Manual brew Arabica Malemdiwa

Nikmati kohitala aceh malemdiwa.

CIMAHI, akwnulis.com. Setelah sekian lama jarang posting tulisan sajian manual brew dengan V60 di rumah, maka kali ini kesempatan itu tiba. Tentu itupun disela-sela jadwal hari minggu yang padat merayap… heuheuheu gaya ya, kayak yang sibuk. Padahal biasa aja kok.

Jangan tanya aktifitas pagi ngapain ya, karena pasti kalau dijawab maka akan ditanggapi beragam. Jikalau sibuk tugas kerjaan kantor di sabtu minggu, maka labelling TKW (tenaga kerja weekend) yang tersemat. Namun jika sibuknya menemani anak kesayangan untuk beraktifitas juga bersama istri tercinta maka muncul komentar BUCIN dan sebagainya.

Yang penting adalah “work life balance” sebuah bentuk kesimbangan yang dinamis antara tugas pekerjaan dan kehidupan pribadi khususnya pola hubungan kebersamaan dengan keluarga.

Maka disaat kesempatan itu hadir, jangan sia-siakan kawan. Keluarkan dan hadirkan semua perlengkapan yang ada. Mulai dari teko kaca kesayangan, filter flat bottom, kertas filter dan jangan lupa beannya dong. Khan ceritanya mau nyeduh kopi manual.

Kopi yang akan di eksekusi, eh diseduh manual kali ini adalah kopi arabica peaberry Gayo Aceh merk malemdiwa coffee pemberian om DaLex. Tetapi tidak bisa terlalu mengexplore karena susah berbentuk bubuk siap seduh. Ya sudah kita syukuri saja, lha wong ini khan pemberian.

Maka siapkan air panas dan sendok takar 15 gram. Tidak lupa aor panasnya melumuri dulu kertas filternya sebelum bubuk kopi gayo ini mengisinya untuk siap berekstraksi mewujudkan sebuah rasa yang hakiki.. jeng jreng.

Air panas yang sudah mendidih langsung dituangkan di teko kaca. Bersiap untuk menyeduh bubuk kasar kopi yang menanti diatas kertas filter putih nan bersih. Langkah pertama adalah menuangkan air panas pada kertas filter yang ada. Baru langkah kedua adalah menuangkan air panas diatas bubuk kopi yang sedari tadi menanti.

Currr….

Rasa harum menyambar hidung, menusup ke otak sehingga memberi sejumput kedamaian, ahaay bahasanya. Putaran kanan teko kaca melengkapi prosesi seduh manual ini. Hmmm nikmaaat.

Tetesan cairan kopi yang dinanti sudah hadir menapaki bejana kaca. Kebeningan coklat hitam yang menggoda. Tanpa perlu lama, maka dituangkan di cangkir pyrex kesayangan. Siap dinikmati…

Sruputttt…. hmmmm sebuah rasa memenuhi dahaga ngopay kali ini. Ada rasa lembut yang menyapa mulut dan seulas kesegaran. Body coffeenya medium cenderung bold, acidity stabil dan aftertastenya agak sulit mengidentifikasi, tapi kayak stawberry dan jeruk lemon. Tapi nggak yakin ah, coba sruput lagi.

Srupuuut.. enak tenaan. Mbulet gitu si rasanya, tidak tajam menghenyakkan usus. Meskipun keharumannya relatif standar saja. Tapi yang paling disyukuri adalah momentum untuk bisa nyeduh kopi manual dengan kopinya yang hadir jauh dari aceh mengarungi perjalanan yang tidak sebentar. Selamat sruput hari ini dan jangan lupa untuk bersyukur. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: