BERBAGI KAMAR MANDI.

Dengan berbagi maka masalah bisa teratasi.

Photo : Suasana Kota dari jendela kamar hotel / dokpri.

akwnulis.com. Memasuki lobby hotel dan menanyakan posisi restoran dimana sebuah jadwal janjian tersusun sedari tadi. Ternyata cukup naik tangga atau via lift, supaya sedikit membakar kalori dan mengurangi berat badan yang bertahan, eh bertambah saban hari.

Meeting sambil makan siang yang tertunda ternyata nikmat juga. Berbincang dan membahas beberapa tema pentung serta rencana tindaklanjut kegiatan yang akan dilaksanakan bersama-sama.

Setelah selesai berdiskusi, maka kembali ke lantai lobby dan melakukan check in untuk mendapatkan kunci kamar. Prosesnya cepat karena kamarnya  sudah dipesan sebelumnya via traveloka.

Lantai 13 menjadi pemberhentian pintu lift dan setelah keluar maka dicari nomor kamar yang tertera di bungkus kunci kamar. Kamarnya deket dengan lift, jadi mempermudah gerakan jika naik turun lobby dan kamar. Sambil melirik jam ditangan, waktu shalat magrib hampir usai.

Memasuki kamar, disambut dengan suasana muram dan tembok kamar yang terlihat kusam. Agak jengah dan kecewa karena berbeda dengan tampilan di traveloka, tetapi apa mau dikata. Minta pindah hotel tentu diperlukan tambahan dana.

Ya sudahlah, kita nggak usah mikirkan pindah hotel, lagian cuman 1 hari. Syukuri saja apa yang ada.

Simpan tas yang sedari tadi bertengger di punggung dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan shalat magrib. Disinilah sesuatu yang berbeda terasa. Suasana kamar mandinya temaram dan pada saat sedang berwudhu serasa ada yang memperhatikan. Langsung dalam hati membaca doa perlindungan dan melihat ke sekeliling kamar mandi, kosong tidak ada siapa-siapa, hanya memang lampunya tidak terlalu terang. Ah mungkin ini hanya perasaan saja, setelah capek seharian melakukan perjalanan darat dan dilanjutkan marathon rapat.

Setelah shalat magrib dilanjutkan dengan membuka laptop dan membuat revisi bahan paparan esok hari. Kembali jemari terlarut dengan keyboard untuk menghasilkan kata-kata, gambar dan info grafis yang saling melengkapi. Hingga tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib.

Photo : Kamar mandi tempat berbagi / dokpri.

Nah, karena kegerahan juga serta sisa keringat tadi siang. Diputuskan mandi dulu sebelum beranjak tidur. Kembali masuk kamar mandi dan membuka pakain yang melekat di badan. Kamar mandinya memang terbatas karena tipe kamar hotel standar. Wastafel dan WC serta tempat terpisah untuk mandi dengan shower atas yang siap mengguyur badan ini.
Pas menginjak lantai tempat mandi, kembali terasa ada sesuatu yang beda. Bulu-bulu halus di kaki dan tengkuk sedikit meremang. Ada apa ya?

Ah paling juga sugesti, jangan takut, udah mandi aja…..

Badan telanjang diguyur aliran air shower yang berlimpah dari atas kepala menyegarkan raga dan rasa. Secara reflek mata terpejam dan menikmati sensasi kesegaran yang ada. Butiran air membelai kulit begitu menenangkan, tetapi…..

Dikala mata terpejam dan guyuran air membasahi kepala hingga sekujur badan, konsentrasi terpusat dalam ketenangan. Ternyata disamping kanan sekitar 30 sentimeter saja, sesosok mahluk sedang berdiam sambil memandang…. Astagfirullohal adzim. Langsung matikan shower.

Trek.

Segera mata dibuka, tidak ada apa-apa. Hanya temaram kamar mandi yang sekarang terasa mencekam. Baca doa dalam hati sambil mempercepat membasuh badan karena sabun dan busa shampo masih menempel di rambut dan badan.

Tapi penasaran, jangan jangan memang masih ada. Sambil dada berdegup lebih kencang. Kembali menyalakan shower dan air hadir lagi mengguyur kepala….. tidak ada apa-apa, tentu dengan mata tetap terbuka.

Masih penasaran, coba mata dipejamkan lagi sambil menikmati guyuran air dari shower.

Ternyata…. mahluk itu masih adaaaa……  wajahnya hanya berjarak 30 sentimeter dari wajahku. Sesosok wajah tanpa ekspresi dengan seluruh tubuhnya berbungkus kain putih yang sudah kotor terkena tanah disana-sini.
Astagfirullohal adziim…. Hiiyyy…. kali ini reflek meloncat keluar kamar mandi sambil tak lupa menyambar handuk putih yang sudah tersaji. Keluar kamar mandi dengan degup jantung yang tak karuan, Ya Alloh ternyata mahluk itu terlihat nyata dan begitu dekatnya….. hiiiiiy.

Melihat jam di hape, jam setelah sebelas malam. Haduuh… pantesan udah malam. Tapi apa mau dikata kesegaran berbalut kekagetan…. ada ada saja.

Setelah mengenakan pakaian maka dengan menguatkan diri kembali memasuki kamar mandi untuk memgambil air wudhu untuk persiapan shalat isya.

Perlahan membuka pintu kamar mandi, aura mencekam ternyata masih melekat. Tetapi memang tidak ada apa-apa yang terlihat kecuali sisa uap air dari shower yang tertinggal.

Berwudhu tanpa memejamkan mata, khawatir terlihat kembali sosok menakutkan yang tadi ada.

Meskipun tetap saja terasa bahwa kehadiran mahluk itu masih ada, atau memang sudah lama ada disitu… entahlah.

Tapi…. penasaran juga… di coba ah.

Sambil berdiri didepan pintu kamar mandi, pejamkam mata perlahan dengan konsentrasi….

Walaaah…. segera membuka mata kembali dan bergerak menutup kamar mandi, karena ternyata mahluk berbungkus kain putih dengan kepala terikat diatas serta beberapa bagian tubuhnya pun terikat masih berdiri di tempat tadi. Tersenyum sih… tapi sekali lagi…. mengerikaaaan.

Ada pikiran pindah kamar atau keluar hotel pindah ke tempat lain, tapi tanggung udah mau tengah malam… dilema.

Akhirnya diputuskan berbagi saja, silahkan berada di kamar mandi tetapi jangan keluar kamar mandi selama diriku ikut tidur semalam ini disini.

Tuntas shalat isya dilanjutkan dengan membuka quran dan mengaji sebisa-bisa. Lalu diteruskan dengan lantunan murottal dari laptop hingga akhirnya diriku terlelap dibuai mimpi.

Esok hari kembali berwudhu dengan kewaspadaan tinggi, tetapi relatif tidak mencekam lagi karena sebentar lagi akan terbit pagi, Alhamdulillah.

Itulah sekelumit kisah nyata di sebuah hotel berbintang yang berada di sebuah kota di provinsi Jawa Tengah di bulan desember lalu.

Ditulis sekarang sambil berkumpul bersama keluarga tercinta.

Selamat long weekend di rumah saja ya kawan. Jangan lupa jaga protokol kesehatan. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

4 thoughts on “BERBAGI KAMAR MANDI.”

Leave a Reply to Den yud Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s