Nyobain Kefir

Photo : Secangkir kefir plus kolostrum / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi-pagi di kantor suasana masih lengang tenang dan damai, aktifitas bekerja dimulai. Pikiran fresh dan semangat bekerja untuk bersiap menghadapi tantangan… kemoon.

Mentari pagi mengirimkan sinyal harapan melalui berkas sinar yang menembus dedaunan hingga melewati kaca jendela dan hadir dimeja kerja, tentu dengan senyuman yang selalu ceria.

Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka, ibu bos sudah berdiri dengan senyumannya yang khas. Kami serempak berdiri dan menyambut dengan berseru, “Selamat pagi bu!”

Selamat pagi semua

Diskusi singkat dan bicara santai antara ibu bos dan penulis juga rekan-rekan di bagian tidak berakhir di ruangan saja, tetapi berlanjut dengan peninjauan mushola, parkiran belakang, trus halaman depan dan akhirnya naik ke lantai 2 dimana ruangan ibu bos berada, ngabring hehehehe.

Photo : Kefir ditambah madu / dokpri.

Kamipun duduk di ruangannya dan kembali berdiskusi tentang aktifitas sehari-hari dan berbagai rencana yang sudah disusun per divisi. Disinilah kami disuguhi segelas eh secangkir cairan putih yang (kata ibu bos) merupakan salah satu minuman untuk menjaga imunitas tubuh sehingga lebih kuat dan terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyebaran virus corona.

Udah lama banget nggak jumpa dengan kefir ini, minuman kesehatan yang berfungsi menjaga dan melancarkan saluran pencernaan kita lho guys. Dalam suasana pandemi corona tentu menjadi bagian penting karena kesehatan raga menjadi utama selain juga ketenangan jiwa.

Rasanya asam bangeet, yup mirip yoghurt tampilan teksturnya… ih ya memang sejenis yoghurt atuh. Rasanya yang jadi pembeda, tingkat aciditynya tinggi sehingga setelah tegukan pertama langsung nyengir dan mengalah. Mengambil botol madu yang tersedia dan menuangkannya demi membantu rasa asam yang begitu mencengkeram indera perasa.

Namanya kefir prima plus kolostrum, pasti udah pada hafal khan?…. nah itu yang kami minum di pagi ini.

Tentu sambil berbincang dan pelan tapi pasti menyendok plus menyeruput minuman kefir ini dengan lebih tenang karena sudah ada madu yang (sedikit) menetralkan keasamannya.

Sebenernya tersedia juga gula semut, tetapi memilih madu sebagai campurannya kami rasa sudah tepat. Selamat beraktifitas dan tetap menjaga jiwa dan raga tetap sehat. Terima kasih ibu bos, Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

5 thoughts on “Nyobain Kefir”

  1. “Selamat pagi bu “..”selamat pagi semua “… sapa hangat di pagi hari… akan senantiasa menghangatkan suasana hati… dan tentunya ” Etos kerja..”. .. Good morning every one… move…move .. work with happy heart.. no complaints…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s