Blossom Coffee Couple.

Ngopi bersama istri, disini….

Photo : Blossom Coffee Couple / dokpri.

KBB, akwnulis.com. Menikmati kopi sendiri mungkin bisa hadirkan inspirasi, tetapi menikmati kopi bersama istri, itu lebih memiliki arti.

Kebersamaan bersama pasangan di tengah bejibun tugas dan tekanan pekerjaan adalah waktu yang sangat langka, sehingga jangan dilewatkan manakali momen itu hadir.

Salah satunya adalah ngopi bersama atau diriku minum kopi dan istri minum yang lain….. “Setuju nggak?”

Setuju aja yaa… supaya cepet kelar hehehehe.

Ngopay kali ini di salah satu cafe yang sudah berulangkali dijambangi, malah sekarang mengeluarkan kupon loyalty…. 10x kedatangan dan dibuktikan dengan cap di kupon, maka dapet 1 cup coffee gratis lho…. lha jadi iklan inih mah.

Kembali ke NGoBstri (ngopi bersama istri) maka pilihan sajiannya kali ini adalah manual brev V60 arabica pulu-pulu toraja untukku dan istriku menikmati segelas thai tea booba less ice….. segeer.

Body pulu-pulu yang kental dengan kepahitan, serta high acidity memberi sensasi ninggal yang meyakinkan hati sementara istri juga menikmati paduan rasa yang hadir dari thai tea, plus sensasi kunyah booba yang bikin ketagihan (katanya).

Waktu kongkow tidak perlu lama, tetapi kualitas hadir bersama dalam suasana sedikit santai serta berbincang ringan adalah berkah, serta salah satu perekat indahnya pernikahan yang (insyaalloh) Sakinah mawaddah warahmah.

Selamat menikmati berkah weekend bersama keluarga, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : BLOSSOM COFFEE – KBP

Wedang Uwuh.

Sruput segeeer…

KBB, akwnulis.com. Bahan yang diseduhnya bukan bahan yang mahal, terkadang malah hanya serpihan-serpihan. Sehingga di tempat asalnya disebut minuman sampah atau wedang uwuh, karena bahan yang disajikan seolah sisa-sisa atau sampah….itu hanya tampilan awal saja.

Padahal ini adalah minuman herbal kearifan lokal yang memiliki daya guna manfaat yang ajib buat tubuh juga menenangkan pikiran bagi peminumnya lho…. khasiat jamu tradisional hadir disini.

Bahannya biasanya terdiri dari rimpang jahe, serutan kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, batang sereh dan juga daun jeruk plus gula batu.

Jadi lengkap sudah manfaatnya baik yang sederhana sebagai penghangat tubuh, juga mengandung banyak anti oksidan…. malah bisa sebagai menu diet ketat… tiap laper minum ini, dijamin cepat mengurus xixixi….

Nah… tulisan singkat nggak penting ini ngemodal 10ribu dan dapet sajian segelas wedang uwuh yang ciamik, berpadu padan merah merekah dengan nyala api bersumbu minyak dan bunga segar, hadirlah sebuah adegan elegan yang layak ditampilkan.

Jangan lupa setelah memotretnya, upload dan….. maka tiba saatnya raga menikmati dengan menyeruputnya sekuat tenaga….. srupuuuuut… srupuuut…. suegeerr… hangaat. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

***

LOKASI :
Cafe Hawu Kebon, Jl. Kolmas No. 305 Kertawangi Kec. Cisarua KBB 40551

Rehat di Klapa manis.

Rehat sesaat yaaa….

Photo : Sajian teh poci / dokpri

CIREBON, akwnulis.com. Memeras otak dan mencurahkan perhatian dalam suatu forum pertemuan harus didukung oleh phisik yang prima dan suasana hati yang nyaman. Meskipun kenyataannya sering tidak sesuai, ada kalanya hati nyaman dan siap berfikir… eh tapi phisik lelah… jadi ajah lemot nggak bisa mikir.

Begitupun sebaliknya, disaat raga bugar sebugar-bugarnya tetapi hati sedang rapuh maka beresiko emosional atau baper (bawa perasaan) menghadapi perdebatan yang terkadang hadir dalam suasana tegang dan saling menyerang atau bertahan (dengan kata-kata yaa… bukan dengan jurus beladiri)… jikalau harus bersilat, cukuplah lidah yang bersilat… namanya silat lidah hehehe.

Trus gimana klo situasinya lagi baperan atau pusing dengan tekanan kerjaan sementara meeting tetap harus dilaksanakan?

Ini butuh treatment tertentu, ada penyeimbang dan pendamai perasaan yaitu dengan rehat sejenak dan tarik nafas panjang sambil sedikit memejamkan mata dan mengingat Allah Subhanawataala…. jangan lupa, cari tempat rehat yang nyaman dan tenang… seperti kali ini.

Tempatnya luas, pemandangan yang tersaji adalah kerlap kerlip lampu kota udang cirebon serta pilihan menu makanan dan minuman yang bervariasi.

Karena judulnya rehat jadi tidak memilih makanan berat, cukup kudapan dan minuman yang cenderung sehat. Maka jatuhlah pilihan kepada sajian teh poci panas dan kelapa muda yang menjadi simbol dan nama restoran ini yaitu Kelapa manis.

Kudapannya terlihat tidak mengenyangkan yaitu stik tape, ternyata sajian segitu memang tidak mengenyangkan tetapi menenangkan.

Photo : Kelapa muda di Klapa manis / dokpri.

Urusan rasa dari minuman dan makanan yang disajikan cukup memuaskan, karena memang untuk makanan dan minuman hanya ada dua pilihan dari lidah ini, rasa enak dan enak bangeeet hehehe 😀😀😀.

Nyam… nyam.. nyam, mulut mengunyah sambil berbincang dengan teman-teman seperjalanan, menapaki menit demi menit rehat, memberi kesegaran baru yang berguna untuk menyeimbangkan rasa dan konsentrasi bekerja.

Semangaaaat, begitulah sebuah dinamika bekerja, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
RM Klapa Manis, Jl. Gronggong, Patapan Kec. Beber Kabupaten Cirebon Jawa barat.

Kopi Busa.

Ah busa berbusa…

Seiring waktu yang bergerak maju, selaras gerak dengan bertambah pengalaman untuk terus berpacu. Terkadang rehat sejenak adalah keharusan semu, karena dikala beristirahatpun ternyata otak terus bekerja memikirkan aneka rupa.

Begitupun dengan busamu yang mencoba mengalihkan keseriusanku, mungkin bisa memberi sesaat santai sambil menyeruput kopay……

Srupuut…….

Ahh lupaaa, ternyata ini kopi bergula.. tidaaaak….

Kenalan sama KakTus.

Mencoba mengenal yang lain…

LANGIT, akwnulis.com. Dikala sang mentari masih berselimut awan pagi, raga ini telah mencoba menggapai langit diatas pesawat Wings Air IW-1876 yang sedang menanjak menuju ketinggian 15ribu kaki…. nggak kebayang kakinya ada 15ribu kawan, berarti sebanding dengan 15 ekor kaki seribu, khan 15 ekor x 1 kaki seribu jadi 15 ribu kaki…. tuh kan mulai ngaco ah.. ayo sarapan dulu ah.

Lanjut yaaa..

Tulisan kali ini ingin berbagi tentang sebuah rasa syukur melihat salah satu ciptaan Allah SWT dari jenis tumbuh-tumbuhan.

Nama latinnya ‘Cactaceae‘ atau kita kenal dengan nama pohon kaktus. Sebuah jenis tanaman yang memiliki keunikan tersendiri dan masuk ke jenis tanaman sukulen, yaitu tanaman yang berkemampuan menyimpan air di batang dan daun.

Kenapa tertarik dengan kaktus?

Sebuah tanya yang tentu miliki variasi jawaban, tapi itulah indahnya momentum. Bisa hadir kapanpun tanpa perlu dilarang atau dipaksakan. Sudah sejak lama senang dengan pohon kaktus terutama yang tidak berduri, bukan apa-apa karena tertusuk duri kaktus itu sakit kawan. Nggak percaya?… yaa cobain aja.

Lalu seiring waktu semakin tahu bahwa selain kaktus berduri, terdapat juga varian kaktus yang tanpa duri serta beraneka rupa dan warna… makin menarik nich.

Puncak ketertarikan ini muncul setelah diskusi dengan istri yang ternyata.. sudah lama menyukai tanaman yang kuat ini dan sangat mudah perawatannya…. apalagi pas berbincang tentang bunga kaktus yang sangat spesial….

Makin penasaran…. segera searchinglah di laman dunia maya dan semakin banyak pengetahuan tentang kaktus-kaktus ini beraneka rupa, warna dan tentunya harga. Termasuk tentang bunga kaktus yang indah dan mekar secara misterius dengan waktu terbatas dan menebarkan wangi khasnya…

Apalagi di rumah sudah ada beberapa pot kecil kaktus, souvenir mengunjungi grace rose farm di Cisarua Lembang. Makin segera ingin hunting berbagai kaktus yang mungkin menarik hati.

Minggu pagi dikala sang istri harus berdinas pagi, maka mengantar jemput adalah kesempatan strategis untuk saling mendukung dan menguatkan ikatan kebersamaan ini..

Kaktus yang pertama berwarna merah berkarakter, ukurannya kecil tetapi memberikan bakalan calon pesona di masa depan. Dilengkapi duri-duri halusnya. Ada juga merah tua berbentuk lingkaran munu’u dan sudah muncul kemungkinan bunga.

Agak sulit melukiskan keindahannya, karena ukiran tuhan tidak dapat terbantahkan. Tinggal bagaimana kita memaknai seluruh keindahan ini dalam bentuk tasyakur dan rasa tiada daya dari seorang hamba terhadap Tuhan.

Semua tertata dalam pot kecil yang berisi kaktus berbagai warna, rupa dan harga. Warna hijau menjadi dominan selanjutnya merah tua dan merah cerah, juga putih bersaput lembaran duri atau oranye dan sedikit biru….

Semua keindahan ini didukung suasana pagi yang cerah dan segarnya udara pegunungan dibandung utara, melengkapi kebahagian dan rasa syukur ini.

Peminangan kaktus ini tentu akan berproses setelah nanti menjemput istri di tempat kerjanya dan balik lagi ke tempat jualan kaktus ini.

Selamat menjalani hari disenin pagi ini, Wassalam (AKW)

****

Catatan : please jangan dulu tanya nama-nama kaktusnya ya….

Lokasi :
Grace Rose Farm Garden
Jl. Kol. Masturi No. 305 Kertawangi Kec Cisarua KBB.

Si Ujang – fbs

Gorowokna matak reuwas sajagad…

Photo : Siaga / dokpri.

#fbs : fiksimini basa sunda

***

SI UJANG

Adaaaw.!!!!” Gorowokna sora mang Darman meulah simpèna janari. Jikanna teu sirikna luncat muru ka jamban, mitoha tibuburanjat ogè barudak tingkarorèjat. Ibur salembur èar sajagad, panasaran jeung rada palaur, “Aya naon?”

Jikan mang Darman rambisak bari ngagedoran panto jamban. Anak lalaki nu panggedèna langsung najong panto jamban, bisi bapana kumaonan…

Bray.

Panto jamban muka, kaciri mang Darman cingogo nangkeup tuur bari buligir, beungeutna pias jeung kawas nahan kanyeri. “Abah kunaon?” Jikan jeung budak babarengan nanya.

Tatangga ogè geus ngarumpul di tengah imah jeung di buruan, malah mah aya ogè nu mawa pakarang da bisi aya jelema jahat nu ngagunasika mang Darman.

Photo : Nuju ngarojay / dokpri.

Sanggeus anduk dirurubkeun kana awak, mang Darman ngaharèwos ka jikanna, “Tadi lulungu, sugan tèh lain cai panas, disiuk tuluy dibanjurkeun kana bobogaan… euh”

Bi Sarsih atoh tapi alum, salaki teu nanaon ngan pèdah ngabayangkeun ‘Si Ujangna” bakal istirahat heula sabab lèdèh jeung peurih sèsa dilèob ku sorangan. Cag. (AKW)

Arabica Kintamani Stasiun Purwakarta cafe.

Sruput kopi di stasiunnya kopi….

Photo : Sajian arabica bali kintamani dg V60 / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Sang arabica bali kintamani hadir dihadapan dalam sajian rapih bersahaja berkawan satu cookies sebagai pemanis dan gelas server untuk bersiap isinya diteguk di kala dahaga kohitala terus mendera.

Malam belum terlalu lama hadir menggantikan peran senja, tetapi gelap sudah pasti melingkupi semua alam semesta raya. Maka rehat sejenak dengan menikmati sajian manual brew v60 kopi hitam tanpa gula adalah sebuah niscaya yang memberi pengalaman berbeda serta hasilkan aneka makna.

Kang Sugih sang barista segera beraksi, meracik kopi arabica bali kintamani. Tentu dengan komposisi 1 : 15, 20gram biji kopi langsung di grinder dan bersentuhan dengan air panas 86° celcius….. currrrrr…..

Lumayan cukup lama menunggu prosesi manual brew ini, tapi ternyata memaknai prosesnya menjadi rasa tasyakur tersendiri. Bagaimana suatu komposisi dimainkan dengan peran masing-masing menghasilkan ekstraksi yang akhirnya satu rasa saling melengkapi, bagaikan sebuah orkestra pernikahan.

Suami dan istri adalah sebuah komposisi yang saling melengkapi untuk menghasilkan harmoni kehidupan berumah tangga. Jika terlalu banyak airnya maka terjadi rasa cawerang atau hambar, begitupun dengan pernikahan. Atau jikalau kopinya terlalu banyak sehingga dominan, maka kepahitan yang mengganggu perasaan.

Disinilah peran sang barista membuat prosesnya bisa saling melengkapi dan menerima. Dalam pernikahan maka peran barista ada di suami dan di istri yang senantiasa terbuka dan menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing pasangan untuk saling melengkapi dan berbagi….

Ahaaay, kok dari kopi jadi bahas suami istri?….”

Photo : Kedai stasiun Kopi Purwakarta / dokpri.

Senyuman menjadi jawaban, tapi dalam hati yang terdalam memang inilah salah satu cara diriku memaknai kehidupan, diwakili oleh cerita kopi dan menyambung dengan makna bersuami istri…. setuju khan?

Balik lagi ke arabica bali kintamani, inilah yang sekarang dinikmati… srupuuuut….

Woaah body strongnya hadir, pahitnya menggoda. Aciditynya stabil di medium serta after taste datar plus ada kepahitan yang ‘ninggal‘….. di akhir sruputan. Untuk suhu hampir pas dengan seleraku, tapi kayaknya kalau di atas 90° celcius mungkin lebih baik… ini mah masalah selera saja, overall sajiannya nikmat.

Tapi sruputannya nggak bisa lama, karena harus segera pulang dan bersua dengan istri dan keluarga tercinta. Selamat malam semua, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

Kedai Stasiun Kopi Purwakarta, Rest Area Km72 Tol Cipularang.