Kopi Kelapa.

Sruput kopi dan air kelapa, nikmat tiada tara.

BULAKLAUT, akwnulis.com. Sebuah momentum penting dan nikmat dalam jalinan kisah kehidupan ini adalah disaat angin berhembus menembus dedaunan dan secangkir kopi hitam tanpa gula sedang menempel di ujung bibir. Tinggal sedikit bergerak, maka kenikmatan kopi melengkapi sejauh mata memandang deburan ombak pantai selatan.

Apalagi raga ini terasa segar dilindungi oleh keteduhan pepohonan yang rindang dan rapi berjajar sepanjang pantai. Ditemani secangkir kopi dan sebutir kelapa muda segar yang jatuh dari pohonnya… halaaah jangan ngarang, kelapa mudanya khan memang beli dari ibu-ibu tukang dagang.

Sruputan kopi hitam bergantian dengan air kelapa muda yang segar disertai selaput kelapa muda yang ‘lumèho’ atau seperti lendir maka kenikmatan semakin lengkap memanjakan lidah dan rasa dalam momen mengkopi eh mengopi kali ini.

Ah celoteh singkat ini tak berlanjut karena mulut dan lidah lebih memilih memaknai rasa air kelapa dan segelas kopi yang penuh arti. Srupuut…. Alhamdulillah. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

One thought on “Kopi Kelapa.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: