Merenungi Kohitala.

Menikmati Kopi tanpa menghabiskan.

JAKARTA, akwnulis.com. Secangkir kopi hitam terdiam dihadapan, menunggu apa yang akan terjadi sebagai sebuah kelanjutan. Secangkir kopi biasa yang hadir karena sebuah acara, rapat kerja yang ternyata memiliki makna tentang arti suatu tahapan pembangunan yang perlu banyak hal dibicarakan.

Ada rasa bersalah karena kehadiran secangkir ini bisa berakhir sia-sia. Tadinya ingin menolak untuk tidak disajikan. Namun pelayan hotel sudah langsung membagi – bagi snack dan kopi atau teh di meja peserta. Semoga sajian kopuli ini  bukan hanya menjadi pemanis meja belaka tanpa memberikan kenangan rasa yang menjadi pembeda. Begitulah jika kehidupan ini dicoba dimaknai secara detail tahapan prosesnya. Karena jika tidak meyakini awalnya seperti apa, biji kopinya jenis apa, proses roastingnya bagaimana, menyeduhnya manual atau dengan mesin kopinya bagaimana hingga siapa baristanya, maka rasa galau yang akan hadir di sekitar amigdala.

Bukan sekali dua kali, pasca menikmati sajian kopi yang tidak tahu asal usulnya, maka perut atau tepatnya lambung  berkreasi… eh bereaksi dan memberikan rasa tidak nyaman berkepanjangan. Ya tidak bisa menyalahkan perut juga tetapi sebuah kebiasaan yang telah membentuknya.

Kembali termenung menatap secangki kopi hitam yang disajikan tanpa gula sesuai permintaan. Ragu melekat dan kembali terdiam sambil konsentrasi membagi indera dengan berusaha mendengarkan para narasumber yang terlihat kompeten di bidangnya masing-masing.

Perlahan cangkirnya diangkat dan di dekatkan ke bibir, lalu sruput dikit untuk mencoba bagaimana rasa dan kelanjutannya. Mudah ditebak, ini akan berakibat jika dilanjutkan. Maafkan atas ketidaktuntasan menghabiskan kopi sajian rapat kali ini.

Tapi jangan khawatir, kehadiranmu hai secangkir kopi hitam tanpa gula tetap memiliki nilai dan makna. Sebuah jepretan kamera smartphone ini bosa mrnjadi abadi, apalagi dipadupadankan dengan refleksi pantulan atau bayangan lampu hias hotel yang luxury memberi kesan mewah dengan nuansa keemasannya.

Hikmah yang didapat adalah selalu berusaha melihat sisi baik dan sisi hikmah dari semua keadaan, berbagai kejadian yang menjadi kenyataan. Pasti memiliki sesuatu yang menjaga kita untuk senantiasa bersyukur dan belajar bagahia eh bahagia.

Selamat sore semua, mari kita sedikit menghela nafas dalam istirahat sore. Sebelum nanti malam berjibaku kembali dalam meeting yang perlu konsentrasi serta kebersamaan. Wassalam (AKW).