Javanese Puntang Wine lagi..

Kopi dingin siapa takut?..

INDONESIA, akwnulis.com. Siang terik memerlukan padanan yang menarik, sajian minuman alami yang tetap memiliki sejuta misteri. Pilihannya tidak jauh – jauh, pasti Kohitala, kopi hitam tanpa gula dan disajikan denga proses manual yang menjaga kemurnian hasil ekstraksi.

Sehat dan tidaknya sebenernya masih silang pendapat, tetapi yakinilah jikalau hanya unsur kopi yang hadir maka tentu minuman ini lebih bermanfaat dibandingkan dengan aneka campuran seperti gula, susu, krimer, syrup dan berbagai bahan tambahan lain.

Mungkin di mulut enak, tetapi kandungan zat lainnya bisa mempengaruhi metabolisme tubuh. Apalagi terlalu banyak…. sesuai hukum alam, terlalu banyak itu beresiko, termasuk terlalu banyak mikirin kamu, padahal kamu mikirin yang lain…. khan jadi nggak nyambung.

Padahal keduanya yakin lho, yang satu yakin dengan pilihannya dan yang dipilih ternyata yakin juga bahwa ini bukan pilihan…. lieur pan.

Itulah kehidupan, penuh dinamika dan kejutan apalagi bicara hati dan selera anak manusia, pasti nggak ada habisnya klo dibahas satu persatu.

Karena panas terik, maka sajian yang pas tentu kopi dingin…. manual brew kopi arabica puntang wine yang diseduh dengan filter V60 lalu menetes di bejana kaca yang telah dilengkapi kotak kitak kecil es batu yang bercahaya… tes tes tes tes… menghasilkan sajian javanese coffee yang menyegarkan.

Sruputtt….. suegeeer preeen.

Bodynya medium ke bold dan acidity yang memberi ketegangan rasa karena cukup tinggi, dilengkapi after taste kecut dan ninggal, seperti rasa tertolak dikala menyatakan perasaan… adaaw galaaw.

Srupuut… hmmm segerrr.

Selamat menikmati kesegaran di suatu tempat yang masih dirahasiakan, yang penasaran DM dan japri aja yaa.. yang pasti masih di Bandung Raya. Wassalam (AKW).

Menikmati Medsos.

Yuk ah update status…

Menikmati medsos / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala senja mengantarkan keteduhan, maka jemari kembali menari untuk berkarya. Merangkaikan jalinan kata-kata menjadi sebuah mantra kehidupan, yang memberi ketenangan dalam gejolak gelisah di dunia fana yang akhirnya berujung perpisahan.

Kali ini ada rasa tergelitik di saat mendapatkan keluhan atau aduan, eh bisa juga curhatan yang terkait dengan media sosial alias medsos.

Intinya sederhana, bahwa rekannya yang bukan tugas pokoknya ternyata eksis di medsos dengan posting photo-photo kegiatan yang memperlihatkan kedekatan dengan pimpinan sekaligus menjadi atau melaksanakan tugas yang (dianggap) bukan tugasnya. Dilengkapi dengan caption photo yang mendukung.

Bapak jangan diam saja, tegur dong. Ini khan pelanggaran, dia sok dekat dan sok sibuk, sementara orang lain yang juga terlibat dan aktif dalam kegiatan, photonya tidak dia tampilkan!!”
Nada memelas tapi provokatif bertubi mendera indra pendengaran.

Terus…?
“Itu dulu aja pak, intinya saya nggak terima perilakunya”

Sesaat tersenyum dan mendiamkan dulu sang waktu berlalu, merayapi detik dan menit  sambil mensyukuri nikmat waktu yang tak akan kembali.

Hening….

Lalu setelah dirasa cukup menyerap energi waktu, maka dijelaskanlah dengan perlahan tapi tegas tentang fenomena yang dihadapi ini… adaw fenomena…

Pertama, Slow saja bro. Jangan terlalu reaktif dengan postingan media sosial orang lain. Lagian ybs memposting gambar, video, atau photo itu di medsos pribadi. Jadi bebas saja ybs mau posting apa saja, mau pamer harta, pamer kedekatan, pamer kekuasaan atau segala macam photo atau video yang ada. Tidak usah merasa terganggu. Betul nggak bro?…. klo pengen ikutan, ya pamerin juga galeri photo kita di medsos masing-masing.

Kedua, klo emang masih nggak nyaman. Ya tinggal ikutan aja. Pamerin kelebihan kita, kesibukan, kekayaaan, kedekatan kita dengan siapa di medsos pribadi kita. Beres… khan jadi 1 : 1. Sama – sama pamer di medsos masing – masing.

Ketiga, ehh udah ngelakuin langkah kedua ternyata masih panas ati dan nggak nyaman… berarti jelas ini adalah positif iri dan dengki sama tuh orang hehehehehe….

Sang pengadu tersenyum simpul dan agak menunduk, sambil berkata lirih, “Jangan-jangan saya yang iri ya?”

Itulah fragmen kehidupan sore ini, jangan terlalu reaktif dengan keaktifan seseorang di medsosnya. Belum tentu yang ditampilkan adalah yang sebenarnya, selamat sore kawan. Wassalam (AKW).

SURABI HANEUT – shotm

Sarapan Yuk…. sarapan nikmat berkarya hebat.

SHOTM / dokpri.

Padalarang, akwnulis.com. Pagi hari tiba memberi kesempatan kita untuk berkarya. Senin pagi adalah rutinitas yang harus didampingi oleh semangat untuk menyongsong tugas – tugas minggu ini.

Meskipun sebetulnya ada sejumput lelah, dan kemalasan karena ternyata sabtu dan minggu kemarinpun tetap bekerja, bukan digunakan bercengkerama dan melepas lelah dengan keluarga tercinta. Tetapi kembali harus dimaknai bahwa pengorbanan dan kesabaran ini memiliki makna dan hikmah bagi semua.

Sebagai mood booster di pagi hari ini, tentu seduhan kopi hitam tanpa gula dan panas agak kurang pas, apalagi perut belum terisi makanan sedikitpun. Khawatir sang lambung terkaget-kaget dan bereaksi dengan otot kontraksi ataupun asam protein yang berubah menjadi ketidaknyamanan yang menjengkelkan.

Maka dipilihlah sajian makanan yang bisa tersaji dengan cepat, memiliki unsur karbohidrat dan sedikit protein plus rasanya juga tetap enak.

Pilihannya jatuh kepada sajian makanan tradisional jawa barat yang dilengkapi toping kekinian, yaitu SURABI HANEUT.

Perpaduan tradisional dan kekinian itu adalah pilihan menu surabi haneutnya. Kali ini dipilih Surabi Haneut Oncom Telor plus Mayoneis (SHOTM)… kelihatannya enak.

Ternyata bener kawan, datanglah surabi yang berlumur mayoneis warna kuning ke-orange. Oncom dan telornya tersembunyi. Tetapi setelah dibelah dan dicicipi, maka rasa paduan oncom dan telurnya terasa pisan dilengkapi dengan rasa mayoneis yang khas. Lengkap sudah, Alhamdulillah.

Nyam nyam… selamat sarapan kawan. Sempatkanlah sarapan di pagi hari ceria, agar badan tetap segar dan perut (agak) kenyang sehingga lebih fokus dalam mengerjakan tugas – tugas yang ada dihadapan. Selamat Pagiiiii… Wassalam (AKW).

LATTE ALA-ALA – asmoel bean.

Beannya hadir, giling dan seduh kawan.

Latte Ala-ala / Dokpri.

Cimahi, akwnulis.com. Sebungkus biji kopi hadir di hadapan tanpa basa basi, dengan sejumput catatan ‘hatur lumayan, mangga cobian’ (Silahkan dicoba)… Alhamdulillahirobbil alamin.

Maka sesuai harapan sang pemberi, harus segera diekstraksi agar hasilkan cairan hitam penuh arti yang membuahkan aneka rasa serta berbagai arti dari rasa yang segera hadir tak perlu menanti.

Bean 13gr x 2 langsung di grinder kasar untuk kepentingan manual brew.

Peralatan peracikan sederhana disiapkan, kertas filter sudah hadir dan dibasahi air panas terlebih dahulu untuk mereduksi sisa-sisa proses kimiawi. Air panas 90° celcius juga ready dan proses manual brew pun terjadi… currrr… tes tes tes.

Bejana bening mulai terisi cairan kopi bersih tanpa ampas, tentu sebentar lagi siap dinikmati. Asyiik.

Setelah tuntas di bejana, maka dialihkan ke cangkir untuk dilakukan tester, apakah rasa yang hadir sesuai ceritanya?..

Panasnya seduhan kopi memang segar, bodynya medium dan acidity less dengan aftertaste relatif flat… wah ini kelihatannya mix arabica bean dan robusta. Maka perlu diberi sentuhan akhir berupa foam susu hangat yang akan menggelorakan rasa menjadi latte ala-ala.

Kebetulan di kulkas ready, maka susu dingin dihangatkan dengan uap panas sekaligus mengocok halus hingga akhirnya hadirkan busa-busa kenikmatan.

Lalu perlahan tapi pasti, digabung diatas cangkir dan hasilkan sajian kopi kohitala plus foam susu dengan nama LATTE ALA-ALA Asmoel bean. Asmoel bean adalah penjelasan dari mana biji kopi ini hadir, yaitu dari pak Asmoel hehehe… karena tanpa merk maka kita kasih nama saja.

Latte Ala-ala / dokpri

Srupuuut…. nikmat dan segaaar. Meskipun bukan kohitala murni tapi sedikit sentuhan akhir bisa memberi sensasi kenikmatan. Alhamdulillah. Happy weekend kawan, Wassalam (AKW).

SALAD Merdeka..

Maksi & Teriak merdeka.

BDG, akwnulis.com. Semarak semangat kemerdekaan menggema di seantero nusantara dan inilah momentum kebersamaan untuk bahu membahu di masa prihatin ini.

Begitupun perayaan HUT RI ke 76 ini adalah tahun kedua di masa pandemi. Maka acara upacara formal, segala permainan dalam kemeriahan plus kerumunan harus diubah dalam format berbeda.

Yang penting kemeriahan tetap terasa dan rasa patriotisme tetap membara. Betapa kemerdekaan ini diraih dengan segala pengorbanan pejuang bangsa, sudah kewajiban kita untuk mengisi dan menjaga kemerdekaan ini tetap abadi.

Begitupun dengan menu makan siang kali ini, harus senada dengan semangat merah putih. Maka penyesuaian segera dilakukan dan aksesoris pendukung yaitu masker merah putih bertuliskan 76 tahun RI menemani sajian sehat ini.

Nyam.. nyam.
MERDEKA. (17/08/21)

Sisa – sisa salad merdeka / dokpri.

Gambar kedua adalah dokumentasi sisa salad yang hampir habis dinikmati. Sebelum tandas, photo dulu. #cekrek.  Wassalam (AKW).

Sajak MERDEKAKU

Dirgahayu Negeriku…

Upacara Online Pengibaran Bendera / dokhumparbud.

Sejak pagi berseragam korpri
Kumpul bersama demi sebuah janji
Tunaikan tugas untuk menghadiri
Upacara peringatan Kemerdekaan RI

Angka 76 menjadi kebanggaan
Suatu semangat untuk perubahan
Indonesia tangguh adalah harapan
Indonesia tumbuh adalah keharusan

Aneka acara formal tetap dengan batasan
Karena covid masih mengendap mencari sasaran
Konsep hybrid menjadi pilihan
Jaga jarak dan prokes ketat adalah pedoman

Upacara online menjadi pilihan
Berusaha Khidmat adalah perjuangan
Tapi yang utama adalah keyakinan
Bahwa Kemerdekaan ini bukan diraih dengan kemudahan

Hormaat Grak di Upacara Penurunan Bendera / dokpri.

Mari mengisi dengan semangat kebersamaan
Saling bahu membahu untuk kemajuan
Hancurkan ego dan berpegangan tangan
Dengan bersama-sama menggalang kekuatan

Upacara penurunan bendera menjadi penutup hari
Kembali berkhidmat dalam tahapan proporsi
Angkat tangan untuk menghormati
Merah putih yang abadi

SELAMAT & DIRGAHAYU INDONESIAKU
INDONESIA TANGGUH
INDONESIA TUMBUH.

Selasa, 17 Agustus 2021.

WUJUD ASLInya..

Terlihat aslinya dan itulah kenyataannya..

Cisarua, akwnulis.com. Ketika terbuka wujud aslinya maka yang hadir akan berbeda dengan cover mengesankan yang rutin terlihat selama ini. Dikala tertutup oleh lapisan luar maka semua terlihat menawan, enak dipandang dan memiliki fungsi yang menenangkan sekaligus menghangatkan.

Namun seiring waktu berlalu, maka perubahan ke arah pelemahan itu berlangsung alami. Sehingga perlahan tapi pasti, akan hadir keluhan, ketidaknyamanan dan akhirnya kerusakan yang mengganggu suasana comfort zone selama ini.

Apakah itu mengganggu?”

Jawabannya tidak kawan, justru ini menjadi momentum kita untuk bertafakur dan bersyukur bahwa keluhan, pelemahan ataupun kerusakan itu sangat kecil dan sedikit dibanding fungsinya yang berjalan baik-baik saja selama ini.

Yuk kita balik sudut pandangnya, jangan melulu melihatnya ngadat atau tak berfungsi dengan baik tetapi mari kita hitung, berapa lama dia baik-baik saja… gampang khan?…

Ah nggak mudeng”….

Adduh kok nggak ngerti sih… garuk garuk kepala tak gatal alias gagaro teu ateul.

Tapi sudahlah, biarkan dulu ketidakmengertian itu berpendar, mungkin ada makna dari semuanya.

Meskipun rasa gemas menyembul di hati, tapi diredam dan dikendalikan saja dengan senyuman terbaik ini. Toh alat yang rusak ternyata masih bisa berfungsi dengan minimalis.

Setuju khan?….

Happy weekend kawan. Wassalam (AKW).

SALAD & CITRA

Menu maksi menyegarkan dan (belum) mengenyangkan..

RIAU209, akwnulis.com. Siang yang panas terasa berubah menjadi teduh dikala sajian makan siang sehat terhidang didepan wajah. Salad roll dan butiran buah anggur yang berbaris rapih membentuk formasi siaga. Bersiap untuk dimakan tanpa banyak tanya.

Ucapan Basmallah menjadi pembuka dilanjutkan dengan suapan pertama, terasa potongan sayuran bercengkerama dengan gigi geraham yang senang karena ada kerjaan mengunyahnya untuk hadirkan kelembutan.

Kriuk kriuk… potongan sayuran segar memberi sensasi segar dan tentu hadirkan alasan tentang  semangat kesehatan. Dilanjutkan dengan butiran buah anggur segar yang melengkapi menu sayur buah siang ini..

Tapi….. perut masih kukuruyuk… nggak kenyanggg hehehehehe…

Jadi kesegaran belum sebanding dengan kebutuhan, apalagi aktifitas padat dari mulai apel pagi hingga siang ini. Perlu protein sebagai pengawal kekuatan diri.

Akhirnya dilanjutkanlah dengan mekdi (mekel di imah) berupa misting kecil berisi nasi, potongan sosis dan telor dadar… nyam nyam.

Biarlah gambar sayur buah hadir sebagai citra, menemani makanan karbo dan protein yang tak sempat di dokumentasikan karena tergesa.

Selamat makan kawan. Wassalam (AKW).

KEINDAHAN yg tersisa.

Bunga Kamboja dan hikmah pagi.

CIKONDANG, akwnulis.com. Semilir angin pagi menemani hadirnya sentuhan hangat mentari yang selalu hadir menepati janji. Menebar janji kehangatan kepada seluruh alam, meskipun terkadang ditutup awan keresahan.

Begitupun raga ini, sesaat tengadah menikmati kesegaran pagi. Hangat mentari menyapa muka dan sebagian badan yang berbalut dosa. Betapa tak sebanding antara rahmat Sang Pencipta Alam dengan perilaku hamba ini dalam menjalani hari-hari.

Astagfirullohal adzim.

Perlahan kepala menunduk dan tertumbuk pada sebuah keindahan. Keindahan yang hadir dari kelopak bunga kamboja kuning yang terserak dan tergeletak tanpa daya.

Ada yang terdiam bersama kawan di antara rerumputan, ataupun menyendiri terdiam di tengah-tengah dedaunan.

Bunga kamboja kuning ini masih terlihat segar dan indah, meskipun jika diperhatikan lebih detail maka sudah mulai hadir bercak-bercak coklat pertanda prosesi alami sedang terjadi, menandakan semuanya di dunia fana ini tidak hakiki.

Begitupun warna kuning segarnya sudah memudar, kembali memutih dan akhirnya menyerah menjadi kecoklatan untuk luruh dan bersatu kembali dengan tanah setelah tuntas melaksanakan tugas sebagai penghias kesegaran serta pengantar keharuman khas bunga kamboja.

