Cabe Rawit & Mie Rebus.

Nikmat meskipun beda…

Bandung, akwnulis.com. Sebuah temuan kejadian hari ini menambah khazanah wawasan tentang makna perbedaan. Sebuah perbedaan yang sebetulnya hadir dari kesamaan, namun karena satu hal maka menjadi aliran yang berbeda.

Selama ini yang paling hits khususnya di dunia kuliner itu adalah aliran makan bubur yang terbagi menjadi 2 aliran garis datar yaitu aliran dicampur bin diaduk dan tidak dicampur. Begitu hakiki para pemegang aliran ini sehingga terkadang saling menyerang dengan kata dan emoticon dilengkapi aneka alasan pembenaran masing – masing, seru deh.

Padahal yang harus dimaknai dari kedua aliran makan bubur ini adalah makna bersyukur. Yup sekali lagi adalah keduanya harus bersyukur masih bisa merasakan nikmatnya makan bubur, sementara di tempat berbeda masih ada seseorang yang kesulitan mencari sesuap nasi eh sesuap bubur.

Nah kali ini temuannya sederhana, maaih di wilayah icip icip kulinerisme, karena mirip dengan 2 aliran makan bubur. Tetapi prinsip bingit karena berakibat terhadap suasana extreme di sekitar mulut. Kasusnya adalah… aliran menikmati mie rebus dan telur plus irisan cabe rawit.

Aliran pertama adalah aliran makan mie rebus plus telor dengan irisan cabe rawit dicampur, pasti nikmat. Panas dan pedas menyatu dalam aliran rasa, membuat mata terbelalak dan tentunya ada rasa yang menyentak. Cocok bingit dinikmati sambil memandang gerimis yang terus membasuh bumi agar kelimis.

Aliran kedua, ini yang agak membuat dahi berkerut. Yaitu aliran makan mie rebus plus telor tetapi irisan cabe rawitnya dipisah. Jadi makannya cabe rawit dulu, baru menyendok mie rebusnya….  sempet ditanya apakah ada hubungan dengan burung merak yang suka cabe rawit atau lagi kesurupan?.. ternyata tidak. Semua baik-baik saja dan jawaban singkatnya, “Ini adalah pilihan saya, kenapa jadi urusan kamu?” Sambil sedikit melotot.

Udah deh nggak berani lagi nanya, takut disemprot potongan cabe dari mulut yang berbuncah. Serta tatapan tajam ala paddington.

Satu hal yang penting, bahwa menghormati prinsip orang lain adalah salah satu cara menjaga hubungan dengan orang lain. Jadi ya sudahlah. Meskipun terus terang kawan, masih penasaran dengan tindakannya memakan potongan cabe rawit tersebut. Tapi itulah kenyataan, …

yuk ah nambah lagi pesan mie rebus plus telurnya.. lagian hujan masih terus mengguyur seperti enggan berpisah dengan kesenduan malam.

Lebih baik berhenti sejenak menunggu semua reda sambil menikmati sajian hangat dan memaknai dua aliran berbeda dalam icip icip mie rebus hangat yang nikmat tiada tara. Selamat malam, Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s