Belajar dari Kehilangan

Mencoba belajar dari sebuah proses kehidupan yang terjadi dalam kefanaan.

Sebuah kata yang begitu akrab dengan jalinan kehidupan, sering hadir dalam beraneka sesi perjalanan dalam kefanaan. Ya… karena sesuai kodrat kehidupan bahwa semua ada pasangannya, siang dan malam, atas dan bawah, senang dan susah, juga menemukan atau mendapatkan dan pasangannya adalah kehilangan.

Kehilangan asal kata dari hilang, kita semua pasti bersepakat bahwa hilang itu berarti sudah tidak ada lagi di rengkuhan kita, sudah tidak tahu ada dimana, juga secara phisik tidak terlihat oleh indera mata, telah jauh dari indera penciuman kita dan tentunya tak ada sayup tinggal senyap yang menghampiri indera pendengaran kita, lalu hanya memori yang merekamnya dalam relung kenangan yang begitu dalam.

Tingkatan kehilangan sangat variatif, dari mulai level kehilangan biasa, lebih kehilangan dan sangat sangat kehilangan. Ini tergantung dari dua faktor penting yaitu :

a. Seberapa besar pengorbanan yang dilakukan demi mendapatkannya.

b. Seberapa berharga keberadaannya

Jenis yang hilang itu bisa phisik juga non phisik, jika bicara benda maka kecenderungannya adalah kehilangan phisik dan sedikit psikis. Contoh barang yang pernah diberikan oleh seseorang dan terasa berharga. Disaat hilang maka 2 rasa tadi mendera, apalagi jika hubungan personal tidak ada masalah, tentu sulit untuk melupakan benda tersebut.

Jika yang hilang adalah mahluk hidup seperti binatang kesayangan, maka rasa kehilangan mungkin bisa tergantikan dengan membeli binatang yang baru, meskipun tidak mirip 100% tapi minimal dapat menggantikan dan mengisi ceruk kehilangan yang pernah terasa begitu mendera.

Yang lebih rumit adalah yang telah hilang itu adalah manusia, apalagi pasangan hidup yang telah berjuang bersama merajut rumah tangga hingga berpuluh tahun. Maka kehilangan atau kepergiannya dari sisi kehidupan kita, bukan hanya kehilangan phisik semata tetapi kehilangan psikis yabg terenggut terasa begitu berat dan menyesakkan dada. Ditambah lagi kepergian yang begitu tiba-tiba tentu semakin memperdalam palung kesedihan di samudera hati yang terdalam. 

Padahal kepergian seseorang dalam bentuk kematian adalah kepastian yang akan terjadi pada semua orang. Hanya satu sama lain tidak ada yang tahu kapan akan berpulang, kembali ke haribaan Allah Subhana Wataala.

Tahapan kehilangan itupun bermacam-macam, dimulai dari :

a. Tidak percaya

Dalam tahap ini jika benda maka akan terus dianggap ada dan diyakini dengan berbagai cara, tetapi jika manusia meskipun kita ikut melakukan prosesi pemakamannya tetapi seolah masih ada didekat kita, menemani dan serasa ada di sekitar kita apalagi jika melihat photo, video rekaman ataupun berbagai benda yang pernah menjadi saksi kebersamaan sewaktu masih hidupnya.

b. Mencari

Maka aktifitas yang dilakukan adalah mencari dan mencari serta terus berusaha mengembalikan keadaan harus seperti semula.

c. Kecewa

Ternyata akhirnya tidak bisa ditemukan dan kenyataan bahwa seseorang yang meninggal tidak akan kembali maka rasa kecewa dan marahlah yang membuncah hingga berujung pada kesedihan yang berlarut. Kecewa dan marah terhadap kenyataan & bersedih yang berlebihan, termasuk bisa saja terjebak untuk berburuk sangka kepada Allah Swt yang memberikan nasib memilukan ini.  Tahapan ini sangat perlu keseimbang jiwa dan kekokohan iman, karena bisa berakibat fatal. Psikis yang tidak stabil bisa mengakibatkan phisikpun terganggu. Bisa saja berakibat kejiwaan atau minimal sakit-sakitan karena tidak siap menerima kenyataan.

d. Pasrah  & menerima

Tahap akhir adalah pasrah dan berserah diri, meyakini bahwa kehilangan itu terjadi karena kita menemukan atau memilikinya. Jika tidak ingin hilang atau kehilangan, hindari memiliki benda ataupun bertemu dengan seseorang yang begitu berharga bagi kita.

Tapi tidak mungkin karena itu proses kodratiyah dan merupakan jalinan takdir bagi masing-masing individu. Cara terbaik adalah pertebal keimanan sehingga memberi motivasi untuk menggerakan nurani dan raga ini agar secara kaffah (komprehensif) berserah diri serta senantiasa percaya bahwa kejadian di dunia ini bukan random semata, tetapi merupakan gerakan dan gelimbsng ritmis yang telah diskenario oleh Allah Sang Maha Pencipta.

Jikapun ternyata untuk seseorang yang telah pergi dari sisi kita, telah lulus berjuang hidup di dunia fana. Cara terbaik disaat rindu dan ingin jumpa tak bisa tertahan lagi. Segera tundukan raga rapatkan nurani, bermunajat kepada Alkah yang maha sempurna, hamburkan untaian doa agar menjadi penyambung rasa penguat bekal bagi yang telah kekal di alam akherat.

Mari jalani tahapan kehidupan fana ini dengan berpedoman pada tuntunan agama sehingga disaat terjadi peristiwa tidak terduga seperti kehilangan barang ataupun terpisahkan oleh kematian, harus diyakini itu adalah skenario yang terbaik menurut Allah Swt. 

Wallahualam bisshhowab

@andriekw Cimohay23.23.190617

Ber-Levitasi di Pulau Belitung

Akhirnya sebuah cerita tentang kami, grup dadakan yang senang loncat-loncat meski usia sudah tidak muda tuk wujudkan photo-photo levitasi kami

Demi mewujudkan mimpi bersama untuk dapat menghasilkan photo levitasi terbaik kami, maka disaat yang memungkinkan di sela pekerjaan yang bejibun, kami berusaha membuat photo levitasi terbaik versi kami.

Agar hasil photo levitasi kami tidak terlalu mengecewakan maka lokasi pemotretan harus yang kereen. Meskipun kami kurang berhasil atau tidak berhasil melayang… yaa minimal jump shot di dapat atau paling minimal lokasi dan pemandangan yang ada tidak kalah ciamik.

Baca juga : 

  • Mimpi & persiapan betLevitasi

Maka…… eksotisme Pulau Belitung menjadi pilihan kami yang kebetulan mendapat kesempatan berkunjung ke sini dalam rangka menunaikan pekerjaan. Suatu kebetulan atau keberuntungan?… yang pasti harus disyukuri dan ditafakuri.

Perkenalkan anggota levitasi kami yaitu :
1. Mr P

Anggota kami yang pertama mr P, orangnya humoris dan pantang menyerah, kuat mental diketawain banyak orang tapi tetap cool. Wajah sumringah dan ceria. Berlokasi di pantai putih Pulau Lengkuas Belitung, loncatannya begitu membahagiakan kami.

Akhirnya nyerah setelah 25x loncat, “Nanti dicoba besok setelah tenaganya pulih kembali”, ujar Mr P sambil telentang ngos ngosan di pantai.

Dan…. ternyata kata-katanya menjadi kenyataan. Dengan background replika SD muhammadiyah Gantongnya Andrea Hirata, mr P berhasil loncat dan menghasilkan jump shot ciamik di dekat bendera. Hebaat!!!!

2. Mrs L

Dia anggota baru tetapi cepat belajar, mungkin juga karena tubuhnya ringan sehingga berhasil meloncat meski belum sepenuhnya melayang.
Good job mis!!

3. Mr K

Ini anggota lama dan sudah sehati dengan penulis sehingga cukup lompat sekali sudah berhasil melepas pijakan di pantai.

Tapi ternyata susah juga, semua butuh pengorbanan no pain no gain ceunah dan akhirnya berhasil melayang di atas pasir pantai Lengkuas Belitung.

Selanjutnya posisi hormat bendera berhasil didapatkan di halaman SDnya Laskar Pelangi meski belum sempurna berlevitasi yaa… minimal sudah mendekati.

4. Mr L

Ini sih jump shot, tapi lumayan untuk pemula. Dan ekspresinya sangat cocok seperti yang di kejar monster laut… tulung.. tulung.

5. Mr A

Sebut saja begitu, penulispun harus berpeluh dulu sebelum dapat gerakan loncat yang membanggakan.
Jump shot di pasir putih Pantai Lengkuas Belitung.

(Hampir) levitasi di SDnya Laskar Pelangi, tapi kok jadi bantet yaa?….

Lokasi di Kecamatan Gantong Belitung Timur.
Itulah cerita tim levitasi kami yang bernama PLLAK team, gabungan dari nana-nama depan kami.
Salam melayang

Salam jumpshot

Salam Levitasi
Ciaooo….

@andriekw 

Belitong15160617

Mimpi bikin photo Levitasi

Tulisan iseng demi sebuah mimpi menghasilkan photo levitasi

Niatnya ngikutin grup photograpy yang membuat photo melayang, melawan gravitasi. Grupnya disebut aliran levitasi. Untuk mewujudkan hal tersebut ternyata banyak faktor penentu. Diantaranya :

1. Niat.

Niat ini adalah faktor strategis utama karena bisa mendongkrak keinginan serta memberi motivasi lebih kepada siapapun yang ingin menghasilkan gambar photo levitasi terbaik. 

2. Daya tahan phisik.

Daya tahan phisik menjadi hal yang diperhitungkan karena proses pengambilan gambar harus didukung kemampuan loncat – loncat dan loncaaat yang mumpuni.

3. Tidak pemalu

Nah perilaku pemberani menjadi penting, apalagi pas lincat-libcat depan orang banyak. Klo anak kecil sih dimaklum atau Abege. Klo orang tua mah ntar disangka masa kecil tidak bahagia. Tapi demi hasil yang endeees blegedes mantaab, rasa malu ditekan dan loncaaat.. jepret.

4. Sarapan 

Faktor penting adalah isi perut dengan sesuatu, minumal segelas teh hangat atau kopi hitam tanpa gula. Jangan terjebak sarapan itu nasi dan kawan-kawannya lho guys. Bisa juga cuman setetes madu ditambah 2 sendok Virgin Coconut Oil. Ciaooo…

5. Pakaian

Harus diingat bahwa pakaianpun harus yang berbahan kuat. Khawatir pas melompat dengan gerakan tiba2 langsung robek, apalagi depan orang banyak. Bisa jadi bahan tertawaan dan memori kelam seumur hidup.

6. Kamera

Peralatan yang ideal adalah Kamera LSR atau D-LSR tapi asumsi itu bisa salah, karena dengan kamera smarphonepun bisa hasilkan photo levitasi yang bagus. Tinggal menghafalkan shutter lag nya dan pencahayaan yang pas, jadi deh.

7. Jempol sensitif.

Jadi sang ibu jari wajib banyak berlatih untuk memencet shotter atau layar Hape tepat waktu, karena urusannya detik demi detik.

Catatan terakhir adalah jangan terjebak dengan jump shot alias photo loncat. Levitasi itu loncat dengan seni, yaitu ekspresi datar, pakaian tidak tersingkap tetapi mengambang diatas bumi.

Udah ah segitu dulu.

@andriekw Cimohay_170617

Berburu Sunset di Pantai Tanjung Tinggi Pulau Belitung

Reportase sederhana berburu sunset di Pantai Tanjung Tinggi Pulau Belitung

Sore menjelang disaat raga menjejak area pantai tebing tinggi. Suasana relatif sepi dengan cuaca yang begitu bersahabat, sejuk dan sendu. Satu conter pengrajin

 batu satam menyambut kedatangan kami, menawarkan sensasi dongeng bahwa batu satam berwarna hitam itu adalah meteor yang pernah mendarat di bumi belitung. Wallahualam bisshowab.

Deretan batu granit menjulang menutupi hamparan keindahan. Menyambut dingin dan sunyi tetapi sungguh menarik hati. Disinilah sejarah  novel Andrea Hirata bermula. Kaki terus menjejak dengan cepat karena khawatir terlambat untuk menangkap detik penting rutinitas alam yang harus di abadikan.

Setelah meliuk dan menyelinap di sela-sela bebatuan. Kami seakan tertelan batu – batu raksasa yang siaga beratus tahun mula. Semua wajah ternganga melihat sajian sunset yang begitu menggugah asa. Warna kuning keemasan sang mentari menggapai ramah diangkasa serta terpantul sempurna di air laut yang tenang penuh cinta.

Batu-batu granit besar berkumpul dan membentuk kebersahajaan yang penuh sensasi. Hampir semua terpana dan berebut mengabadikan suasana atau siluet diri di ujung pantai tebing tinggi.

Naluri alami memberi instruksi kepada kaki untuk beranjak keluar dari kerumunan rombongan yang berebut selfi. Belok ke kanan mengikuti petunjuk arah, menjejak sejarah kaki-kaki mungil laskar pelangi yang bergembira mengisi hari. 

Segera menyelinap melewati gundukan batu. Disambut pemandangan air laut yang terjebak oleh bebatuan membentuk sensasi kolam jernih penuh keindahan. Ada seseorang yang sedang juga menikmati pemandangan, tak pelak ikut terabadikan.

Lalu bergerak lagi memanjat sedikit demi sedikit hingga tiba di ujung batu terbesar yang bersentuhan dengan permukaan laut, rasa syukur berkumandang dalam jiwa. Sungguh indah ciptaanMu Yaa Allah, terima kasih sudah memberi kesempatan waktu menikmatinya.

Duduk bersila sambil terus gumamkan dzikir, tak henti untuk memujiMu. Sesaat tersadar untuk segera mengabadikan momen penting ini sebelum rekan rombongan datang dan kembali berebut mengambil gambar. Segera Samsung A5 beraksi mengabadikan suasana yang begitu seksi memanjakan hati. Setelah puas berselfi diri segera memohon dalam doa, agar yang datang pertama adalah yang pintar memotret dengan gadget kekinian.

Jrengg…. doa langsung dikabul. Yang datang mbak tri sang guide ceria. Tanpa basa basi karena saling mengerti fungsi, langsung Samsung A5 beraksi mengabadikan diri bersama mentari yang semakin bersinar abadi.

Setelah selesai tidak lupa berucap terima kasih dan bergegas pergi karena anggota rombongan berduyun datang untuk berebut mengabadikan momen tenggelamnya mentari di pantai Tanjung Tinggi.

Note : Lokasi Pantai Tanjung Tinggi berdekatan dengan Lokasi Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung sekitar 26 km dari pusat kota Belitung Tanjung pandan dengan lama perjalanan 30 menit.
@andriekw 160517

Rumah Keong di Belitong

Sebuah kisah tentang salah satu spot wisata di pulau Belitong

Disaat bus kencang bergerak menuju arah mesjid untuk mengantar kami menunaikan ibadah shalat jumat. Di sebelah kiri terlihat terlihat empat bangunan lucu berwarna krem, setengah lingkaran dan seperti bergaris-garis. Spontan pertanyaanpun berhamburan, “Tadi bangunan apa yach?”.

“Itu rumah keong”, jawab mbak putri, guide setia selama kami beredar di Pulau eksotis ini. Mbak putripun melanjutkan, “Itu tempat wisata baru, ada yang menyebut rumah keong tetapi juga ada yang menyebutnya rumah rotan. Juga disebut dermaga Kirana. Nanti setelah sholat jumat kita menuju ke sana”. Semua mengangguk setuju. Bis akhirnya berbelok memasuki pelataran mesjid dan kami berhampuran menuju tempat wudhu untuk memenuhi syarat sebelum sholat jumat.

