Hari Kopi Dunia.

Met Hari Kopi Dunia Guys.

Photo : Kopi Tubruk berlatar Alam / dokpri.

PUNCAK, akwnulis.com. Sebuah pesan whatsapps mengingatkan dengan sebuah ucapan ‘Selamat hari Kopi Dunia tanggal 1 Oktober 2020‘…. waah ternyata hari kopiii, level dunia lagi. Tentu dijawab dengan sukacita dan ingin segera merayakannya.

Tapi…. tunggu dulu, tabayun itu penting bro, cek and ricek. Segera dibuka buku RUPL (Rangkuman Umum Pengetahuan Lengkap) …. ketahuan deh umur klo masih buka buku RUPL yang berisi seantero pengetahuan dan menjadi bukubsakti rujukan pada jamannya. Padahal sekarang tinggal buka mang gugel dan baca – pilah dan baca.

Dari penelusuran singkat via laman wikipedia dan beberapa artikel tentang asal muasal kopi belum ada data akurat. Ada yang menyebut berasal dari ethiopia benua aprika untuk pertama kali jaman ethiopia kuno oleh seorang penggembala bernama Kaldi dan ada juga pendapat bahwa diawali dari cerita tentang Legenda dari Yaman menceritakan bahwa dahulu mistikus sufi Yaman Ghothul Akbar Nooruddin Abu al-Hasan al-Shadhili sedang melakukan perjalanan melalui Ethiopia*).

Selanjutnya disepakati oleh Organisasi kopi Internasional pada 1 oktober 2015 di Kota Milan Italia untuk diperingati tanggal 1 sebagai hari kopi dunia dengan tujuan untuk mendukung para petani kopi dunia semakin berkembang **).

Nah jikalau dunia itu memperingatinya tanggal 1 oktober maka di sini, Indonesia bertepatan juga dengan hari kesaktian Pancasila, sebuah tanggal yang menjadi kebanggaan bangsa indonesia yang berhasil menyelamatkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari gerakan Komunisme.

Trus indonesia memperingati hari kopinya kapan?”

Cari lagi, eh nongol info, bahwa hari kopi indonesia itu diperingati tanggal 11 Maret guys… atuh bertepatan dengan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)… asa nyarambung yach.

Yang paling penting adalah bagaimana memaknai kehadiran kopi ini menjadi momentum rasa syukur kepada nikmat Illahi. Apalagi jikalau ngopinya itu tidak hanya segelas kopi hitam saja, tetapi dimana kita ngopinya, bagaimana pemandangannya, keren nggak penyajiannya, atau manis nggak yang menyajikannya… ups… nggak boleeeh.

Photo : Lanscape pegunungan yang menenangkan / dokpri.

Sebagai rasa sukacita di hari kopi sedunia maka ijinkanlah kami memposting sajian kopi berlatar belakang kehijauan dan punggung gunung penuh pesona. Memanjakan mata, mendamaikan hati dan memberi jawaban atas kehausan addict sruput kopi selama ini.

Biarpun bukan kohitala dengan manual brew V60 atau shiffon dan juga vietnam drif tapi (hanya) secangkir kopi tubruk… lihatlah berlatar belakang pemandangan indahnya, ini adalah sebuah kenikmatan tak terperi yang wajib ditafakuri.

Selamat Hari Kopi Dunia dan Selamat atas Saktinya PANCASiLA. 1 Oktober 2020, Wassalam (AKW).

***

Sumber :

*)https://www.kompas.com/food/read/2020/09/30/183818975/hari-kopi-sedunia-ketahui-sejarah-munculnya-kopi-di-dunia?

**)https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hari_Kopi_Internasional

Surabi Otesu.

Sarapan dulu yuk….

Photo : Jajaran surabi sedang moyan / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sang mentari pagi baru bersiap untuk menampakkan diri dikala adonan alami sudah berproses untuk menyambut hari. Bergerak di sebuah titik strategis ditemani desau angin pagi yang penuh harapan, semakin menguatkan niat untuk berikhtiar menjemput rejeki dari Illahi hari ini.

Tepat di depan salah satu supermarket di bilangan pasteur, dorongan ini berhenti dan persiapan melapak langsung dikeluarkan, ditata dan diatur sedemikian rupa agar selaras dengan niat dan kenyataan.

Biip… biip.. bipp, penanda pesan via whatsapps mengagetkan keseriusan ini. Segera diraih hape kesayangan ini dan langsung dibuka…. “Ow ternyata pesenan sudah ada, tinggal proses dan nanti akan diambil segera, Alhamdulillah ngalarisan

Segeralah berproses sambil berpacu dengan mentari yang mulai hadir diawali semburat kuning merah khasnya…. cemunguuut.

Nah pesenan kali ini adalah surabi otesu, sebuah varian spesifik yang diminati oleh pelanggan sejati. Jikalau biasanya adalah surabi kinca dan surabi oncom untuk aliran tradisional, maka sekarang musti juga menyiapkan surabi coklat dan surabi keju demi memenuhi tuntutan pasar millenial. Nah surabi otesu adalah jalan tengah bagi penikmat tradisional dan millenial karena rasa alami surabi masih hadir tetapi sangat mengenyangkan dan jikalau diphoto… ukuran munu’u nya itu unik dan menarik seperti…… surabi. 🙂 😄😄😁

Photo : Surabi Otesu / dokpri.

Maka nyambung dengan pesanan tadi, surabi otesu-pun menjadi pilihan karena berbau jepang heuheueheu. Padahal itu adalah singkatan dari Oncom TElur dan SUrundeng……

Tepat jam 06.30 wib, datanglah sang pemesan dan tanpa basa basi mengambil pesanan satu keresek besar, tidak lupa dicomot satu untuk dibelewekkeun… katanya mah tester, bisi nggak enak. Entahlah.

Selamat pagi semua, jangan lupa sarapan, yang mau sarapan Surabi Otesu silahkan merapat kesinih. Wassalam (AKW).

Merenangi Alam.

Kembali nulis kolam renang ah..

Photo : Kolam renang di kaki gunung / dokpri.

SUMEDANG, akwnulis.com. Semilir angin dan sebuah senyuman menyambut hadirnya raga di sebuah tempat alami yang memberikan kedamaian hati. Jiwa sudah bergerak duluan menyecap kesegaran dan keindahan alam yang begitu sempurna.

Dibawah langit yang biru terlihat puncak sebuah bukit dilengkapi dengan berbagai bukit lainnya yang saling mengisi hingga akhirnya hamparan sawah dan gemericik air sungai menjangkau kesadaran bahwa syukur nikmat atas maha karya Illahi tidak akan berhenti.

Melengkapi semua lanscape alam yang begitu mendamaikan hati ini, sebuah kolam renang buatan…. iya pasti buatan atuh, hadir juga dihadapan. Sehingga yang berharap berenang dengan tenang karena dasar kolamnya keliatan, bisa segera buka baju celana dan nyebur di kolam renang.

Tapi tentu saja, yang pertama adalah mendokumentasikannya dengan smartphone kesayangan meskipun ternyata agak sulit mendapatkan gambar tanpa ada orang yang sibuk juga berpose bersama temannya… ya sudah jepret aja.

Kolam renang berair jernih ditemani suasana alami yang murni tentu kenikmatan tersendiri. Ditambah bonusnya adalah manakala sudah bosan di kolam renang tapi masih ingin bermain air… gampang…. keluar dari kolam renang di sisi kanan dan langsung turun ke sungai…

Hah?…

Photo : Sungai alami sejernih hati / dokpri.

Iya aslinya, disamping kolam renang ini adalah sungai kecil berbatu dan berair jernih sejernih cintaku padamu … ahaaay. Memang untuk berenang agak susah, tetapi bermain air dan bercengkerama dengan keluarga, ini alternatif yang menyenangkan juga.

Siapa tahu bertemu udang kecil, burayak, kehkel dan anak bogo… (jangan komplen dengan istilah ini, ini adalah sebutan untuk jenis-jenis ikan kecil alami yang ada di sungai)…. menyenangkan bukan. Tapi…. jikalau bercengkerama disini jangan banyakan, nanti melanggar protokol phisical distancing, apalagi jikalau bercengkeramanya dengan pengunjung lain hehehehe… kecuali yang masih jomlo buat nambah database… itu beda tujuan hehehehe.

Yang pasti tempat ini recomended untuk menyecap suasana alam baik dari sisi perasaan, penciuman dan penglihatan juga sajian makanan yang menggugah selera. Hanya saja fasilitas parkir yang belum memadai serta akses jalan kaki yang lumayan sekitar 600 meteran dan sedikit menanjak, butuh perjuangan.

Oke selamat sore, semoga aktifitas hari ini penuh keberkahan, sehat dan kenyang. Selamat jam seginih, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

PUTRI RIVER INN
Belakang Kantor Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan. 45311.

Merah putih.

Meeting & ngambil photo tuntas.

Photo : Merah putih di halaman Gd Pakuan / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah pertemuan yang kerap digelar di tempat kediaman Gubernur Jawa barat yang dikenal dengan Gedung Pakuan, tentu menjadi sebuah rutinitas yang menjadi konsekuensi pekerjaan.

Nggak sering juga sih, tapi sering heuheuheu…. nah bedanya sekarang memang dengan protokol kesehatan yang ketat dari mulai tahapan masuk gerbang diberi berbagai pertanyaan serta cek suhu sekaligus harus rapid tes dulu sebelum masuk ke tempat acara. Tapi demi keselamatan semua pihak, kenapa tidak?..

Dikala agenda meeting terbatas yang dihadiri langsung oleh segelintir kecil pejabat sementara secara online dihadiri berbagai pihak dari seantero daerah melalui aplikasi video conference. Maka sebagai salah satu penggembira acara tentu harus menyesuaikan dengan posisi kehadiran kita.

Relatif menjaga jarak dari tempat pertemuan tetapi posisinya harus mudah dilihat karena jika diperlukan dan prepare bahan sudah dipegang sedari tadi, siapa tahu mendadak dipanggil oleh ibu bos.

Nah, tulisan ini bukan laporan selayang pandang tentang pelaksanaan kegiatan, tetapi justru ada fokus lain yang bisa menjadi hiburan dikala rutinitas pekerjaan hadirkan kepenatan dan perlu melihat sisi lain yang berbeda.

Ternyata nggak jauh-jauh kawan, tinggal balikkan posisi badan, bidik gambarnya melalui layar smartphone….. cetrek.. cetrek… hadirlah selembar photo yang menjadikan bendera merah putih di halaman gedung pakuan sebagai penengah di kawal oleh indahnya taman yang menghijau terawat serta dilengkapi arak-arakan awan di atas langit biru.

Maka dipastikan beberapa menit terdistrak alias loading karena dari suasana rapat yang resmi di-switch menjadi ngepasin (mengepaskan) posisi gambar bendera merah putih dan batas kanan kiri dari taman sekitar bendera merah putih itu.

Photo : Merah putih tegak berdiri / dokpri.

Maka hasilnya ada versi berdiri seperti gambar diatas ini dan versi memanjang alias lanscape di awal tulisan singkat ini sehingga bisa mengakomodir keseimbangan taman untuk mendukung sempurnanya sang merah putih yang sejatinya gagah berkibar tertiup angin. Hanya karena ini adalah sebuah photo, maka lambaiannya terdiam.

Meetingnya gimana?”

Alhamdulillah lancar donk, semua usai sesuai rencana dan sekeping gambarpun didapat sebagai pelengkap hari yang ceria. Wassalam (AKW).

Maksi di RM Jablogan.

Habis meeting terbitlah Jablogan…

Photo : Sajian RM Jablogan / dokpri.

CIATER, akwnulis.com. Setelah menikmati naik turun perjalanan yang menyenangkan membelah hutan tangkuban parahu hingga hamparan perkebunan teh Ciater yang begitu hijau mendamaikan hati, akhirnya tiba di tempat pertemuan yang di setting dengan ketatnya protokol kesehatan.

Ternyata, belum waktunya makan. Musti meeting dulu hihihihi…. ya sudah ikuti saja kegiatannnya, lha wong baru jam 10.00 pagi kok…

Meetingnya berjalan lancar meskipun ada sedikit pegal mendera di ujung hidung karena tertekan dudukan face shield… maklum nggak biasa ditambah masker N95 yang ternyata kebagian ukuran kecil… atuh daun telinga ikutan pegal karena tertarik oleh tali pengait maskernya…. gpp ini semua sebuah usaha demi pencegahan di masa pandemi covid-19 yang tak berkesudahan.

Photo : Cikal bakal sambel dadak / dokpri.

Oh ya satu lagi sarung tangan kesehatan yang makin melengkapi penampilan dan tentu lebih aman…. Bismillah.. meeting dimulai.

Sang perut mulai bernyanyi, tetapi tanda tanda meeting masih terlihat cukup lama… aduh gimana ini… mencoba saja berdoa dalam hati… “Ya Allah semoga meetingnya cepet selesai… laparr ih”

Jeda istirahat hanya digunakan untuk shalat dhuhur saja, dan kembali dilanjutkan meeting, tanggung katanya.

“Aduh gimana ini?”

Tapi demi profesionalisme dan integritas maka tahanlah sang cacing yang meronta-ronta di dalam perut.. sabar kalian.

Menit demi menit berlalu hingga akhirnya tepat pukul 15.30wib acara meeting berakhir, Alhamdulillah.

Photo : Jengkol dan kacang panjang / dokpri.

Nggak pake lama, beres-beres secepatnya dan sesuai rencana, semua bergerak menuju TKP. Sebuah tempat makan pinggir kebun teh yang sudah direkomendasikan seorang kolega, RM Jablogan.

Meluncur…….

RM jablogan, sebuah tempat makan yang terletak di kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Lokasinya di pinggir jalan di tengah kebun teh, yaitu jalan dari Ciater menuju wilayah Sagalaherang Kabupaten Subang.

Ini yang moo lihat video singkatnya DISINI.

Sebenernya tempatnya terbatas dan beresiko melanggar protokol jaga jarak. Tetapi beruntung kami dapat posisi duduk lesehan yang tidak perlu berdesakan dengan pengunjung lain… yaa relatif aman. Apalagi kamu semua sebelum meeting memperlihatkan dulu hasil rapid tes masing-masing dan tentunya semuanya non reaktif.

Ada juga tempat duduk dengan meja kursi sederhana serta fasilitas mushola dan tempat wudhu yang lumayan enakeun…. nah yang menarik adalah bahan-bahan makanannya terlihat fresh, ada ayam, ikan gurame, ikan nila, cumi besar, tahu, tempe juga beraneka lalapan khususnya jengkol dan pete. Sambalnya berbagai rupa, dari sambel dadak, sambel terasi, sambal kecap dan sambal balado.

Jadi sambil menunggu sajian di proses, bisa jadi tontonan yang menarik. Video singkatnya bisa dilihat DISINI.

Akhirnya, setelah menunggu sambil bersendagurau…. hadirlah diatas nampan pilihan pesanan kami semua…

SERBU….

Photo : Skuad Maksi tertunda / dokpri.

Karena semuanya kelaparan, maka langsung ambil cepat-cepat meskipun ada juga yang tidak sesuai pesanan… yang telat mah nggak dapaat…

Video singkat sajiannya silahkan klik DISINI.

Selamat makan kawan… Bismillahirrohmaniirohim… Am am.. nyam nyam.

Sajiannya nikmat bangeet ditambah menahan lapar jadwal makan siang yang tertunda…. maka begitu cepat sajian hilang dari pandangan mata dan berpindah ke perut masing-masing. Wassalam (AKW).

NGABURUSUT – fbs

Tungtungna kitu…

FIKMIN # NGABURUSUT #

Tulisan fiksi singkat berbahasa sunda, fiksimini basa sunda (fbs).

Photo : Ilustrasi Leuweung Gènggong / doklang.

