RUMAH TERANG

Sebuah cerita tentang photobox mini

Photo : Rumah terang / dokpri.

PASTEUR, akwnulis.com. Semangat memposting photo di medsos ternyata terus membara, meskipun ternyata jempol dan like ternyata hanya belasan saja… tak apa, segitu juga bahagia da.

Segala macem aktifitas diabadikan dengan photo dan dipasang di medsos pribadi. Terkadang hadir interaksi di kolom komentar, ataupun saling bertukar jempol…. tapi sesudah itu kembali sunyi seolah tak ada yang peduli.

Inilah era jaman yang berbeda, dimana begitu mudahnya kita menghadirkan berita diri hanya berhitung detik dan menit. Lalu kita bisa dengan mudah memilih, mana yang akan disukai ataupun tidak. Semudah jemari bergerak di keyboard virtual dengan pilihan jempol keatas untuk sebuah suka dan jempol ke bawah untuk berkata tidak.

Atau jika perlu lebih jelas, maka isilah komentar dengan ungkapan sopan dan beradab. Meskipun banyak tulisan ‘tiada ahlak’ yang ternyata di gandrungi khalayak… ah jaman yang aneh.

Hanya kita tidak bisa apatis dengan fenomena ini, karena anak kita adalah pengkonsumsi konten-konten media sosial online yang ternyata isinya bikin prihatin. Sekedar unboxing mainan mahal atau pamer kekayaan dan…. itu dilike serta di subscribe berjuta orang.

Sementara yang konten mendidik cenderung diabaikan karena dianggap monoton dan kurang menantang.

Konten jahil atau prank malah menjadi best seller sementara edukasi tentang tutorial penggunaan office di windows itu biasa saja pengunjungnya.

Ah memang jaman sudah berubah.

Nah, supaya nggak ketinggalan maka berinisiatif membeli kotak khusus untuk ambil photo dengan pencahayaan yang tepat, yang disebut Studio photo box mini.

Photo : Kesayangan / dokpri.

Langsung search di tokped dan shopee dan tentunya banding-banding kualitas dan harga akhir. Ternyata murah, dibawah 50ribu. Langsung saja klik dan klik klik lagi hingga akhirnya transfer virtual akun…. tadaaa.

Hanya 2 hari berselang, teriakan tukang paket mewarnai kehadiran photobox yang dinanti. Tanpa basa basi segera disemprot disinfektan dan unboxing paket tanpa di video.

Langsung dipasang dan bersiap untuk bikin photo terbaik….

Nggak lupa dicolokin dulu kabelnya sehingga cahaya LEDnya menerangi kotak putih mungil ini.. tadaaa.

Kang, sebentar ini minta bantu angkatin”

Teriakan ibu negara membuyarkan keseriusan ambil photo di mini photobox. Tanpa basa basi segera ditinggalkan photobox baru ini dan bergegas menuju sumber suara.

Pas balik lagi ke tempat photobox di letakkan….. ternyata semua sudah berubah… berubah drastis. Karena photobox mini yang baru beberapa menit dibuka dan dicoba memphoto barang-barang kecil telah menjadi mainan baru anak tercinta.

Ayah makasih udah beliin Aku, ini.. RUMAH TERANG” suara renyah dan tertawa bahagia anakku menghapus kekesalan dan berganti dengan senyuman serta garukan tangan di kulit kepala yang tak gatal.

Photo : Rumah terang & boneka jungkir / dokpri.

Jadilah mini photoboxku berubah menjadi RUMAH TERANG yang berisi boneka kucing bolotot dan beraneka mainan lainnya.. ikhlaskan.

Selamat sore dan selamat berbuka shaum bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

6 thoughts on “RUMAH TERANG”

  1. Keerrreennnn pak photo2nya….
    De Binar makin.cuantiqq n cute…
    👍👍👍
    Smangath Pak Sekdis💪💪🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s