Ngopay di Green Kamojang.

Menikmati kopi di Resto Teripta, Kamojang Garut.

Photo : Kohitala di Resto Teripta / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Setelah bercengkerama dengan segarnya air kolam renang dan pemandangan pegunungan yang meng-adem-kan hati maka perlu kiranya dilanjutkan dengan mencari suasana lain yang tersedia di tempat ini, Green Kamojang Resort.

Silahkan baca : KOLAM RENANG Green Kamojang.

Jika melihat di aplikasi wisata online maka akan terlihat sebuah bangunan besar ditengah kolam yang sepintas mirip perahu dengan dominasi warna warni birunya langit semburat merah mentari serta kehijauan dan pantulan cahaya di air kolam begitu indahnya.

Kenyataannya memang tidak persis tetapi secara nyata itu semua ada, hanya memang seni photografi memberi editan yang lebih manis tentunya agar para calon pengunjung dan penginap akan tertarik… itulah iklan hehehehehe.

Diriku menulis apa adanya, jadi maafkan jikalau ada yang tidak tepat dalam penyajiaannya. Tetapi memang menulis itu yang paling nikmat adalah melihat, merasakan sendiri dan segera menuangkan dalam jalinan kata sederhana dan mudah untuk memahaminya.

“Trus klo berbeda gambar dengan kenyataannya gimana?”

Berbeda itu relatif, bisa saja paa photo diambil adalah di musim semi (autum)…”Ada gitu musim semi di garut?”

“Ada atuh, khan sewaktu rasa ini bersemi padamuh… “

“Adaaw gombalisme”

Maksudnya tentu photo yang diambil di musim hujan tetapi kita datang di musim kemarau, maka suasana berbeda. Tetapi secara keseluruhan, konsep yang disajikan cukup menarik. Bungalow/villa, suasana alam untuk tracking atau outbound, meetingbroom, kolam renang, resto dan tentu fasilitas kolam yang penuh ikan-ikan plus bisa digunakan paparahuan dengan sangat menyenangkan.

Photo : Latte at Kamojang / dokpri.

Nah… urusan kohitala, ternyata di cafenya ada.. namanya cafe Teripta, dengan desain meja kursi pinggir kolam… menghadirkan sensasi alami sambil minum kopi bercengkerama dengan ikan koi.. eh ikan emas k├ętang.

Sayangnya kopi untyk manual brewnya habis, jadi hanya bisa pesan kopi tubruk biasa dan ditemani kopi latte sebagai pemanis suasana. Tidak lupa sejumput iga bakar nasi kebuli… ahaay sejumput, itu mah porsi maksimal… menemani siang hari menjelang sore ini.

Srupuut…
Amm….

Alhamdulillah raos bin nikmat.

Seiring gemericik air yang dipermainkan sekumpulan ikan mas, saat berpisahpun tiba dan lokasi yang asri ini harus ditinggalkan dengan penuh keikhlasan. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s