Sholat jumat sudah selesai, tidak ada aktifitas makan siang karena ini bulan puasa bulan ramadhan yang merupakan bulan istimewa bagi umat islam. Bus bergerak pasti melahap jalanan yang tidak terlalu ramai, meliuk gesit menuju tempat yang tadi menimbulkan kepenasaran kami. Hanya butuh 9 menit perjalanan, bus hijau berbelok arah kanan dan tiba di halaman luas hamparan tanah keras berwarna coklat. Bus hijau segera bersandar mendekati pepohonan demu mendapat sedikit sentuhan keteduhan.
Ternyata betul rumah keong adalah tempat wisata baru, yang dibangun dipinggir rawa yang sekaligus memiliki fungsi dermaga. Namanya kereen, dermaga Kirana, mengingatkan pada judul lagu Dewa 19. 

Bangunan krem yang berbentuk mirip rumah keong dibangun dengan kobstruksi baja yang dililit oleh rotan. Rasa penasaran meraba rotan yang terjalin nyaris sempurna. Tetapi saat telapak tangan bersentuhan, terasa permukaan rotan terasa halus. Maka rabaan meluas karena rasa penasaran, akhirnya muncul sebuah kesimpulan bahwa ini bahan sintetis berbentuk rotan, mirip bingitt apalagi kalau dari kejauhan.

Setelah berkeliling di dalam rumah keong, kaki menjejak menuju dermaga. Tersaji pemandangan alam yang memanjakan mata, bentangan air bening rawa memanggil untuk sejenak bercengkerama. Beberapa perahu bersandar, siaga untuk mengantarkan pengunjung yang ingin beredar mengelilingi kawasan rawa dengan biaya Rp. 250 Ribu per perahu dengan kapasitas sampai 10 orang. 

Ada juga perahu kecil warna warni yang gunakan tenaga kayuh. Tetapi sementara hanya menjadi penghias warna berbalut ceria. Tapi kalau mau nekat mungkin bisa digunakan hanya saja resiko tanggung sendiri.

Setelah mengabadikan berbagai pemandangan yang begitu memanjakan hati. Akhirnya waktu jua yang membatasi semua kesenangan ini, apalagi jadwal pesawat di bandara tidak mau kompromi untuk menunda. Langkah kakipun perlahan membawa raga meninggalkan area dermaga kirana.

@andriekw 160517

KEK pariwisata di Kab. Belitung

Laporan Kunker KEK Pariwisata Prov Jabar tanggal 15-16 Juni 2017 ke KEK Tanjung Kelayang di Kab. Belitung Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan diikuti oleh :

Pemprov Jabar : AsEkbang, KadisPerkim, KadisHut, KadisBun, KadisBun,KabiroDalbang, sekbanBP2D, SekdisKanla, BiroSPIBUMD. Pemkab Skbumi, Pangandaran & Sumedang. P feri + Topan PT Jasasarana, Alfian + Atikah BIJB, Saeful BJB, P agus PD Jawi, Arina R PT KCIC, BU Pangandaran.

Kegiatan Hari I, 15 Juni 2017

Pertemuan dg Bupati Belitung & Jajaran serta Kasubdit Asdep Kemenpar pa Burhan membahas ttg :

1. Best practise Pemkab Belitung dalam mewujudkan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang dalam waktu yang singkat hingga turun PPnya (kurun waktu 1 tahun)

2. Syarat penting KEK pariwisata agar segera terwujud ada 2 yaitu : Komitmen dan Kesediaan lahan.

3. Komitmen yg utama adalah leadership dari Bupati beserta jajaran SKPDnya khususnya Dinas pariwisata, unsur Swasta yang fokus mewujudkan bidang pariwisata sera memahami secara utuh potensi yang dimiliki daerah.

4. Pengusul adalah Badan usaha yg berbentuk Konsorsium serta memiliki semangat untuk memajukan daerah.

5. Rencana aksi untuk mewujudkan KEK pariwisata ini sudah berproses 10 tahun lalu dengan roadmap yang jelas dan fokus di satu bidang.

6. Meskipun APBD terbatas, tetapi SKPD bahu membahu untuk mendukung bidang pariwisata serta melobi provinsi dan pusat untuk dukungan anggaran.

7. Melobi pemerintah pusat & pihak lain untuk menjadikan pulau belitung sebagai tempat diselenggarakannya even – even nasional dan internasional sehingga lebih dikenal juga didukung penganggaran untuk pembangunan sarana prasarana infrastruktur yg mendukung.

8. AsdaEkbang prov Jabar menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan dalam rangka percepatan penyusunan proposal dari 6 KEK pariwisata yang akan diusulkan serta  memperkenalkan Tim kordinasi dan Tim perintis KEK pariwisata di Jawa barat.

Hari ke II, 16 Juni 2017

Kunjungan ke Lokasi proyek KEK Tanjung Kelayang dan Objek wisata.

1. Pertemuan dg manajemen proyek KEK pariwisata Tanjung kelayang bp Andri dari PT Belpi untuk Proyek pembangunan Hotel & resort oleh Sheraton grup 120 kamar dengan kondisi sedang perataan lahan dengan luas 7,8 Hektar.

2. Kemudahan yang diterima dari investor dlm format KEK adalah : insentif pajak untuk import bahan2 pembangunan, kemudahan perijinan spt ijin lokasi & IMB, kemudahan perijinan untuk konsultan dan pekerja dari luar negeri.

3. Dilanjutkan dengan mengunjungi objek wisata ke Pulau Lengkuas, pantai Tebing tinggi, pantai Tanjung pendam, musium kata & kecamatan Gantong kab. Belitung timur.

Informasi tambahan :

Pulau Belitung terdiri dari 2 kabupaten yaitu Kab belitung & belitung timur dengan jumlah penduduk 300 orang. Dg bandaranya

Bandara Hanajuddin Tj Pandan yang melayani 9x penerbangan ke jakarta.

Demikian laporan kami.

Wassalam

Pilraja di Amarta

Kacaturkeun nagara amarta ngawitan haréngréng ramé ku béja raweuy ku carita sabab raja nu percéka tos badé mungkas lalakon. Ngécagkeun kalungguhan pikeun méré luang jeung kasempetan kanu lian, luyu kana papagon langit nu teu bisa dipungpang.

Ngawitanna haneut kuku tapi beuki lami hawa hoyong jareneng téh asa beuki rongkah. Nu gumasép jadi réa, nu gumeulis beuki ngaluis, mapantes diri ogé ngabéwarakeun sorangan yén pantes jadi pamingpin. Panitia geus sayaga ngagelar saémbara, sarupaning sarat ngabéréndél keur sakabeh rahayat. Hiji prasarat nu wajib dipiboga sakabéh pamilon nyaéta jojodog, nu di jieun tina kai kaboa jeung teu meunang dipulas.

Sanggeus dibéwarakeun jadual saémbara keur ngaganti raja, ampir kabéh jadi loba kasibukan. Ti mimiti wakil raja, girang serat utama, panglima perang nepika komandan upas jeung guru désa tatan-tatan rék ngilu saémbara susuganan jadi raja. Rahayat kabawa riweuh da kudu ngilu kukurusukan ka leuweung neangan kai kaboa. 

Padahal éta kai téh geus suwung dimamana, ukur kari carita. Tapi birahi hayang kawasa mah teu bisa dipungpang. Leuweung larangang diranjah, maung jeung bagong ditalék sugan apal laratanna kai kaboa. Punggawa nagara pakasep kasep hayang kapuji, biasana nyelegon di enggon ayeuna mah leuwih remen kukurusukan. Nitipkeun jangji méré harepan ka sakumna rahayat nu dipanggihan.

Teu kudu nungguan lila, leuweung larangan amarta mindah rupa salin jinis jadi butak bulistir da di taluaran ku réa jelema néangan kai kaboa. Sasatoan nyingkah teu saeutik nu asup ka pilemburan, Amarta mingkin harénghéng.

Ingkang raja Amarta nu nuju jeneng ngarasa hemeng canpuh jeung sedih nempo nagara jadi kawas dirogahala………..

Aerobic diiringi lagu Arab

Jumat pagi disaat mentari mulai bergairah di cakrawala, halaman kantorpun tempat upacarapun berubah warna. Yang biasanya penuh nenjadi lautan kekhi, baju khas PNS atau sekarang disebut ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk upacara atau apel pagi. Sekarang yang hadir masyarakat umum penyuka dan penggiat aerobic atau juga yang kebetulan lewat dengan kostum berwarna warni, berbaju olahraga lengkap dengan sepatu warna ceria, very colourfull.

Musik aerobic membahana dan pop dangdut mengiringi gerak ritmis para penikmat senam untuk tak henti menggerakkan raga meraih bugar.

Tanpa disadari, kakipun ikut menghentak lantai seiring lantunan musik yang menghanyutkan. Sayang tidak bisa bergabung karena terikat dengan jadwal untuk segera bergabung di ruang meeting pagi ini.

Ternyata meeting ditunda karena tamu terjebak macet di Tol Cikampek. Ya udah.. kembali ke ruangan dan menikmati lagi tahapan aerobic yang sudah masuk sesi akhir. Sesi pendinginan. Tentu musiknya yang slow menggantikan medley dangdut koplo.

Tebak lagu apa yang mengiringi?.. lagu dan musik arab.. wow, bolehkah?.. agak risih juga masa lagu lirik arab dipake mengiringi areobic?… trus yang aerobicnya ada beberapa berpakaian merecet (bhs sunda : baju ketat, pas di badan).

Telinga dipasang lebih siaga mendengarkan lirik lagu tersebut. Soalnya klo sholawat udah sering dengar, klo ini kayaknya pop arab gituuu. Jadi musti berbaik sangka dan cek and ricek dulu (Tabayun). Biasanya yang gampang ngikutin nanti pas refrainnya. Bener saja, pas refrain terdapat beberapa kali ulangan kata ‘kun anta”. Nggak nunggu lama, langsung kontak mbah google.

Jreng…..

Ternyata itu lagu pop arab dari penyanyi asal Kuwait yang bernama Humood AlKhuder serta makna liriknya bersifat umum. Artinya bukan sholawatan atau puji-pujian kepada Allah SWT.

Untuk lengkapnya, nih hasil dari mbah google, ada blog yang berbaik hati menterjemahkan. Nich inih….

Lirik Arab & Latin Kun Anta – Humood AlKhudher

لأجاريهم، قلدت ظاهر ما فيهم

فبدوتُ شخصاً آخر، كي أتفاخر

Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim 

Fabadautu syakhsan aakhar, kai atafaa khar

Ketika ingin bersaing dengan yang lain aku ingin meniru sifat luar dan dalamnya. Jadi aku bisa menjadi seseoran lain dengan bangga.

و ظننتُ أنا، أنّي بذلك حُزْت غنى

فوجدتُ أنّي خاسر، فتلك مظاهر

Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina

Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir

Dan aku kira jika aku lakukan itu aku akan mendapatkan kelebihan, tetapi aku hanya mendapat kerugian dari sifatku itu.

لا لا

لا نحتاج المال

كي نزداد جمالا

جوهرنا هنا

في القلب تلالا

La la

La nahtajul ma la 

Kai nazdada jama la

Jauharna huna

Fi qalbi talala

Tidak tidak, kita tidak membutuhkan harta untuk kebagusan, mutiara ada disini, didalam hati ia bersinar.

لا لا

نرضي الناس بما لا

نرضاه لنا حالا

ذاك جمالنا

يسمو يتعالى

La la

Nurdhin nasi bima la

Nardhohu la na ha la 

Za ka jamaluna

Yasmu yataa’la

Kita tidak perlu memandang pandangan orang lain yang tiada, keadaannya nya tidak sama dengan kita. Itulah keelokan kita, semakin naik keatas

Oh wo oh… Oh wo oooh… 3x

كن أنت تزدد جمالاً

Kun anta tazdada jamala 

Jadilah diri sendiri, pasti akan menambah keelokanmu

Oh wo oh… Oh wo oooh…3x

كن أنت تزدد جمالاً

Kun anta tazdada jamala

Jadilah diri sendiri, pasti akan menambah keelokanmu 

لا لا لا لا لا لا لا لا

أتقبّلهم، الناس لست أقلّدهم

إلا بما يرضيني، كي أرضيني

La la la la la la la la 

Attaqabbalhum, anna-su lastu qalliduhum 

Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi ni

Tidak Tidak Tidak

Aku menerima mereka, tapi aku tidak meniru mereka

Kecuali apa yang telah kuterima dan aku menyukainya

سأكون أنا، مثلي تماما هذا أنا

فقناعتي تكفيني، ذاك يقيني

Sa akunu ana, mithli tamaman hazana

Fakona a’ti takfini, za ka yaqi ni 

Aku ingin menjadi diri sendiri, inilah kesempuranaanku

Cukup dengan hal ini, dan aku yakin itu.

Sumber : http://www.lirikterjemahnya.blogspot.com

Lega sudah rasa ini dan tiada suudzon kepada instruktur senam yang mempopulerkan lagu “Kun Anta” ini untuk sesi terakhir aerobic di halaman utama kantorku. 

La la la…..  

Wassalam (120517)

Kacapi salira

Jentréng kacapi kahirupan ngawirahma mulutan katresna. Nyulusup na dada mentok muru jajantung nu ngadadak ratug. Rasa kadeudeuh bet jadi nyaliara. Meulit kana uteuk ngabatek kahayang, jadi poho sagalana.

Padahal ukur sapira, wirahma rasa ngahaleuangkeun panineungan. Basa harita mimiti wawuh ka salira. 

“Punten bapa, kénging enéng ngiring diajar ngajentréngkeun kacapi?”

Éta pertarosan nu ngajentréngkeun sagala rasa. Témbok sakola nyakséni, kacapi daria bisa mawa bibit rumpaka keur ngagayuh dunya.

Sanajan sareng salira teu junun ka balé nyungcung. Tapi rasa nu ngajorélat dina lamunan, ngawangun kasono nu teu bisa dilisankeun. Ngagayuh ka janari, kacapi ditangkeup bari lalaunan diusapan.

5 poin target di Bulan Ramadhan 1438 H

​Assalamualaikum Wr Wbr

Puji dan syukur milik Allah SWT, kita bersyukur atas keberkahan dan rejeki yang berlimpah.

Shalawat dan salam untuk junjunan kita Nabi Muhammad SAW.

Tinggal menghitung hari untuk menyambut bulan Ramadhan 1438 Hijriah. Sebagaimana tercantum perintah Allah pada Qur’an Surat Albaqarah ayat 183.

Sebagai persiapan menyambut bulan ramadhan dibahas pada QS Ali Imran Ayat 16-17.

5 poin target di bulan Ramadhan adalah :

1. Asshobirin; menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Istilah sabar bukan berarti berdiam diri tetapi senantiasa bergerak. Karena pafa hakikatnya seluruh aktifitas kehidupan memerlukan gerak termasuk beribadah.

2. Asshodiqin; menjadi pribadi yang jujur dalam lisan, perilaku dan tingkah laku keseharian.

Dalam Hadist disebutkan bahwa jujur akan mengarahkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke sorga.

3. Alqonitin; menjadi pribadi yang taat dalam beramal sholeh. Tentunya berperilaku disiplin. Seperti membaca Alquran paling minim 10 ayat per hari, karena akan menjadi syafaat kelak di hari akhir.

Tantangan terberat adalah konsistensi dan sikap istiqomah pasca bulan ramadhan.

4. Almumfiqin; menjadi pribadi yang lebih peduli dan perhatian.

5. Almustagfirina bil ashar; memlakukan dan memperbanyak istigfar di waktu sahur, bertobat dari segala dosa yang dilakukan. Karena kematian semakin dekat.

Doa memasuki pagi hari yg dicontohkan Rasulullah SAW :

“Allahumma inni as aluka ilman nafia warizqon toyyiban waamalan muttaqobala”

Mencakup 3 permohonan penting yaitu :

1. Ilmu yang bermanfaat

2. Rejeki yang baik dan berkah

3. Amalan-amalan yang diterima Allah SWT

Demikian intisari pengajian shubuh minggu ini.

Wallahualam bisshawab

Mesjid Almuttaqin/08 Mei 2017/penceramah Ustd Cecep Firdaus

Wassalamualaikum Wr Wbr