KOPI ADAPTASI

Sruput Kopinya dan mari berkarya..

Pagi yang cerah dilengkapi dengan gerakan seribu langkah. Harapannya adalah kembali berolahraga meskipun bukan bergerak di alam bebas tetapi menjalani perputaran kaki sambil mengelilingi seluruh sudut area kantor yang ternyata cukup luas juga.

Photo : Kopi Adaptasi / dokpri.

Jam ditangan kiri menunjukan 2 ribu langkah telah terpenuhi, cukup sebagai awalan pagi ini. Berkeliling seluruh sudut ruangan di kantor baru dari mulai halaman depan hingga sudut arsip di lantai 3 paling belakang.

Setelah puas berkeliling, maka kembali ke depan dan menjumpai sudut khusus yang dikawal sang barista.

Kopiiii……

Maka diskusi sengit membahas body, acidity dan after taste sang kopi yang menjadi pilihan pagi ini…… tapi yang hadir bukan manual brew v60 tetapi cafelatte… dan tanpa gula.

Tadinya agak terhenyak karena berbeda dengan apa yang ada di benak ini, tapi tak masalah karena yang terpenting adalah sang gula terpisah, itu saja

Kecewa?… karena biasanya disajikan manual brew V60 kohitala tetapi ternyata yang datang adalah sajian cafelatte?”

Photo : Berkeliling Kantor / dokpri.

Tentu tidak kawan, hidup itu adalah bersyukur dan adaptasi. Senantiasa berubah dan bergerak seperti yang dicontohkan jarum jam yang selalu setia menghitung ritme kehidupan.

Jadi, meskipun yang hadir cafelatte, nikmati dan syukuri saja… trus setelah terucap Bismillah maka selanjutnya sruputlah perlahan…. srupuut… slruup.. nikmaat.

Yuk menyesuaikan dengan kenyataan. Selalu semangat dan berihtiar tentu dengan pikiran yang dipenuhi harapan kebaikan. Amiiin… Wassalam (AKW).