Sajak PANDEMI 1.

Sajak galau 1 karena pandemi.

Galau di hati

Dikala sebuah ingin menjadi pasti

Tapi bukan sembarang arti

Karena perlu hadir dan menepi

***

Sungguh raga tersiksa oleh pandemi
Sulit kongkow sambil ngopi

Terbahak bersama tanpa droplet yang berarti

***

Tetap jaga diri

Bermasker dan jaga jarak sendiri

Demi menghindari

Penularan virus covid ini

***
Atau sekedar beda suasana

Tapi tetap bekerja

Di cafe atau kedai bersahaja

Yang penting ada kopi aneka rasa

***

Sekarang semua ditunda
Karena khawatir yang melanda

Kalaupun harus memaksa

Maka handsanitizer ada diantara kita

***
Bukan apa-apa

Mencegah itu utama

Jika Sudah terpapar sedikit saja

Phisik terasa psikis kena

Finansial juga merana

Plus wajib karantina

***

Jagalah diri semampunya
Juga lingkaran keluarga

Tahan hasrat berwisata

Kendalikan libido kongkow bersama

***
Ini bencana kawan

Dan kita memiliki peran

Mencegah penularan

Dengan berdiam dan STOP berkeliaran

***

Pakai masker harus dipertahankan
Jaga jarak selalu & sering cuci tangan

Itulah sebuah iktiar minimal

Hingga pandemi bisa dikendalikan.

***

Legok Emok, Desember 2020.

IGA BAKAR.

Met Maksi yaa….

CIMAHI, akwnulis.com. Judul tulisan ini terinspirasi dari sajian makan siang suatu waktu yang lalu di sebuah cafe yang menyajikan menu makanan ini. Saat ini agak terbatas untuk makan di restoran atau cafe, atau malah tidak sama sekali nongkrong-nongkrong demi menjaga dan mencegah hadirnya virus covid19 yang memiliki seribu wajah.

Kangen nggak maksi di resto bersama kolega atau keluarga?”

Jawabannya pasti variatif, tapi penulis lebih memilih untuk sementara menahan diri. Jikalau kangen dengan menu-menu ini, maka carilah dokumentasi-dokumentasi yang lalu dikala masih bebas menikmati sajian menu resto baik dengan kolega ataupun bersama keluarga tercinta.

Pilih photonya dan bayangkan kenikmatannya… Yummy.

Nah kembali ke sajian Iga bakar ini, terlihat bahwa sudah lengkap dan siap disantap. Tapi pada saat Basmallah sudah terucap dilanjutkan dengan, “Allohumma bariklana Fii ma rozaktana wakinna adza bannar”… lanjut kepala sendok mengeduk nasi dan daging iga,……. hmmm… terasa ada yang kurang.

Terdiam sesaat sambil meneliti sajian yang ada..

Ternyata, semangkok kuahnya yang belum hadiiir. Karena menu yang dipesan adalah Iga bakar, berarti kuahnya dipisah. Beda dengan iga biasa, pasti bersatu dalam satu mangkok kuah.

Untung aja nggak keburu disikat abis, khan jadi nggak elok jikalau kuahnya datang belakangan dan lanjut di minum pake sedotan hehehehe.

Perlu ketelitian dan kesabaran dalam memaknai dan menikmati sajian makan siang. Berdoa yang utama tetapi teliti terhadap sajian, itu penting juga.

Jadi tahan dulu menanti hadirnya semangkok kuah, untuk selanjutnya dinikmati bersama iga bakar yang sudah stanby di depan mata.

Selamat makan siang… eh makan nasi dan lauknya dimanapun saudara berada… nyam nyam, Wassalam (AKW).

ESPRESSORE

Menikmati espresso bersama sore.

Photo : Espressore

CIMAHI, akwnulis.com. Ketika sore menyapa raga, dengan hembusan semilir rasa maka kesegaran hadir menggantikan keengganan yang mulai mendera.

Kantuk yang sedikit menelikung perlahan sirna, apalagi dengan hadirnya secangkir kecil kopi tetapi memiliki kandungan kafein tinggi.

Yup, karena yang hadir adalah secangkir kecil kopi espresso dengan biji yang direquesnya adalah robusta yang sarat dengan kepahitan dan kafein yang mantaabs….. maklum ingin mengenyahkan kantuk yang begitu kuat memeluk raga.

Apakah pake seruputan pertama?”

Tidak kawan, satu cangkir kecil ini langsung ditenggak tanpa bekas. Meluncur mulus ke tenggorokan setelah meresap sesaat di lidah dan akhirnya berkumpul di lambung serta menyebarkan kesegaran ke sekujur badan.

“Atuh nggak kenyang?”

Ya enggaklah, kenyang mah tinggal makan nasi dan lauknya donk. Ini lebih kepada memenuhi hasrat kafein dan memang diatas rasa kopi sachet biasa. Jikalau masih kepengen kopi, ya order lagi aja.

Nggak pake gula?”

Jangan atuh, nanti sulit menghasilkan dan menganalisa rasa aftertaste kopi selain kepahitan yang mendera. Karena harus diyakini bahwa biji kopi yang baik akan menghadirkan rasa lain dibalik kepahitan yang merata.

Nggak percaya?…. cobalah minum perlahan kopi espressonya… tahan dikala pahitnya terasa, dan hayati. Maka akan hadir selarik rasa lain yang menggugah hati. Percayalah. Rumus kehidupan tercermin disini, dibalik pahitnya kenyataan terselip manisnya hikmah dan tahapan indah menapaki kesabaran. Selamat menikmati sisa weekend kawan, Wassalam (AKW).

CENTANG BIRU.

Sebuah jawaban yang dinantikan.

CIMOHAY, akwnulis.com. Jemari terdiam dan hati lega sesaat dikala melihat kiriman pesan whatsapps yang berubah dari abu menjadi biru. Sebuah notifikasi yang menenangkan hati. Bersiap mendapat jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

Tapi… tunggu punya tunggu, harapan tinggal harapan. Centang biru tidak bergeming, bukan sebagai tanda siap memberikan jawaban, tetapi hanya bukti bahwa pesan kita sudah dibaca tanpa banyak kesulitan.

Sabar ah, kita tunggu beberapa waktu. Siapa tahu sedang sibuk dengan rutinitas, atau mungkin ada permasalahan lain yang dianggap lebih urgent. Ilmu khusnudzon di munculkan, sedikit lega rasa ini. Meskipun satu urusan belum tuntas kalau respon ini tidak ada.

Satu jam berlalu masih dianggap maklum, tapi setelah 2 jam terlewati, mulailah gundah di hati. Langsung telepon saja ah,….

Tuuut…. tuuut……. tuuut.

Nggak diangkat juga WA callnya, maka coba lagi dengan telepon biasa…. sama juga. Nada sambung menyala tetapi tiada daya untuk mengangkatnya dan memutuskan berbicara.

Lha, kenapa ya?”

Sebuah gerutu mulai menggerogoti hati, kenapa sih. Lagian ini hanya butuh jawaban singkat, Ya atau Tidak. YES or NO saja, just it. “Kenapa sulit”

Tapi….. setelah mentari berganti sang bulan, tiasa kabar jawaban dari centang biru yang sudah berlalu, mqka jelas sudah sikap yang harus diambil.

Keputusan pun dijatuhkan, memang mungkin pertanyaan YES or NO kemarin bukan prioritasnya sehingga diabaikan. Biarkan semesta yang menterjemahkan.

Ikhlaskan saja, jangan menjadi pikiran. Mungkin itu yang terbaik.

Ternyata didasar lubuk hati terdalam, sebuah bisikan halus terdengar, “Nggak dendam sih, cuman inget terus”

Wkwkwkwkw, ternyata….

Selamat bersiap untuk weekend Guys, nggak usah baper yang merasa udah centang biru tapi tidak respon. Ini mah hanya secuil cerita saja. Wassalam (AKW).

MUTIARA HIJAU MUDA

Olahraga pagi & berjumpa dengan mutiara hijau muda.

BojHaleu, akwnulis.com. Pagi yang cerah diisi dengan momen bercengkerama bersama alam. Mencoba meresapi kemasing-masingan meskipun bersama karena masih takut dengan droplet yang berterbangan manakala bercakap bersama kawan setia.

Bersepeda berdua adalah pilihan tepat, karena bisa memaknai keindahan pagi tanpa khawatir terjebak kerumunan yang hadir jika gowesnya berombongan.

Bukan tidak mau, tapi khawatir pas istirahat bersama setelah gowes terus ‘meriung‘ botram bersama komunitas. Biasanya klo makan minum, dipastikan masker dibuka bareng-bareng. Disitulah kemungkinan sicovid berkeliaran… jadi maafkan jikalau menghilang dulu dari peredaran.

Setelah lelah bersepeda, maka perlunrehat sejenak sambil bercengkerama dengan alam sekitar yang memghijau menyegarkan.

Sembari beristirahat di keteduhan, tak sengaja melihat sebuah …. atau lebih tepatnya sekumpulan mutiara muda hadir dihadapan. Berbaris rapih dalam nuansa kehijauan. Salah satu ciptaan Allah yang harus menjadi bentuk syukur kita, karena betapa indahnya dan presisi sehingga sangat menarik hati.

Memang tidak bisa memiliki tetapi sesaat bisa memandang sambil mengamati, relatif bisa mengobati keinginan memiliki dan menyadari bahwa sangat kecil untuk dibawa pulang apalagi dibuat sebagai bagian dari perhiasan.

Kenapa tidak bisa dibawa pulang?”

Karena ini bukan milikku, ini adalah mutiara muda milik alam yang selanjutnya mengikuti siklus kehidupan untuk menjalani takdirnya menjaga keseimbangan dan menuju kesempurnaan.

Sambil beristirahat dan menghirup udara pagi, kembali berbincang dengan pasangan yang juga bersemangat ‘sasapedahan‘, membahas banyak hal termasuk keberlanjutan nasib mutiara muda yang menawan.

Tak perlu lama menunggu kepastian, karena alam menjawab dengan caranya yang diluar perkiraan. Mutiara mudanya bergerak dan berubah menjadi pasukan baru yang lucu dan menggemaskan.

Inilah sebuah kenyataan yang membukakan mata bahwa apa yang kita lihat belum tentu seperti apa yang kita sangkakan. Maha Besar Allah dengan segala macam ciptaannya. Wassalam (AKW).

Tantangan Huruf R.

Tantangan hadir dikala makan siang, hayuu..

Bandung, akwnulis.com. Tepat jam istirahat di tengah hari adalah waktu yang pas untuk makan siang, sholat sekaligus menulis satu dan dua kata, dirangkaikan sehingga hasilkan untaian kalimat yang mungkin miliki makna.

Apalagi ada yang menarik dengan munculnya kuis dari Mbak Kayla – Easy Writing dengan tagar #TantanganhurufR.

Tantangannya sederhana, cukup menulis lima kalimat yang setiap katanya harus ada huruf R-nya.

Ternyata pas berusaha membuat,… hehehehe lumayan perlu berfikir dan konsentrasi juga. Alhamdulillah tuntas tepat dikala jam istirahat siang berakhir, Alhamdulillah.

Inilah tulisannya :

Runtuhnya Rencana Ridwan menceRca Rangkaian Presentasi Ratna teRhambat.

KaRena teRnyata pembicaRa Responsif seRta humoRis.

AkhiRnya teRlaRut beRbincang Rangkaian haRapan kolaboRasi beRsama.

BeRtukar nomoR smaRtphone agaR teRus teRhubung.

HadiR getaR-getaR beRbeda meneRpa Relung Rasa.

#TantanganhurufR (AndrieKW)

***

Alhamdulillah dinyatakan LULUS, selamat memaknai hari ini. Wassalam (AKW).

NGOPI di Warung Pinus

Mlipir dulu demi kohitala dan suasana.

Photo : Kohitala Arabica Cibeusi Subang / Dokpri.

Sagala Herang, akwnulis.com. Ketika semilir angin menenangkan jiwa, saat itulah suasana hatipun menjadi tenang. Sesaat terbebas dari beban pekerjaan dan sejumput hutang perasaan.

Berisiknya kicau burung di pucuk pinus, menghantarkan suasana menjadi lapar dan haus. Apalagi seharian didera oleh acara yang super serius, inilah saatnya untuk lupakan badan kurus dan pipi tirus dengan menikmati makanan dan minuman yang tanpa embel-embel kasus.

Lokasinya memang cukup tersembunyi, tetapi menjanjikan suasana yang mendamaikan hati. Jikalau dari Bandung, maka sebelum memasuki Ciater ada jalan ke kiri menuju daerah Sagalaherang Kabupaten Subang. Beloklah dan nikmati perjalanan dengan ditemani hamparan kebun teh yang menghijau dengan jalan relatif mulus dan menurun. Jalannya agak kecil sehingga jikalau ‘pasanggrok‘ atau berpapasan dengan kendaraan lain harus sedikit menepi dan berhati-hati. Apalagi jika tiba-tiba menepi di hatinya, hati-hati jika ternyata hatinya sudah milik yang lain…. ahaay apa seeeh?.

Cara paling gampang ke lokasi cafe ini, yaa google map saja dengan key word ‘warung pinus sagala herang‘…. perlu pake kata sagala herang karena di bandungpun ada nama cafe yang sama.

Tiba di TKP maka akan disambut dengan suasana hutan pinus yang mendamaikan, dengan fasilitas cafe yang cukup lengkap. Terutama toilet dan mushola, klo makanan minuman jelas harus enak donk…. ditambah dengan berbagai varian kopi yang bisa dibuat secara manual dengan berbagai pilihan, diantaranya vietnam drip, V60, aeropress dan shypon. Klo espresso, americano sudah jelas ada dan tentu turunannya ada picollo, creme bruele, avogato, cappucinno dan latte….. ah siap-siap srupuuut…

Maka tanpa banyak pilih memilih menu, diputuskan untuk memesan kohitala (kopi hitam tanpa gula) dengan metode manual brew V60. Pilihan beannya adalah kopi dari Subang yaitu arabica Cibeusi.

Arabica Cibeusi adalah kopi yang ditanah dan di olah penduduk di wilayah Ciater khususnya daerah Cibeusi. Lokasinya dari jalur arah pemandian Sari ater ada jalan masuk ke pemukiman penduduk. Melewati juga villa-villa di Sarialam dan terus aja (itu kata pegawai kafe yang diinterogasi dengan kelembutan).

Photo : Soto ayam Warung Pinus / dokpri.

Dengan bean 14gr dan panas air seduhan 90° celcius. Maka hadirlah sajian kopi yang menggugah hati. Keharumannya nyata dan rasanya cenderung body medium dan acidity medium dengan profile after taste ada selarik manis fruitty yang menggemaskan. Nikmat pokoknya mah.

Sebagai makanan pendukung maka semangkok soto ayam lengkap dengan nasi, sambal dan jeruk nipis menemani perjalanan kuliner kali ini. Panas, enak dan suasana tenang melengkapi momentum makan siang menjelang sore dengan segala kesenangan.

Selamat makan dan ngopay kohitala kawan, bukan maksud ‘ngabibita‘ (bikin orang jadi pengen) tetapi ini memang nyata. Wassalam, (AKW).

***

DILEMA

Ketidakjelasan selalu ada.

Bandung, akwnulis.com. Bukannya aku tak mau mengungkapkan semuanya, tetapi sebuah khawatir menyeruak di batas rasa. Jangan sampai semua hal yang sudah dibangun bisa musnah tak tersisa.

Tetapi kalau berdiam diri, ternyata harus berkutat dengan kebohongan dan basa basi yang terkadang membebani hari hingga akhirnya melelahkan bagi semuanya.

Disinilah sebuah situasi berada, mendapat julukan DILEMA.

Berbagai pertimbangan terus menyeruak dengan semangat bergelora, sementara pengambilan keputusan terasa jauh karena berkelindan bersama gejala dan fenomena.

Sikap apa yang harus dilakukan?”

Sabar kawan, tak usah terlalu risau dengan dilema, karena itu adalah sebuah ciri bahwa kehidupan sedang berjalan dengan dinamikanya.

Ada resep jitu yang paling sederhana, segera ambil sebilah pisau dan belahlah dadamu…. eh salah, belahlah alpukat mentegamu… bagi dua dengan penuh perasaan agar terpisah merata.

Setelah itu telentangkan keduanya dan dan buang biji besarnya. Di ceruknya itu segera isi dengan madu kenikmatan dunia, madu.. iya madu… setelah itu disendokin perlahan dan masukkan ke mulut yang sedang penuh keraguan… amm… enaak.. lembuut.. maniss mantaab..

Nah coba rasakan, apakah kegalauan masih ada?”

“Masih ada ah”

Berarti belah lagi alpukat menteganya, insyaalloh akan …..

……….

menyelesaikan rasa lapar tergantikan dengan kekenyangan. 😁😆🤣😄😃😀

Klo urusan masalah mah pasti tetep ada, tapi mininal kadar kegalauannya berkurang karena nikmatnya alpukat mentega hahaha….

Happy Weekend kawan, dan jalani dilema dengan keikhlasan dan kekenyangan, Wassalam. (AKW).

NU NANGKOD – fbs

Ahirna damang deui sabihara bihari..

fbs : fiksimini basa sunda, tulisan cerita fiksi singkat berbahasa sunda dengan maksimal 150 kata sudah menjadi satu cerita.

Photo : Ilustrasi Ayam item / hobiternak.com

Fikmin # NU NANGKOD #

Awak pasiksak, tonggong beurat jiga aya nu nangkod tipepereket. Teu loba ngarahuh, buru-buru ngincid ka imah Mang Juha.

Mang, wayahna ubaran yeuh, ripuh karasana”

“Sok nangkuban, ku Amang urang jampè”

Ceg leungeun Mang Juha kana tonggong, tuluy ngagerem, “Hmmmmmm hmmmm… Jurig nyingkir sètan nyingkah, jauhan raga anak aing… hmmmmmm.. cuih.. cuihhh!”

Tonggong karasa lamokot ciduh.

Geus Jang, cageur isuk gè, èta mah jurig jarian naplok, ayeuna geus nyingkah. Tong poho meuncit hayam hideung disamaraan, bawa kadieu dua. Nu hiji teundeun dina handapeun tangkal caringin deukeut balong”

Meuncit hayam hideung jeung sapuratina geus dilakonan tapi angger tonggong beurat, beuheung beuki nyanyautan. Tilu poè ti harita ngawani-wani ka Jang Doktèr, sugan wè aya bongbolongan.

Ieu mah urat tonggong aya nu ngèsèr, katawisna kededetkeun ku barang nu beurat. Ieu landongna anu dieueut ogè aya obat olès”

Dua poè ti harita cageur, bari inget saminggu katukang di smèk down ku Jikan.

Kopi AR Baliem

Tafakur, Syukur dan Kopi.

Photo : Sebuah Suasana Kedai Kopi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi menjelang siang dikala hati terasa ‘marojèngja‘, atau ada perasaan nggak puguh gitu. Cus cos atau khawatir tak beralasan, maka istigfar segera agar diberikan ketenangan rasa.

Hidup memang penuh dinamika, duka dan suka berkelindan dalam labirin takdir yang terkamuflase sempurna. Tinggal akal sederhana yang mencoba mencerna fenomena dengan berbagai prasangka. Terkadang muncul buruk sangka, tetapi diusahakan dihilangkan dengan berbagai cara, karena buruk sangka bisa menggerogoti otak dan jiwa.

Apalagi tak terima dengan takdir yang menimpa, ini bahaya. Karena takdir adalah niscaya dan cara terbaik adalah menerima, mensyukuri dan memaknai hikmah di balik semuanya.

Photo : Segelas Kopi AR baliem / dokpri

“Kenapa takdir harus ditafakuri dan disyukuri?”

“Karena takdir adalah sesuatu yang telah atau sudah terjadi”

Jadi pintar pintarlah memaknai semua yang telah terjadi dan menerima dengan sebuah kepasrahan hati dan diri.

Meskipun tahapan menerima kenyataan adalah sebuah langkah perjuangan melawan pergulatan diri yang terkadang masih terjebak dengan egoisme, kebingungan, ketakutan dan juga rasa berbeda dari orang kebanyakan.

Masing-masing orang memiliki permasalahan dan kelemahan, aib serta kesulitan. Tetapi Allah SWT menutup semuanya dengan menjaga derajat dan martabat kehidupan salah satunya dengan bentuk tubuh dan fungsi yang sempurna padahal kemana-mana kita semua membawa kotoran atau calon kotoran dalam tubuh kita.

Marilah kita senantiasa bersyukur atas kesempatan hidup ini.

Dikaitkan dengan salah satu kenikmatan kita menyeruput sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) maka kali ini bisa menikmati sebuah sajian kopi dengan manual brew v60 yang menggunakan biji kopi nun jauh disana di tanah papua.

Jika dahulu di kelas geografi kita mengenal Suku Dani dan cerita lembah baliem Irian jaya, maka saat ini ingatan itu dihadirkan kembali oleh segelas kopi arabica baliem dengan aroma khas kopi organik tanpa bahan kimia serta menyertakan selarik rasa manis yang menggugah selera.

Sruputan pertama dan diikuti sruputan selanjutnya menyegarkan jiwa dan menyemangati raga untuk terus berkarya selama berkesempatan menapaki dunia fana.

Happy wiken kawan semua, selamat berkumpul bersama keluarga dan menjaga semangat untuk tetap menjadi individu berguna, Wassalam (AKW).