Coffee BellStone

Kirain apaan Coffee BellStone.. ternyata.. enak.

Photo : Sajian Coffee BellStone / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Menjalani hari dengan sejumput keceriaan berbalut rasa syukur atas nikmat kehidupan menghasilan kedamaian dalam perjalanan dan tidak terengah dalam melangkah.

Begitulah sebuah realita dilakoni dengan sukacita, karena semua rencana hanya reka pikir manusia, padahal sebetulnya sudah ada blueprint-Nya yang tak bisa ditolak kecuali dengan khusuknya doa.

Dua paragraf yang coba ditulis dengan sepenuh hati dan segenap jari… eh dua jempol, khan ngetiknya di layar smartphone. Mengalirkan kata menjadi jahitan kalimat yang mungkin enak dibaca tapi tidak bisa dimakan…. nyam nyam.

Mulai nggak bener nulisnya nich… ayo minum kopi dulu….

Langsung terbangg…… cusssss…

Menuju Jl. Ir. H. Juanda Bandung atau lebih dikenal jalan dago, patokannya setelah Sekolah Darul Hikam trus ada kantor Bappeda Provinsi Jabar… masih naik terus ke atas.. sebelah kiri ada plang Sam’s Strawberry Corner. Masuk aja ke area tersebut, belok kiri, parkirannya lumayan cukup beberapa mobil.

Kopinya dimana?…. iya kalem,…. jadi klo bawa mobil or motor parkir dulu ya, soalnya ribet klo dibawa ke dalam

“Nggak percaya?…… Coba saja”

Masuk ke restorannya, terusin aja ke belakang, karena di area belakang lebih luas dan disanalah sang Koboy Tjipelah meracik kopinya.

***

Photo : Kang Saepul, Barista Kopi Koboy Tjipelah / dokpri.

Kopi yang disajikan oleh Kang Saeful Barista, adalah coffee Bellstone… keren khan?… padahal itu kopi batu lonceng dari pegunungan manglayang. Diracik dengan filter V60 dalam komposisi 1 : 12, temperatur air 92° celcius menghasilkan sajian kopi yang harum dengan acidity dan body medium, after tastenya ada sedikit rasa berry dan selarik rasa asin… “Rada aneh yeuh, jangan-jangan pake garam”….

Setelah dikonfirmasi dengan sang barista, memang katanya agak unik dengan kemunculan rasa asin ini, noted. Overall, rasanya nikmat dan bisa menambah kesegaran fikir dan ketajaman rasa dalam menjalani kenyataan dunia.

Penasaran dengan Tjipelah, itu ejaan lama, dibacanya ‘Cipelah‘… selain googling juga bertanya kembali pada sang barista dan ternyata itu adalah nama daerah penghasil di Bandung selatan tepatnya di daerah Rancabali…. oowh…. jadi penasaran dengan rasa kopi Tjipelahnya. Tapi supaya tidak terjadi tabrakan rasa, sekarang nikmati dulu Coffee bellstone-nya dulu….. srupuuut…. hmmm…. srupuuuut… nikmat…

Oh Iya, makasih Pak Boss DR atas traktirannya.

Tulisan selanjutnya tentang Nikmatnya Kopi Tjipelah, tunggu yach.

Kembali jemari eh kedua ibu jari menari diatas layar smartphone, menuliskan sejumlah kata yang selalu mengandung makna, sambil tak lupa menyukuri semua detik perjalanan hidup ini. Wassalam (AKW).

Kopi Korpri.

Ngopay sambil berseragam..

Photo : Sajian kopi Gununghalu berlatar seragam korpri / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat jam seginih saudaraku pembaca blog ini, jangan merasa terganggu dengan kiriman link ini. Dijamin Ori tanpa Hoax… heuheuheu, dan sesuai tuntunan agama, maka ‘Iqra‘ atau bacalah…. Klo moo komen… itu lebih bagus, semoga nambah pahala.. Amiin.

Jangan terjebak dengan judul serta gambar dan langsung berpersepsi berbeda, maksud judul disinipun bukan mengkotak-kotakkan kopi menjadi milik ASN/PNS yang berseragam korpri di tanggal 17 setiap bulan ataupun tanggal lain yang menjadi hari besar nasional. Tapi momen kebetulan dikala memasuki sebuah cafe, berniat meng-kopay, ternyata banyak juga para pegawai berseragam korpri yang datang ke kafe ini karena baru saja bubar dari acara yang dihadiri Gubernur Jabar, Kang Emil.

Ceritanya….Gubernur Jabar dalam pengarahannya kepada pada Pejabat Eselon II dan III atau sekarang lebih panjang sebutannya yaitu Pejabat Jabatan Tinggi Pratama dan Pejabat Admintrator di lingkungan Pemprov Jabar menekankan bahwa :

Pertama, Jabatan itu sementara, jadi harus siap berpindah, bermutasi… eh bukan mutan ya.. tapi berpindah ke jabatan lain dengan berbagai instrumen penilaian yang ada… atau malah lepas jabatan karena sesuatu hal.

Kedua, Penilaian bagi ASN (aparatur sipil negara) ditentukan berdasarkan 3K, yaitu Kualifikasi, Kompetensi, dan Kinerja.

Ketiga, ASN yang diharapkan adalah memegang 3 hal penting yaitu Integritas, Melayani dengan hati dan Profesionalisme.

Photo : ASN lagi antri pesen kopi / dokpri.

Penekanan yang lebih penting adalah bagaimana seluruh ASN di Jawa barat bisa mengawal dan mewujudkan janji kampanye Gubernur-Wagub Jabar periode 2018-2023 dalam bentuk kegiatan kongkrit implementatif (…….tentu tetap harus berpegang pada regulasi)…. Jangan sampai.. awalnya desainnya kuda… eh di akhir jadi Kuya (kura-kura).. jauh bangeet khaan?..😜😜😜

Halah eung jadi serius beginih… tapi itulah beberapa penekanan dari pak bos, Kang Emil… yuk ah ngopay dulu
.. srupuuuut… sruputtttt.. eh srupuuuttt… puttt.

Kok tahu siih tentang arahan gubernur, nguping yach?”

Sebuah pertanyaan yang tidak usah dijawab ah, senyumin ajaaa….

Srupuuut…..

Sajian kopi arabica Gununghalu dengan manual brew v60 rasa lengkap after taste berry-nya… nikmat penuh sensasi, body mediumnya membuat familiar di lidah… nikmaat. Perbandingan 1:15 dan panas 90° celcius (kata sang barista), cukup berhasil mengekstraksi bean gununghalu ini sehingga tersaji rasa khas kopi arabica java preanger…. yummy.

Gitu ceritanya kopi korpri hari ini, oh iya lokasi ngopaynya di dekat tempat acara yaitu di Kabuci 372 Coffee, Jl. Kolonel Masturi, Cimahi Utara Kota Cimahi. Wassalam (AKW).

Kopi Lungo Pwkt.

Bersua dengan kopi Lungo di Purwakerto… eh purwakarta Jawa barat.. srupuut.

Photo : Lungo Coffee Cangkir pink & pelayan yang tiba2 lewat / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Bergerak pergi membawa raga, menyusuri jalinan kisah yang selalu bersekutu dengan waktu yang tak pernah menoleh sedetikpun terhadap apa yang sudah dilalui… dan jangan lupa jikalau waktu, kesempatan dan dompet bisa kompromi, maka mampirlah di kedai kopi atau cafe kopi.

“Trus ngapain?”

“Ya pesen aja kopi dan makanan, trus nikmati”

“Aku mah nggak suka kopi!!!”

Ah aku terdiam sesaat lalu tersenyum dan lebih bersyukur, karena bisa menikmati seduhan kopi tanpa gula adalah salah satu karunia kenikmatan dari Allah Swt, apalagi tidak semua orang bisa menikmatinya.

“Ya sudah jangan dipaksain brow, ini khan cuman saran”

“Okey”

***

Photo : Cafe Kakota Purwakarta / dokpri.

Perjalanan menapaki hari memberi sempat munculkan harap. Seolah menjadi sebuah doa yang bersambut, maka kedai kopi atau cafe kopi bisa ditemukan tanpa perlu bersusah payah bertanya ke sana kemari.

Kebetulan sekarang kedai kopi sudah ramai bertebaran di seantero kota, jadi mudah mencarinya.

Hari inipun dikala beredar di Kota Purwakarta, maka tuntaskan dulu segala asa, selesaikan tugas yang diemban tanpa tersisa, baru sebelum pulang mampirlah di sebuah cafe yang menyajikan menu kotala, kopi tanpa gula.

Photo : Kopi Lungo gelas ke-2 / dokpri.

Memang bukan kopi saring manual brew, tapi tak apa, sambil membuka laptop menyelesaikan laporan tugas hingga tuntas.

Duduk manis di kursi yang nyaman, dilayani neneng cantik ramah, buka menu dan dicari halaman kopi….. eh ada Kopi Lungo…

Jikalau artinya berdasarkan bahasa jawa maka artinya adalah ‘pergi‘ atau bepergian, bertualang.. travelling kali yach?, berarti cocok pisan untuk dinikmati bagi penikmat kopi yang senang pergi-pergi eh bepergian kesanah kemarih… meskipun masih kota-kota lokalan dan regional saja plus sesekali lintas pulau.

Back to Lungo Coffee…. pertanyaan tentang arti lungo tidak dijawab tuntas oleh sang pelayan, bingung juga kali dapet pertanyaan yang aneh. Tapi kelihatan langsung diskusi dengan manajernya dan… terlihat mengernyitkan dahi… 😜😜… ya sudahlah.

Di daftar menu, kopi lungo itu penamaan untuk double espresso + ekstraksi espresso…. ya anggap saja kepahitgetirannya 2,5X espressso…. “Kebayang khan pahit nikmatnya?”

Yang pasti sajiannya memuaskan lidah dari sisi body kopi yang very strong dan tebal, serta jelas ninggal di bawah lidah tetapi less acidity apalagi taste-berry.. itu tidak ada sama sekali… yang pasti ini sajian kopi pahit sepahit-pahitnya…

“Nikmat kah?”…

Tentu tetap nikmat dan penuh berkah, mencerahkan fikir menenangkan otak yang seharian berkutat dengan probabilitas angka dimana menjadi target di akhir desember nanti.

Aww…..

Sruputt…. ngetiiik… tik tuk tik tuk.. mikir… ngetik lagi… srupuut… gitu aja bolak balik sambil sesekali melihat suasana cafe Kakota yang di datangi tamu yang berganti-ganti.

Lanjuut….

Itulah sekelumit kepahitan nikmat alias kenikmatan pahit di salah satu cafe di kota Purwakarta Jawa Barat, dengan harga sajian 18 ribu per cangkir, maka pesan 2xpun masih cukup di dompet plus bisa traktir beberapa kawan, diawali oleh cangkir pink dan kedua bercangkir hitam, isinya tetap… secangkir kopi pahit nan nikmattt. Selamat menjalani hidup, kawan. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Kakota, Jl. Jenderal Sudirman, Pasar Jumat, Nagri Tengah, Purwakarta, Purwakarta Regency, West Java 41114

Kopi Kenangan.

Bunga kertas menggugah kenangan yang berbekas.

Photo : Bunga kertas ungu / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Tiba-tiba sebuah photo hadir di layar smartphone, sebuah keindahan yang diwakili pohon bunga kertas ungu diatas pot yang seolah biasa saja.

Tapi tidak, hadirnya sebuah photo ini langsung memicu reaksi berantai dalam otak dan perasaan. Megghadirkan gambaran jelas masa lalu seolah peristiwa itu baru beberapa saat terjadi, padahal setahun sudah momen ini berlalu.

Sebuah kebersamaan yang penuh makna, hubungan persaudaraan dan perkawanan yang terbentuk sempurna, lintas pulau, agama, bahasa dan juga kebiasaan yang berbeda.

“Tahu nggak yang menyatukannya apa?”

……..

Tugas bersama?… iyaa
Presentasi di KSP?.. ya deh
Jalan2 ke LN?… Iya
Aerobic?… eum nggak terlalu
Ceu Een?…. Iyaaaa itu dia

…….

Ada satu lagi yang mungkin menjadi pelengkap, tapi akhirnya menjadi semakin erat… hingga saat ini…

Persaudaraan kopi… Kotala*)

“Maksudnya?”

Diawali dari tatapan aneh bin cuek karena melihat diriku repot bawa peralatan manual brew demi secangkir kopi yang ternyata rasanya pahit.

Bingung lihat kertas filter dan corong V60 serta cerewet manasin lagi air dispenser demi dapatkan suhu yang sempurna, apalagi lihat berbagai stok kopi yang dibawa dan disimpan di meja terbuka dari mulai arabica puntang, kiwari, gayo hingga merk kopi singa, tak lupa toraja dan robusta garut sukapura.

Photo : Capture channel youtube-ku / dokpri.

Prosesi manual brew V60 tidak hanya di Kiarapayung saja, tapi juga hingga ke kamar hotel di Jakarta, Yogya, Bali dan Singapura… pokoke always ngopay everywhere..

Ini link nya klo moo nonton… Manual brew singapura.jangan lupa subscribe dan klik tanda alarm ya guys….

Proses berjalan… tak terasa 5 bulan kebersamaan mengkristalkan persabatan menjadi persaudaraan lintas pulau dan menghasilkan barista baru di Bogor, jogja dan purwakarta serta para penikmat Kotala.

Iya setahun lalu, yuk ah… Iuran… eh ngopay. Wassalam (AKW).

***

*)Kotala : Kopi tanpa gula

Kopi IFC

Kerja jalan Ngopay juga… lets go.

Photo : Secangkir Esspre-Americano / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Pagi buta mengejar jadwal kereta, dan tiba di Jakarta berjibaku dengan macetnya ibukota,… dengan segala daya upaya hingga akhirnya bisa hadir di tempat meeting meskipun terlambat beberapa menit berharga, tapi apa mau dikata itulah kondisi nyata, yang penting semua berlalu melalui nilai usaha dan pengorbanan bangun dini hari demi sebuah jadwal kereta…. eh macetnya dari gambir ke tempat acara.

Siang menyore diskusi menjadi begitu berisi, confident dan seru mewarnai perdebatan yang akhirnya saling melengkapi… meskipun tentu masih ada aneka gagasan yang belum tereksplorasi.

Lantai 9 gedung BEI menjadi tempat beradu argumentasi, antara kami dan pihak IFC – World bank, tentang sebuah harapan besar yang harus disingkronkan demi wujudkan BUMD juara.

Tahapan dan penentuan tanggal adalah sebuah keniscayaan, karena sebuah cita hanya akan tertahan di batas angan jika tidak di bumikan, maka suatu keharusan di breakdown menjadi kegiatan konkrit, dimana siapa berbuat apa bagaimana…

…..bener khan?

Benerr….

Photo : Belajar terbang di area SCBD / Pic by Hanif.

Tapi tetap, kopi hitam tanpa gula ternyata hadir dalam keseruan ini. Meskipun ini bukan kopi manual brew V60 tetapi dengan peralatan mesin kopi tersajilah espresso americano yang harum dan menenangkan hati. Didukung perhatian tuan rumahlah yang menjadikan kopi ini menjadi semakin penuh makna, apalagi boleh refill…. ahay…. nikmatnyaa.

Srupuuuut… Kopi IFC dinikmati sambil berdiskusi tentang blueprint BUMD Jabar, berbasis prioritas dalam RPJMD 2018-2023 maka mengerucutlah shortlist yang harus segera ditindaklanjuti.

Cemunguut…
Cerupuut.. nikmaat.

Selamat menjalani hari yang cerah kawan, Wassalam (AKW).

***

Kantor IFC :

Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, 9th Floor, Jalan Jendral Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190

Lelah & Kopi.

Jikalau lelah mendera…. makanlah, eh ngopaylahh…

Photo : Sajian kopi tenangkan hati / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Terkadang rasa lelah tiba-tiba datang mendera, menghantam pertahanan raga terakhir sehingga tinggal menunggu waktu untuk ambruk dan musnah. Tapi tentu itu adalah kemungkinan terakhir, masih banyak cara mengelola lelah, mengendalikan tekanan yang merupakan bagian dari kehidupan.

“Trus musti gimana sob, lagi kondisi tertekan?”

“Widdih kok jadi nanya serius sihh…. lo tau nggak, badan gue melar kayak gini karena penuh tekanan tauuu….”

“Ngawur ah, itu sih gara-gara lu makannya over aja dan klo liat elu makan, emang kayak yang enak sih”

Hahahaha…. kami berdua tertawa sambil memasukan potongan pizza terakhir ke mulut masing-masing.

Photo : Pemandangan di halaman cafe / dokpri.

“Udah habis pizza besar 2 nampan ini, aku besok mau diet, sueeer”

Berdua berjanji mulai diet, menurunkan berat badan…. mulai hari itu.

***

Esok hari tiba, dan berjanji berjumpa sambil membahas rencana diet yang akan dilakukan, tempatnya di Tukang Mie kocok cokor, esok harinya di tempat coto makasar dann…. seterusnya.

Alhamdulillah… pembahasan diet berjalan berbulan-bulan dan selalu ditempat makan yang enak dan enaak sekali… akhirnya mereka mem-bulat berdua hihihihi.

***

Kembali kepada tekanan hidup termasuk rasa lelah, yang paling prinsip adalah memaknai tekanan itu bukan sebagai beban, tetapi merupakan tantangan yang harus dihadapi.

Sehingga yang muncul adalah pemikiran tentang strategi menghadapinya.

Photo : Neng Wini / dokpri.

Karena jika tiada strategi yang disiapkan, maka bersiaplah menerima kenyataan dan deraan kelelahan yang akan membuat tubuh tidak kuat lagi menahannya hingga akhirnya ambruk, sakit dan menderita.

Photo : Suasana Cafe Meloh / dokpri.

Supaya memikirkan strategi menghadapi tekanan ini lebih mantul (mantaps betul), maka se-teko server bening berisi seduhan kopi tanpa gula yang membantu memberi semangat, membuka pikiran sekaligus menenangkan jiwa sehingga kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan yang indah dan berharga.

Wilujeng ngopay bray. Wassalam (AKW).

Catatan :
Jika penasaran, posisi tempat ngopay tersebut dimana, klik aja Kopi Meloh Cisarua.

Ngopay di Meloh Cafe.

Ngopi Arabica Cikuray & Papandayan di kaki Burangrang

Photo : Sajian manual brew V60 Arabica Papandayan / dokpri.

PASIRHALANG, akwnulis.com. Menemukan tempat ngopi yang asyik ternyata tidak sulit, semenjak memutuskan menjadi Kotala-lover*), maka informasi tentang tempat ngopi seolah datang sendiri. Bisa rekendasi teman, iklan di IG, atau obrolan pribadi.

Begitupun hari ini, bisa menikmati kopi v60 arabica papandayan dan arabica cikurai dengan memandang awan tipis bermain di gunung burangrang.

Nama tempatnya ‘Meloh Cafe & Tent’, sebuah tempat menginap dengan suasana alami menggunakan tenda tetapi dengan berbagai fasilitas sekelas hotel berbintang, yang dikenal dengan istilah ‘glamping‘, glamorous camping.

Tempat bersantai yang menenangkan. Bisa mengembalikan mood dan semangat dalam menjalani kehidupan atau juga menjadi terapi jiwa jikalau galau sedang menyerang.

Photo : Latar belakang gunung burangrang / dokpri.

Sajian pertama adalah arabica papandayan dan sajian kedua arabica cikurai, menggunakan manual brew filter V60 dengan komposisi kopi dan air yang… pake feeling..🤠🤠🤠.

Pas ditanya rumus perbandingan, Neng Wini sang penyeduh menjawab bahwa komposisi airnya seteko kecil dengan 3 sendok makan kopi bubuk… trus panas airnya sampai mendidih ajaaa…. gampang khan?

Tapi itulah misteri kopi, terkadang menyeduh dengan presisi baik komposisi ataupun gramasi dan juga temperatur air panas yang tersaji… eh hasilnya biasa saja, nggak nendang sesuai harapan hati.

Ternyata, seduhan neng Wini dengan feelingnya bisa juga menghasilkan sajian rasa kopi asli tanpa gula yang memang karakter aciditynya medium dengan aftertaste fruitty, meskipun dari sisi body (rasa pahitnya), kopi papandayan lebih strong dan tebal dibandingkan kopi arabica cikuray.

Srupput….. hmmmm… nikmaat.

Photo : Sajian V60 kopi arabica papandayan / dokpri.

Oh ya, tempat ini tidak hanya untuk ngopi, tetatpi aneka makanan minuman juga tersedia dan jikalau yang pengen menginap maka terdapat beberapa tenda bersama dilemgkapi toilet di dalam ataupun yang tenda biasa dengan toilet terpisah serta fasilitas tenda besar yang juga bisa digunakan untuk pertemuan termasuk sebuah banguna mushola alami dari bambu yang bisa digunakan shalat sambil merasakan desau dan semilir angin penuh kesegaran.

Photo : Mushola di Meloh Cafe / dokpri.

Lokasinya berada di daerah Pasir Halang, Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Akses dari arah Kota Cimahi melalui jalan kolonel masturi menuju arah utara ataupun dari daerah padalarang melewati jalan Ciloa KBB.

Udah dulu ah ceritanya, sayang nich kopinya cepet dingin…. selamat ngopay, Wassalam (AKW).

*)Kotala-lover : pecinta-kopi tanpa gula.