Sebuah kesadaran menggema, bahwa siklus kehidupan adalah keniscayaan. Kenyataan yang harus di syukuri dan ditafakuri. Serta satu hal penting lagi adalah semua berproses sesuai tugas fungsi masing – masing hingga akhirnya harus bersiap dan ikhlas bahwa masa keindahan sudah tuntas dan akhirnya kembali kepada asal yang hakiki. Wassalam (AKW).

Makna SUASANA KEBATINAN

Sesekali, perlu diberi definisi…

CIMOHAY, akwnulis.com. Senja menghilang digantikan dengan gelap yang beranjak menjangkau malam. Sementara suasana di kantor masih ramai dengan sorak dan senda gurau, saling menertawai dalam rangka menjaga dan meningkatkan imunitas diri masing-masing.

Suasana yang relax dan menenangkan, sehingga tak terasa pergerakan waktu yang terus berjalan maju dan meninggalkan kenangan di setiap detik yang berhamburan.

Tetapi ada hal lain yang harus juga dilaksanakan dan itu berarti mengajukan ijin lisan kepada pimpinan untuk segera meninggalkan markas besar demi sebuah komitmen kehidupan yang sedang dibangun dengan landasan kepercayaan dan kasih sayang.

Sang rembulan yang telah hadir di angkasa fana, tersenyum menghiasi keindahan malam

Ijin ya bos, mendahului keluar kantor, jemput istri”

Bos tersenyum dan meng-iya-kan, lega rasanya. Teman-teman lain yang sedang berkumpul, memperhatikan raga ini, sambil masih tertawa kecil mengingat joke – joke yang hadirkan malam ini.

Begitupun dengan tugas dan pekerjaan yang hadir dari pagi hingga petang, sudah dituntaskan sebelum mengajukan ijin pulang duluan.

Tiba-tiba bos berkata, “Istri kerja tinggal dikasih mobil dan sopirnya, nggak usah dijemput”

Suasana kebatinan bos” jawaban spontan yang hadir tanpa berfikir.

Bos tersenyum dan raga ini pamit meninggalkan keriuhan kantor menuju sebuah janji yang berlandaskan komitmen diri

Nah suasana kebatinan… dua kata yang menjadi jawaban tadi jika dibedah akan menghadirkan beraneka perspektif, dan sebuah tanya ini bisa terjawab melalui dialog dengan jiwa  dan rasa yang masih dalam satu raga.

Pertama, suasana kebatinan ini adalah hadirnya rasa tenang dan nyaman karena ingin memberikan sebuah makna perhatian kepada pasangan hidup, bahwa bisa dijemput di saat pulang kerja itu adalah sebuah kasih sayang. Meskipun tidak bisa setiap hari, minimal 1 atau 2 hari dalam satu minggu.

Kedua, suasana kebatinan yang hadir adalah model dukungan kepada pasangan hidup yang sudah cukup lama bertugas di salah satu rumah sakit pemerintah serta hampir 2 tahun ini rentan terpapar virus covid-19 karena statusnya sebagai nakes (tenaga kesehatan). Maka sewajarnya diungkapkan dukungan dengan cara kehadiran dikala pulang kerja.

Ketiga, suasana kebatinan yang hadir adalah sebuah kenyamanan disaat pulang bersama dan diperjalanan bisa ngobrol dan diskusi apa saja berdua. Nah ternyata ini juga momentum berharga, karena jika sudah sampai di rumah, anak cantik kesayangan yang akan menguasai ayahnya. Harus main dan berbagai aktifitas lain versi anak-anak hingga larut malam.

Keempat, suasana kebatinan ini adalah memberikan rasa aman dikala pasangan tercinta mendapatkan tugas shift sore dan malam. Otomatis pulang kantornyapun setelah menggelap, dengan posisi rumah sakit yang berada di kaki gunung Burangrang, sudah selayaknya memberikan dukungan rasa aman dengan kehadiran, itu memiliki makna besar nilai kehidupan (menurutku).

Jadi itulah suasana kehadiran yang dirasa. Meskipun ada juga pendapat lain yang melabeli suasana kebatinan ini karena takut sama istri hehehehe….. bebas klo pendapat mah, termasuk berbedapun itu biasa, karena memang masing-masing beda pendapatan hehehehe.

Ya udah ah, cuss…. jemput istri dulu.

Malam temaram semakin gelap, menemani raga ini menembus perjalanan. Ditemani sang rembulan yang setia berbagi tempat bersama mentari untuk menjaga keindahan dan keselamatan malam yang indah ini. Wassalam (AKW).