MARGAWINDU, akwnulis.com. Tengah peuting geus sasadiaan, meh wanci janari teu kudu riweuh deui, tinggal indit babarengan. Janari leutik ngagupay basa ngariung di buruan kacamatan, rèk indit ka hiji tempat sarèngsèna solat subuh jamaahan.

Geuning teu nyalahan, meletèk srèngèngè di lamping leuweung Margawindu. Brèh layon nu ditèangan dua minggu katukang, ngajepat handapeun tangkal, beleger.

Uing papelong-pelong jeung Babinsa nu sayagi nyekel kantong mayit keur mindahkeun layon, “Naha beleger kènèh nya jeung teu bau nanaon, pan geus lila leungitna”

“Alus kitu Ndan, jadi teu riweuh mindahkeun, tibatan mun geus bilatungan” Babinsa mairan.

Teu loba badami deui, genepan ngadeukeutan layon. Kantong mayit di amparkeun gigireunna. Leungeun sèwangan-sèwangan diselapkeun kana handapeun layon.

Hiji… dua… tilu!” Pak Kapolpos mèrè aba-aba sangkan babareungan ngangkat.

Leungeun babarengan diangkat, geuning layon tèh nampuyak. Kawas nangka buruk, ngabulaèh nyurucud. Bau hangru nu taya papadana nutup kana irung jeung pipikiran, eungap. Saacan titingalian poèk, karèrèt di juru tangkal, aya nu seuri sihungan. (AKW).

*****

ANGGER – fbs

Geuning angger waè….

Fikmin # ANGGER #

fbs : fiksimini basa sunda, sebuah tulisan fiksi singkat dalam bahasa sunda.

KACA NANGKUB, akwnulis.com. Isuk kènèh geus ngabosèh, meulah patalimarga muru hiji wewengkon nu jadi jugjugan balarèa.

Anjog ka tempat nu dijugjug, geus loba jelema nu marakè sapèdah. Ngahaja ngadeukeutan, ngaliwat lalaunan. Bener wè loba panon ningalikeun sapèdah Uing, maklum sapèdah mahal jieunan nagara èropah mèrkna BOSON.

Kitu ogè pas eureun, tuluy dilipet tujuh jadi sagedè dompèt. Dijingjing wèh. Nu narèmpo olohok mata simeuteun, aya ogè nu ngacay teu kuat nahan kahayang. Hatè bungangang, bagja pisan, kieu geuning boga sapèdah mahal.

Karasa hanaang, muru rèstoran nu sayagi kopi jeung roti. Karèk gè nepi ka deukeut panto, pagawè toko ngahulag, “Punten bapak, sapèdahna disimpen diluar”

Uing morongos asa teu dihargaan, “Manèh nyaho sabarahaan sapèdah ieu?… Makè wani-wani nyarèk?”

Pagawè cafè seuri, “Angger wè sapèdah, punten tunda diluar nya!”

Karasa nyeuit kana hatè, meuni teungteuingeun. Uing bedo meuli roti jeung kopi, tibatan dihina ku budak satepak. Sapèdah dijingjing ngajauhan, hanaang. (AKW).

***

EVAKIN, kerja, youtube & tiktok.

Hikmah evaluasi kinerja & EOM, jadi diajar youtube dan tiktok.

SUBANG, akwnulis.com. Melanjutkan tulisan tentang evaluasi kinerja bulanan bagi 12 BPR yang dipusatkan di satu tempat di Kabupaten Subang. Banyak suka duka dan cerita meskipun terkadang menuliskan dalam kalimat dan kata masih tersendat oleh kemalasan dan alasan kesibukan. Padahal memang sibuk dan agak malas nulis xixixixi….

Yang repot adalah persiapan acara dan lokasi meetingnya karena ini acara tatap muka perdana yang penuh dinamika dengan implementasi berbagai protokol kesehatan, lengkap bisa di baca di HIKMAH EVAKIN.

Disela-sela 4 hari tersebut, muncul juga tantangan lain yaitu kewajiban membuat testimoni video yang diunggah di channel youtube sebagai prasyarat kandidat EOM (employee of month) bulan agustus 2020 dengan batas waktu yang ketat…. wadaaw semangaat kakak…. tidak ada kata lain, yaitu SEMPATKANLAH.

Maka dengan segala kesempatan yang ada digelarlah syuting mendadak pake hape….. oalaaah, ternyata nggak cukup sekali… 5x gagal…. padahal cuman disuruh ngomong maksimal 1 menit… ampyun deh.

Alhamdulillah akhirnya bisa tuntas dan di upload di channel youtube, yang penasaran monggo di klik di PRASYARAT CALON EMPLOYEE OF MONTH.

Nah, ternyata efek sampingnya adalah melirik aplikasi lain yang berbasis video singkat dan ternyata lagi booming 3 tahun terakhir lalu hingga sekarang, yaitu TIKTOK.

Dulu pernah mencoba menginstal dan ikutan, tapi ternyata banyaknya hanya video singkat joget-joget nggak jelas dengan pakaian minim seperti berbikini atau baju tidur yang mengumbar syahwat…. langsung berhenti dan uninstal… unfaedah ini aplikasi.

Tetapi sekarang, pertimbangannya beda. Pertama dari sisi konten sudah variatif dan terdapat menu-menu pilihan minat ditambah sebagai bagian dari pengawasan terhadap anak dan ponakan yang beranjak remaja. Eh salah… anak masih balita… tapi juga udah seneng tiktokan…. nah ponakan-ponakan yang mulai ABG ternyata berkiblat di tiktok semuaaah….. jadi kita bisa ikut memantau konten-konten apa yang mereka tonton.

Maka dimulailah bikin akun baru serta upload video pendek kita…. caiooooo….. dan video yang diupload adalah dokumentasi kegiatan singkat baik kedinasan ataupun tentang hobby keseharian seperti urusan menikmati kohitala dan makanan yang menggugah selera dilengkapi sedikit kata-kata dan musik yang sudah tersedia……

Yang penasaran hasilnya silahkan di klik saja di :

1. EVAKIN BPR KARYA UTAMA

2. EVAKIN BPR INTAN JABAR

3 EVAKIN BPR MAJALENGKA JABAR

4. EVAKIN BPR CIPATUJAH JABAR

5. EVAKIN BPR CIANJUR JABAR

yang lainnya masih proses…. maklum amatiran hehehehehe.

Selamat menikmati dan bersama-sama menapaki perubahan zaman terutama era me-youtube dan tiktokan. Wassalam (AKW).

Wilujeng Milangkala FBS ka-9

Geuning teu karaos ku nyèrèlèkna waos… eh waktos.

CIMOHAY, akwnulis.com. Teu karaos geuning waktos nyèrèlèk ngantunkeun kahoyong. Niat mah kadang kala mandeg mayong, tapi juragan waktos mah tuhu kana papastèn.

Ngiringan gabung di ieu kempelan, nyawitan mah utag atog. Alhamdulillah ku bimbingan pinisepuh miwah wadya balad kapi fikmin tiasa ngawitan kutrat kotret carita basa sunda, upami teu lepat mah ti 2011-2012.

Alhamdulillah ayeuna mah ngadamel fikmin tèh langkung lami, da geuning waktos nyerat sareng idèu tèh sok pasalia. Antukna fikmin teu janten, aral nu aya hè hè hè.

FBS masihan nuansa wawargian nu kumplit. Diajar ngamumulè basa indung kalaksana ogè nambih wargi nu langsung loma. Silih èlèd tur diajar teu nyeri hatèan, alhamdulillah janten bekel pikeun nyorang kahirupan.

Wilujeng Milangkala FBS ka-9, hatur nuhun ka pupuhu, palawargi kapi fikmin nu tos mikanyaah teu nganggo pamrih, masihan pairan pondok tapi nyogok atanapi gorowok nu matak olohok.

WILUJENG MILANGKALA FBS KA-9.

Hikmah Jumpa Evaluasi Kinerja.

Sebuah hikmah dari pertemuan terbatas evaluasi kinerja.

Photo : Sesi Evakinbul PT BPR Majalengka Jabar / dokpri.

SUBANG, akwnulis.com. Perjalanan selama 4 hari yang lalu penuh dinamika dan suka duka. Diawali dari sebuah ‘nawaètu‘ memenuhi aspirasi beberapa pihak yang berharap bisa bertatap wajah bertemu phisik secara langsung karena di bulan – bulan yang lalu pertemuan terjadi hanya di layar laptop, PC dan smartphone dengan sebutan virtual meeting yang katanya ‘kurang chemistry karena tidak hadir dihadapan mata dan hati’ heuheuheu.

Padahal itu semua karena sebuah alasan mulia dalam menghindari penyebaran pandemi covid19 yang begitu masif tak pandang bulu bulu apalagi dalam agenda kerumunan yang membuat lengah siapapun jikalau sedang ‘meriung‘ bersama.

Nah, 4 hari ini…. eh 4 hari lalu dicoba dengan menerapkan konsep meeting yang sangat ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid19 jikalau berkeinginan hadir. Pertama adalah konfirmasi wilayah kerjanya bukan zona merah apalagi zona hitam. Bawa hasil rapid test terbaru dengan hasil non reaktif (inginnya hasil tes usap, tetapi lama hasilnya).

Photo : Cuci tangan dulu / dokpri.

Lalu di lokasi acara, disiapkan pengaturan kursi berjarak, tempat cuci tangan sebelum masuk ruang pertemuan. Di dalam di setting meja panjang 2 buah yang berpembatas plastik tinggi untuk menghindari droplet beterbangan selama diskusi. Serta semua wajib menggunakan masker medis plus face shield, bisa bawa sendiri ataupun pakai yang sudah tersedia di goodybag kesehatan yang disiapkan oleh PT BJB Tbk.

Pertemuan maksimal dilakukan hanya 7 – 8 orang serta durasi pertemuan paling lama 60 menit. Diusahakan seminimal mungkin kontak phisik, kontak berkas dan kontak bathin. Sehingga terkadang ada muncul rasa akward dan lucu manakala rapat dimulai dan semua pake face shield, masker dan setiap 15 menit menuangkan hand sanitizer ditangan demi sebuah pencegahan.

Photo : Sesi Evakin PT BPR Karya Utama Jabar / dokpri.

Setiap berganti peserta meeting maka pasukan langsung bersihkan meja kursi dengan penyemprotan anti bakteri. Menata kembali dan bersiap memanggil peserta meeting selanjutnya yang datang dari seantero wilayah jawa barat.

Selain itu, yang tidak bisa hadir langsung maka kegiatan evaluasi bulanan tetap berjalan melalui video conference dengan memanfaatkan waktu yang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Alhamdulilah, 12 BPR tuntas dilakukan evaluasi, tersisa 3 lembaga yang akan dilaksanakan via virtual meeting karena wilayahnya telah diterapkan PSBB yaitu di provinsi Banten.

Ucapan terima kasih tiada hingga bagi jajaran Direksi beserta staf dan Komisaris PT BPR Karta Utama Jabar yang telah all out memfasilitasi 4 hari kegiatan ini di wilayah Ciater Subang sehingga kegiatan evaluasi kinerja bulanan berjalan lancar tanpa halangan berarti.

Hikmah yang ada adalah kerinduan sedikit terobati karena bisa jumpa, meskipun dengan segala pembatasan yang ada. Hikmah lainnya adalah melatih diri untuk cepat beradaptasi dalam bersikap dan berperilaku dalam koridor AKB berdasarkan prinsip protokol kesehatan pencegahan cobid19 eh covid19 dan akhirnya adalah dapat memotret profile lembaga secara komprehensif dalam turbulensi usaha kali ini serta peran komisaris dalam mengawasi dan menasehati menjadi perhatian tersendiri.

Sebuah tahapan tatap muka terbatas ini relatif berhasil mengobati kerinduan perjumpaan secara phisik meskipun tanpa jabat tangan, pelukan formal serta cipika cipiki… apalagi berkerumun. Semua dibatasi demi sebuah ihtiar hakiki selama masa pandemi. Wassalam (AKW).