PASANGAN

Sejalan tapi belum tentu seiring secara fungsi.

Terkadang, Pasangan yang ada bukan bicara rasa. TETAPI, bagaimana saling menjaga.

Photo : Pasangan Serasi / dokpri.

Contohnya Hand sanitizer mini dan sajian Kohitala V60.

Apakah berhubungan langsung?… tentu tidak. Jikalau dipaksakan disemprotkan ke gelas berisi kopi sajian manual brew v60, maka yang terjadi adalah pembolayan (cancel) untuk meminumnya karena jelas beresiko. Kecuali isinya diganti gula cair hehehehe…..

Teu nyambung sih, tapi lebih tenang menikmati kopi sambil sebelumnya semprotkan cairannya ke tangan dan gosokan dengan merata, baru ambil gelas untuk sruput tanpa perlu lama-lama.

Nah sekarang terasa terlindungi… karena tidak ada jaminan bahwa gelas yang tersaji dari sang baristi mungkun saja membawa kuman, virus atau bakteri

Wilujeng.. selamat menikmati kopi dengan hati yang lebih damai tanpa basa-basi. Wassalam, (AKW).

KOPI ADAPTASI

Sruput Kopinya dan mari berkarya..

Pagi yang cerah dilengkapi dengan gerakan seribu langkah. Harapannya adalah kembali berolahraga meskipun bukan bergerak di alam bebas tetapi menjalani perputaran kaki sambil mengelilingi seluruh sudut area kantor yang ternyata cukup luas juga.

Photo : Kopi Adaptasi / dokpri.

Jam ditangan kiri menunjukan 2 ribu langkah telah terpenuhi, cukup sebagai awalan pagi ini. Berkeliling seluruh sudut ruangan di kantor baru dari mulai halaman depan hingga sudut arsip di lantai 3 paling belakang.

Setelah puas berkeliling, maka kembali ke depan dan menjumpai sudut khusus yang dikawal sang barista.

Kopiiii……

Maka diskusi sengit membahas body, acidity dan after taste sang kopi yang menjadi pilihan pagi ini…… tapi yang hadir bukan manual brew v60 tetapi cafelatte… dan tanpa gula.

Tadinya agak terhenyak karena berbeda dengan apa yang ada di benak ini, tapi tak masalah karena yang terpenting adalah sang gula terpisah, itu saja

Kecewa?… karena biasanya disajikan manual brew V60 kohitala tetapi ternyata yang datang adalah sajian cafelatte?”

Photo : Berkeliling Kantor / dokpri.

Tentu tidak kawan, hidup itu adalah bersyukur dan adaptasi. Senantiasa berubah dan bergerak seperti yang dicontohkan jarum jam yang selalu setia menghitung ritme kehidupan.

Jadi, meskipun yang hadir cafelatte, nikmati dan syukuri saja… trus setelah terucap Bismillah maka selanjutnya sruputlah perlahan…. srupuut… slruup.. nikmaat.

Yuk menyesuaikan dengan kenyataan. Selalu semangat dan berihtiar tentu dengan pikiran yang dipenuhi harapan kebaikan. Amiiin… Wassalam (AKW).

PINDAH

Akhirnya Kenyataan terjadi juga…

Photo : Berpose setelah pelantikan / dokpri.

SANGKURIANGDUA, akwnulis.com. Semilir angin sore kembali menggetarkan hati, mengingatkan kembali bahwa sebuah kenyataan telah berbeda dan harus dihadapi tanpa banyak basa basi.

Sesaat masih berfikir ini semua adalah mimpi, tetapi ternyata inilah kenyataan hakiki.

Perpindahan sebetulnya adalah hal biasa, dan jikalau dihitung berdasarkan catatan numerik maka merupakan jabatan ke struktural ke-15, atau klo dilengkapi dengan jabatan fungsional ‘buntut gajah’ dan sebagai staf yang baik karena sedang tugas belajar atau berpindah dari kabupaten ke provinsi, maka total dengan pelantikan ini adalah 19 kali…. waaah berarti sesuai dengan gelar yang disandang, M.Si (Mutasi Selalu Ikut) heu heu heu…

Hanya kali ini begitu mengharu biru karena ternyata disadari atau tidak, momentumnya begitu nyata. Disaat lagi sayang sayangnya harus berpisah karena sebuah komitmen pegawai negeri untuk siap ditempatkan dimana saja (asal di Bandung…. Amiiiin YRA).

Jangan salah sangka bahwa sayang pada siapa, tetapi ini sebuah ungkapan yang sebenarnya dikala hubungan tugas bersama seluruh mitra nyaris terjalin sempurna dan bersiap menapaki tantangan bersama dalam mengarungi terjangan gelombang serta tarian luwes untuk mensinkronkan regulasi dengan tetap menjaga sebuah nilai keuntungan dan akhirnya deviden bagi pemegang saham yang selalu dinanti.

Photo : Berempat untuk berpisah / dokpri.

Disadari atau tidak, ternyata memang cukup lama berada di Biro yang menaungi pembinaan Badan Usaha Milik Daerah. Meskipun setiap dua tahun sekali berpindah bagian, tetapi total di 3 jabatan ini ternyata memakan waktu 6 tahun. Waktu yang cukup panjang dan penuh makna serta asa.

Secara tergesa jemari tergerak mengabadikan momentum kebersamaan dengan meramu video dengan sumber photo-photo di hape lalu upload di youtube… ternyata…. banyak yang komplen karena dianggap tidak termasuk kenangan… padahal… memang baru sebagian photo-photo ditampilkan karena alasan data kepenuhan sehingga berganti memory card.

Tenang kawan, akan ada video lainnya dengan cerita ‘AKW di Biro BUMD‘. Sekarang sedang berjuang mengumpulkan kembali photo-photo lainnya yang sudah berserak ditempat yang berbeda.

Ya, disebutnya Biro BUMD saja ya. Karena seiring perjalanan kedinasan, nama biro ini sudah berganti 4 kali….

Jadi, nanti ada cerita lainnya yaa….. sekarang mah yang pengalaman terdekat saja dulu yaaa…..

Photo : Jalan pagi terakhir di Biro / dokpri.

Juga yang tak kalah penting adalah memetakan tugas-tugas di jabatan lalu sekaligus bersiap beradaptasi dengan lingkungan baru yang menantang karena dunia eh bidang berbeda dengan pekerjaan selama ini.

Selamat menjalani dan mensyukuri hari ini dan mengharap berkah untuk hari esok. Bismillah.Wassalam (AKW).

DITEPAK – fbs

Geuning kitu lur…

FIKMIN # DITEPAK #

Photo : Ieu Kèrèsèk / doklang.

Patalimarga pasosorè di wewengkon Cihaliwung pabeulit da hayang paheula-heula. Geus ilahar sok aya nu ngabantuan ngatur jalan.

Jorojoy aya niat hayang mèrè dahareun, ulah duit sarebuan waè. Ngadeukeutan parapatan, kaciri nu keur riweuh leungeun pakupis bari gogorowokan, “Maju mang, majuu…. èta nu hareup eureun heula!”

Pas geus deukeut pisan, kaca mobil di buka, leungeun katuhu ngasongkeun kèrèsèk, “Ieu bolu hatur lumayan”

Plak, leungeunna lain nampa kantong kèrèsèk, kalah ka ditepak, murag ka jalan.

Gejul Siah” Uing nutup kaca bari kekerot, gas ditincak ngadius samutut.

Acong tukang ngatur jalan nyisi ka pos ojèg, reureuh heula.

Kunaon euy?” Jang Otay nanya.

Eta supir rèk nipu deui cuy, mèrè kèrèsèk bari ngagorowok ‘bolu’, padahal jiga kamari eusina runtah pikarujiteun”

Gableg wèh mobil, ari kalakuan teu balèg”

Sabar Cong, boa teuing nu ayeuna mah jelema bener”

Duanana papelong-pelong, tuluy lalaunan leumpang muru ka parapatan.

Kaciri bolu siffon jeung cau bolen, ambarayah pejèt kagèlèng.

BERBAGI KAMAR MANDI.

Dengan berbagi maka masalah bisa teratasi.

Photo : Suasana Kota dari jendela kamar hotel / dokpri.

akwnulis.com. Memasuki lobby hotel dan menanyakan posisi restoran dimana sebuah jadwal janjian tersusun sedari tadi. Ternyata cukup naik tangga atau via lift, supaya sedikit membakar kalori dan mengurangi berat badan yang bertahan, eh bertambah saban hari.

Meeting sambil makan siang yang tertunda ternyata nikmat juga. Berbincang dan membahas beberapa tema pentung serta rencana tindaklanjut kegiatan yang akan dilaksanakan bersama-sama.

Setelah selesai berdiskusi, maka kembali ke lantai lobby dan melakukan check in untuk mendapatkan kunci kamar. Prosesnya cepat karena kamarnya  sudah dipesan sebelumnya via traveloka.

Lantai 13 menjadi pemberhentian pintu lift dan setelah keluar maka dicari nomor kamar yang tertera di bungkus kunci kamar. Kamarnya deket dengan lift, jadi mempermudah gerakan jika naik turun lobby dan kamar. Sambil melirik jam ditangan, waktu shalat magrib hampir usai.

Memasuki kamar, disambut dengan suasana muram dan tembok kamar yang terlihat kusam. Agak jengah dan kecewa karena berbeda dengan tampilan di traveloka, tetapi apa mau dikata. Minta pindah hotel tentu diperlukan tambahan dana.

Ya sudahlah, kita nggak usah mikirkan pindah hotel, lagian cuman 1 hari. Syukuri saja apa yang ada.

Simpan tas yang sedari tadi bertengger di punggung dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan shalat magrib. Disinilah sesuatu yang berbeda terasa. Suasana kamar mandinya temaram dan pada saat sedang berwudhu serasa ada yang memperhatikan. Langsung dalam hati membaca doa perlindungan dan melihat ke sekeliling kamar mandi, kosong tidak ada siapa-siapa, hanya memang lampunya tidak terlalu terang. Ah mungkin ini hanya perasaan saja, setelah capek seharian melakukan perjalanan darat dan dilanjutkan marathon rapat.

Setelah shalat magrib dilanjutkan dengan membuka laptop dan membuat revisi bahan paparan esok hari. Kembali jemari terlarut dengan keyboard untuk menghasilkan kata-kata, gambar dan info grafis yang saling melengkapi. Hingga tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib.

Photo : Kamar mandi tempat berbagi / dokpri.

Nah, karena kegerahan juga serta sisa keringat tadi siang. Diputuskan mandi dulu sebelum beranjak tidur. Kembali masuk kamar mandi dan membuka pakain yang melekat di badan. Kamar mandinya memang terbatas karena tipe kamar hotel standar. Wastafel dan WC serta tempat terpisah untuk mandi dengan shower atas yang siap mengguyur badan ini.
Pas menginjak lantai tempat mandi, kembali terasa ada sesuatu yang beda. Bulu-bulu halus di kaki dan tengkuk sedikit meremang. Ada apa ya?

Ah paling juga sugesti, jangan takut, udah mandi aja…..

Badan telanjang diguyur aliran air shower yang berlimpah dari atas kepala menyegarkan raga dan rasa. Secara reflek mata terpejam dan menikmati sensasi kesegaran yang ada. Butiran air membelai kulit begitu menenangkan, tetapi…..

Dikala mata terpejam dan guyuran air membasahi kepala hingga sekujur badan, konsentrasi terpusat dalam ketenangan. Ternyata disamping kanan sekitar 30 sentimeter saja, sesosok mahluk sedang berdiam sambil memandang…. Astagfirullohal adzim. Langsung matikan shower.

Trek.

Segera mata dibuka, tidak ada apa-apa. Hanya temaram kamar mandi yang sekarang terasa mencekam. Baca doa dalam hati sambil mempercepat membasuh badan karena sabun dan busa shampo masih menempel di rambut dan badan.

Tapi penasaran, jangan jangan memang masih ada. Sambil dada berdegup lebih kencang. Kembali menyalakan shower dan air hadir lagi mengguyur kepala….. tidak ada apa-apa, tentu dengan mata tetap terbuka.

Masih penasaran, coba mata dipejamkan lagi sambil menikmati guyuran air dari shower.

Ternyata…. mahluk itu masih adaaaa……  wajahnya hanya berjarak 30 sentimeter dari wajahku. Sesosok wajah tanpa ekspresi dengan seluruh tubuhnya berbungkus kain putih yang sudah kotor terkena tanah disana-sini.
Astagfirullohal adziim…. Hiiyyy…. kali ini reflek meloncat keluar kamar mandi sambil tak lupa menyambar handuk putih yang sudah tersaji. Keluar kamar mandi dengan degup jantung yang tak karuan, Ya Alloh ternyata mahluk itu terlihat nyata dan begitu dekatnya….. hiiiiiy.

Melihat jam di hape, jam setelah sebelas malam. Haduuh… pantesan udah malam. Tapi apa mau dikata kesegaran berbalut kekagetan…. ada ada saja.

Setelah mengenakan pakaian maka dengan menguatkan diri kembali memasuki kamar mandi untuk memgambil air wudhu untuk persiapan shalat isya.

Perlahan membuka pintu kamar mandi, aura mencekam ternyata masih melekat. Tetapi memang tidak ada apa-apa yang terlihat kecuali sisa uap air dari shower yang tertinggal.

Berwudhu tanpa memejamkan mata, khawatir terlihat kembali sosok menakutkan yang tadi ada.

Meskipun tetap saja terasa bahwa kehadiran mahluk itu masih ada, atau memang sudah lama ada disitu… entahlah.

Tapi…. penasaran juga… di coba ah.

Sambil berdiri didepan pintu kamar mandi, pejamkam mata perlahan dengan konsentrasi….

Walaaah…. segera membuka mata kembali dan bergerak menutup kamar mandi, karena ternyata mahluk berbungkus kain putih dengan kepala terikat diatas serta beberapa bagian tubuhnya pun terikat masih berdiri di tempat tadi. Tersenyum sih… tapi sekali lagi…. mengerikaaaan.

Ada pikiran pindah kamar atau keluar hotel pindah ke tempat lain, tapi tanggung udah mau tengah malam… dilema.

Akhirnya diputuskan berbagi saja, silahkan berada di kamar mandi tetapi jangan keluar kamar mandi selama diriku ikut tidur semalam ini disini.

Tuntas shalat isya dilanjutkan dengan membuka quran dan mengaji sebisa-bisa. Lalu diteruskan dengan lantunan murottal dari laptop hingga akhirnya diriku terlelap dibuai mimpi.

Esok hari kembali berwudhu dengan kewaspadaan tinggi, tetapi relatif tidak mencekam lagi karena sebentar lagi akan terbit pagi, Alhamdulillah.

Itulah sekelumit kisah nyata di sebuah hotel berbintang yang berada di sebuah kota di provinsi Jawa Tengah di bulan desember lalu.

Ditulis sekarang sambil berkumpul bersama keluarga tercinta.

Selamat long weekend di rumah saja ya kawan. Jangan lupa jaga protokol kesehatan. Wassalam (AKW).

TIPS PERJALANAN DARAT BDG – SMG PP Di MASA PANDEMI

Tips sederhana tapi bermakna.

Photo : Suasana Simpang lima Kota Semarang / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Kali ini tergerak hati untuk berbagi sekaligus menggerakkan jari mengetik kembali di keyboard virtual pada smartphone kesayangan. Tema yang dipilih adalah berdasarkan pengalaman, meskipun hanya sejumput cerita tapi semoga memiliki manfaat dan guna.

Tema kali ini adalah TIPS PERJALANAN DARAT DI MASA PANDEMI COVID19.

Mengapa menjadi tergerak menulis, karena jangan sampai niat baik kita mengerjakan tugas dalam sebuah perjalanan kedinasan berujung dengan nestapa karena terpapar oleh virus seribu rupa. Apalagi jikalau ternyata menjadi OTG, dan menularkan kepada keluarga terdekat kita, suami atau istri, anak ataupun orangtua, Audzubillahimindzalik….

Maka inilah TIPSnya kawan, dengan contoh kasus perjalanannya adalah dari Kota Bandung ke Kota Semarang lalu bermalam 2 hari dan kembali pulang setelah tuntas pekerjaan. Apalagi yang bikin agak nggak karuan adalah pada saat hadir di Kota Semarang ternyata sedang gelombang kedua peningkatan penyebaran Covid19 di Jawa Tengah, makin deg degan lah… sport jantung teh beneran guys.

Inilah langkah-langkah yang dilakukan :
00. Sebuah Doa perlindungan senantiasa terpanjat kepada Allah SWT dari pandemi dan juga keselamatan & kelancaran perjalanan adalah yang utama.

0. Lakukan tes swab antigen dahulu sebelum berangkat, selain memastikan kondisi kita juga sebagai pegangan jikalau diperbatasan antar wilayah atau pas masuk kota tujuan ternyata diwajibkan membawa bukti tes tersebut.


1. Persiapan perlengkapan pribadi, perlengkapan ini diantaranya : aneka handsanitizer, disinfektan semprot, sarung tangan, plastik, masker medis, fave shield, tissue basah, cairan alkohol, vitamin C dosis tinggi, vitamin B complex, tissue alkohol, minyak kayu putih dan plastik kecil. Baju dan pakaian secukupnya saja sesuai dengan sebentar lamanya di perjalanan dan di kota tujuan.

Photo : Perlengkapan pribadi anti covid19 / dokpri.


2. Isi penuh BBM dan e-tol card sebelum berangkat. Pengalamanku kemarin Bandung – Semarang PP, eh nginep 2 malam itu habis etoll sekitar 800ribu dan BBM 1jt, berarti sekitar 1,8 juta.


3. Bawa makanan ringan, air mineral dan makanan berat yang praktis seperti leupuet, buras, popmie, roti-roti dan sebagainya.


4. Hindari berhenti di Rest Area, jikalau terpaksa kebelet pipis, maka bawa hand sanitizer dan tissu basah plus tissue kering sendiri. Di toilet umum rest area hati-hati dengan persentuhan tak sengaja dengan badan orang lain.


5. Pemesanan dan pembayaran Hotel secara Online. Ini sih udah biasa jadi tak perlu dibahas lebih terperinci.


6. Setiap bersentuhan dengan benda apapun maka langsung gunakan hand sanitizer atau cuci Tangan.


7. Pesan makanan secara online atau gunakan fasilitas home service di hotel. Untuk menu sarapan pagi dipastikan ada pelayan yang memberikan pelayanan serta senantiasa membawa hand sanitizer di botol kecil.


8. Hindari nongkrong di cafe atau angkringan, sementara jangan tergiur dengan kuliner di kota tujuan.


9. Kegiatan meeting menggunakan masker dan faceshield juga disarankan berkemeja atau batik lengan panjang.


10. Batasi durasi pertemuan, koordinasikan secara diplomatis dengan tuan rumah.


11. Jikalau harus makan siang bersama, pilih rumah makan yang terbuka, sehingga sirkulasi udara tersedia. Jaga jarak antar orang dan usahakan bergantian membuka masker dan makan sajian yang ada.


12. Hindari beredar di malam hari, gunakan waktu yang ada untuk beristirahat yang cukup di kamar hotel.

Photo : Simpang lima Kota Semarang / dokpri.


13. Jika dekat dengan lapangan atau jogging track, bisa lakukan jogging terbatas dan tetap menggunakan masker.


14. Pembelian oleh-oleh dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Grab/Gojek dan dikirimkan ke resepsionis hotel. Pada saat check out diambil untuk masuk ke kendaraan, jangan lupa disemprot dulu dengan semprotan pembasmi virus/bakteri.


15. Jika mau menggunakan fasilitas hotel seperti kolam renang dan tempat fitnes sebaiknya pada saat sepi. Jika banyak pengunjung, disarankan dihindari.


16. Jangan pernah melepas masker dimanapun, apalagi jika sedang berhadapan dengan orang lain.


17. Tetap update info kepada keluarga terdekat via whatsapps atau telegram secara berkala kondisi yang ada.


18. Dokumentasi photo dan video tanpa diarahkan juga biasanya sudah otomatis kok, baik sebagai dokumentasi juga sekaligus pelaporan online ke jagad maya bahwa kita sedang ada dimana, bersama siapa dan sedang apa…..

Itulah trips trik dari kami, sebuah ihtiar dalam menjaga diri, menjaga keluarga dan rekan kerja dari paparan virus covid19 serbu rupa.

Photo : Menu sarapan & hand sanitizer / dokpri.

Ada poin ke 19, jika merasa belum yakin dengan kemungkinan menjadi pembawa virus. Setiba di kota Bandung maka segera lakukan Swab antigen untuk memastikan hasilnya. Bisa juga swab PCR tetapi berhubung hasilnya agak lama dan cukup mahal jikalau periksa secara mandiri maka diawali swab Antigen dulu sudah merupakan langkah bijak pencegahan sebwlum bersua kembali dengan keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

BOTRAM – fbs

FIKMIN # BOTRAM #

Sambel dadak / dokpri.

Tujuhan ngadon botram di sisi balong. Ngarèndos sambel ku Udin, ngaliwet sangu ètamah damelan Si Ewok. Uing bagian ngarungkup lauk, alhamdulillah genep nila tilu lèlè ogè hurang satambruan tos diberesihan. Ayeuna nuju dibeuleum ku Cèp Tatang.

Seungit pisan, nyambuang mapay pucuk pangambung. Nambih kurubuk dina patuangan nu tos titatadi ngantosan.

Dina waktosna sadaya tuangeun sayogi. Geuning teu sangki, sambel dadak Udin raos pisan. Antukna sanès lirèn ngahuap tapi kalah ka ngalimed deudeuieun.

Komo deui nu dicoèlkeun tèh sangu liwet haneut pulen nu tos galo sareng kiripik bèca. Daun sintrong sareng surawung matak damang nu nuju pundung. Pamungkasna daging lauk beuleum nu girinyih tambih hurang nu  bareureum seger.

Nuju anteng balakècrakan, aya soanten handaruan, “Har ari nyanèh, ngadon botram bari maokan lauk urang!!!”

Sapertos nu jangjian, teu antaparah deui sadayana paburisat lalumpatan. Lambey samutut panangan rapang, nebihan Abah Haji nu molotot kaèdanan.  Kawènèhan sareng sèro bungkeuleukan.