergema di shubuh pagi ini.

Apa itu Almuttaqien ?…. 

Amuttaqien adalah orang-orang yang memiliki derajat taqwa. Dimana disebutkan dalam Alqur’an bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bertaqwa.

Ukuran kemuliaan seseorang bukan diukur oleh kekayaan, jabatan, kedudukan dan kepintaran tetapi ukuran kemuliaan adalah dari ketaqwaan dan sebagai petunjuknya, Allah sudah menjelaskan dalam Quran Surat Albaqarah ayat 2. Bahwa Alquran adalah petunjuk untuk mencapai taqwa.

Dilengkapi dalam Quran Surat Alhujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Photo : dokumen pribadi

Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa?

Pertama, jangan terkecoh dengan orang yang memakai baju tanpa kerah, itu mah baju taqwa ๐Ÿ™‚ (senyum dulu atuh).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Iman yang mantap.

2. Ibadah yang berkualitas

3. Mengingat dosa dan senantiasa bertaubat.

4. Memiliki kesalehan sosial

Pertama, kita semua bersyukur karena islam sudah melekat sejak lahir dari rahim ibunda, itu adalah hidayah karena yang Maha memberi hidayah adalah Allah SWT. Sebagai ilustrasi di McGill University yang beralamat di 3486 McTavish street, Montreal, Quebec Kanada terdapat study islam yang terkenal dimana tokoh-tokoh islam Indonesiapun banyak jebolan dari unversitas tersebut. Mahasiswanya umat islam, yang dibahasnya tentang keislaman tetapi para pengajarnya yang sudah menyandang profesor mayoritas bukan islam, padahal kesehariannya mempelajari, mendalami termasuk praktik langsung di negara islam tetapi tidak beragama islam karena belum mendapat hidayah-Nya.

Kedua, untuk ibadah yang berkualitas maka memiliki arti bahwa ibadah kita plus plus. Contoh klo rajin shalat 5 waktu yang 17 rokaat… itu mah biasa, nilainya C, ya syarat lulus aja itu mah. Tetapi untuk mencapai taqwa harus tambah jadi 30 rakaat sehari dengan qiyamul lail, witir serta sholat sunah lainnya. Zakat tidak hanya 2,5% tetapi itu angka minimal, begitupun dengan ibadah-ibadah lainnya.

Ketiga, selalu mengingat dosa dan selalu bertaubat serta tidak mengulangi kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat.

Keempat, memiliki kesalehan sosial. Ini yang menarik karena ternyata untuk mencapai derajat taqwa tidaj cukup hanya beribadah kepada Allah semata tetapi juga bagaimana kualitas hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk interaksi yang bervariasi sebagaimana dijelaskan dalam Quran Surat Ali Imron 133-135 yakni :

a. Orang yang ber infak/ berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit.

b. Orang yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya.

c. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam.

d. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan, serta

e. Orang yang jika berbuat keji/dholim kepada orang lain atau diri sendiri segera mohon ampun, dan tidak melanjutkan perbuatannya.

Photo : Dokumen pribadi

Sebagai kalimat penutup, agar lebih mudah dalam menjalani semua petunjuk menuju derajat ketaqwaan, 

Rasulullah menyebutkan agar umatnya untuk menjadi pribadi yang IHSAN dengan dua ciri utama yaitu :
1. Sembahlah olehmu Allah SWT seolah-olah melihat Allah SWT.

2. Kalau tdk bisa melihat Allah SWT, kita harus yakin Allah SWT selalu melihat kita.

Wallahualam bisshowab.

Gitu dech hasil penangkapan panca indera ini yang merupakan salah satu hal yang harus senantiasa di syukuri. Wassalam. (Akw)