PATAH TULANG 2

Cerita nyata sambungan dari cerita PATAH KAKI…

CIMAHI, akwnulis. Inilah kisah selanjutnya dari cerita PATAH MENYILANG yang terjadi senin (17/01) lalu. Sebuah pelajaran berharga dari sebuah kejadian.

(Ini cerita kisah nyata ya…. )

Hayu kita lanjutkan…

Apel pagi telah usai dan dilanjutkan briefing santai sambil berdiri bersama pak bos dan rekan – rekan struktural. Sambil diselingi tertawa, pembicaraan mencair jauh dari kesan formal. Beberapa informasi lanjutan tersampaikan dan intruksi pimpinanpun hadir untuk dilaksanakan.

Namun di saat akan merubah posisi kaki kiri, terasa linu menusuk hati. Datang dari telapak kaki kiri di pinggir kiri. “Wah kayaknya bener ini keseleo.”

Karena sakit semakin tidak tertahan, beringsut ijin untuk mendahului memasuki ruangan. Ternyata setapak demi setapak langkah kaki begitu menyakitkan. Peluh mulai hadir menandakan raga menahan dengan keterpaksaan. Tapi jangan galau, mari lawan kesakitan ini dan berihtiar untuk penyembuhan.

Punten, panggil Pak MSR” Sebuah permintaan meluncur dari mulut ini dan langsung ditanggapi rekan-rekan. Pak MSR ini adalah pegawai di kantor yang juga punya keahlian memijat urut serta membantu salah urat, keseleo dan aneka kepegalan dalam raga kehidupan.

Tak pake lama, pak MSR hadir dengan minyak zaitun sebagai senjatanya. Tangan terampilnya segera memegang telapak kaki kiri dan menjelajahi kemungkinan urat – urat yang bergeser akibat ‘tijalikeuh‘ tadi.

Ada rintihan dan beberapa teriakan tertahan di saat proses urutisasi terjadi. Sebuah harapan terpatri, semoga segera membaik karena tugas strategis menanti.

Tugas strategis apakah?”

Tugas strategis banyak atuh, sesuai peran dinas. Namun minggu ini sebuah rapat kerja dengan Komisi II DPRD Provinsi Jabar menjadi prioritas, yaitu pembahasan tentang raperda inisiasi desa wisata dan Neraca Satelit Daerah… yang lokasinya di ujung selatan sukabumi tepatnya di kawasan Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi.

Maka kondisi kaki yang tijalikeuh tidak menghalangi keberangkatan, meskipun tentunya ada sebuah rasa ‘nyanyautan‘ sepanjang jalan selama kurang lebih 7 sampai 8 jam.

Cara mengalihkan rasa sakit tentunya dengan melakukan aktifitas yang menjadi hobi pribadi, yaitu menikmati sajian kopi dan mendokumentasikan dalam bentuk tulisan di blog www.akwnulis.com serta membuat video yang selanjutnya di upload di kanal yutub @AKWchannel.

Hasil tulisannya bisa dibaca di KOPI HITAM & LAUT UJUNG GENTENG dan KOPI HALU BANANA – Pelabuanratu serta PAKANCI – fbs.

Nah untuk video di kanal youtube ada beberapa yang dibuat yakni : MENIKMATI KOPI DI PALABUANRATU SUKABUMI lalu UJUNG GENTENG – CILETUH : mantay kerja kerja monitoring ngopi.

Alhamdulillah tugas dinas yang diemban bisa dituntaskan berlokasi di ruang pertemuan villa ujang ujung genteng, meskipun dengan setelan sebelah kaki menggunakan sendal jepit karena kaki kiri ternyata bengkak dan linu – linu setiap digerakkan plus semaleman sulit tidur karena ternyata sakitnya itu semakin meningkat. Param kocok dan obat oles sedikit menghibur dan mengalihkan rasa sakit tersebut.

Tentunya satu hikmah bahwa kesakitan ini mengingatkan diri bahwa diri ini adalah mahluk lemah yang tiada daya upaya tanpa kehendak Allah Sang Maha Pencipta. Hanya terkilir eh tijalikeuh saja, betapa segala aktifitas terganggu dan terasa tersiksa. “Alhamdulillah cuma kaki kiri yang terkilir, bagaimana kalau dua-duanya?”

Nah setelah tuntas bertugas, maka selasa sore (18/01) bertolak kembali ke bandung menempuh perjalanan panjang nonstop 7 jam 12 menit dengan tentunya menahan sakit di kaki kiri yang terlihat tidak baik – baik saja.

***

Suasana pagi hari di halaman RS Halmahera Bandung sudah ramai kendaraan dan lalu lalang orang. Dibantu sang Driver untuk registerasi pasien baru, maka tinggal duduk manis di mobil dan setelah menunggu sekitar 35 menitan, baru beringsut masuk dengan tertatih-tatih.

Prosedur periksa tekanan darah dan keterangan diri, isi formulir, dipanggil suster, diperiksa dokter, disuruh rontgent, balik lagi ke dokter… daan… inilah hasilnya : ruas tulang kedua diatas jari kelingking kaki kiri patah menyilang.

Astagfirullohal adzim, patahnya menyilang dan menghasilkan 2 ujung tajam”

Tanpa banyak diskusi, pak Dokter dengan lugas dan singkat meminta operasi segera karena beresiko radang dan merusak jaringan. Resep dituliskan dan keluar dari ruang dokter menuju ruang administrasi… nah ini yang degdegan… bukan untuk ambil obat dan bayar rawat jalan tapi… estimasi kemungkinan operasi serta biayanya yang ternyata mendebarkan hati.

Benar saja, biaya obat-konsul-rontgen hari ini dibawah 1 juta, namun estimasi jika operasi disini sekitar 50jtan cukup menyesakkan… duh aya-aya wae.

Berbagai pertimbangan hadir di benak ini, meskipun rasa sakit mendera namun tindak lanjut segera menjadi utama. Maka diskusi dengan istri sudah pasti, kontak agen asuransi juga dilakoni termasuk opsi apakah cukup ke ahli patah tulang saja?… semua berseliweran di kepala. Tapi nanti dulu… ini mewakili pimpinan di acara IKAPI juga menanti… ya udah meluncur dulu dengan tertatih dan meringis tapi tetap tugas harus dilaksanakan karena belum mengajukan ijin cuti…. (BERSAMBUNG).

***

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: