Kopi Sama Dengan.

Bertambah dan berkurang itu kenyataan, tetapi kopi mah terus jalan…

Photo : Sajian kopi Arabica Aceh Gayo / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jikalau tambah itu adalah beban, maka pengurangan menjadi penyeimbang. Tetapi berkurangpun harus dihadapi dengan kesiapan menghadapi dan menjalaninya, karena akan berhubungan dengan pengorbanan. Itulah salah satu dinamika kehidupan.

Dikala tanda tambah bersanding dengan tanda kurang, berarti tambah kurang itu berada pada frekuensi yang sama, jadilah sinergi dan keseimbangan yang sekaligus mengganti sebutan. Awalnya tambah ketemu kurang, sekarang namanya berganti menjadi ‘sama dengan’,

Bener khan?”
“Aya aya waé kamu mah….”

Seperti dua sajian kopi siang hari ini, dengan metode seduh yang sama yaitu V60 tetapi dengan bean yang berbeda. Satunya Arabica aceh gayo dan satu lagi Robusta garut, dipastikan beda karakter, ada tambah dan kurangnya.

Yang bikin klik dan sama dengan adalah….. nama Cafe-nya, Cafe Sama Dengan… hehehehehe.

Photo : Suasana cafe Sama Dengan / dokpri.

Cafenya terletak di koridor masuk ke arah Mall Cihampelas Walk atau Ciwalk.. disebutnya ‘ciwok‘. Tersaji banyak pilihan menu, tetapi untuk manual coffee, inilah salah dua yang tersedia.

Suasana cafe yang cozy dan pelayan yang komunikatif bikin acara singkat nyruput kopaynya lebih bermakna dan bersemangat. Meskipun rekanku yang belum terbiasa dengan kopi tanpa gula, agak terdiam setelah meneguk satu tegukan sajian V60 Kopi robusta garut… “Pahitttt getiiir geuning!”

Aku hanya tersenyum menyembunyikan tawa yang bisa bikin kesinggung. Lalu disajikan sloki yang berisi hasil V60 Arabica garut… srupuut.

Nah ini nggak terlalu pahit, tapi ada rasa asamnya” Itu komentar yang muncul. Senyumku semakin lebar, sambil berkata, “Jikalau terasa pahit, masih pahit, coba pandang saya…. insyaalloh kopinya akan terasa lebih manieeees… 😀😀😁.”

***

Photo : Sajian V60 Robusta Garut / dokpri.

Kopi arabica aceh gayo hadir dengan body medium high, acidity high, aroma harum dan after taste tamarin serta citrunnya terasa berdiam lama diujung lidah ini. Sementara kopi robusta garut berkarakter body full, less acidity, pahit pisan dan lempeng nggak ada asam rasa sedikitpun…. tapi tetap nikmaat.

Sekali sruput masing-masing, bikin tandas sajian kopi 2 porsi ini. Membawa mood dan semangat untuk menghadapi tugas sesaat lagi yang akan muncul tanpa dinanti. Selamat ngopay bray, Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

6 thoughts on “Kopi Sama Dengan.”

    1. Heuheuheu….. begitulah repotnya istilah dalam penyeduhan kopi manual bang… bahasa simpelnya : pahit nya bingit, asem lagi trus asemnya ya rasa buah asem (tamarin)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s