Kematian itu…

Kematian itu sebuah Kepastian bagi semua mahluk.

Bali | akwnulis.com. Kematian itu pasti tetapi waktunya datang adalah rahasia Illahi Robbi, Allah Subhanahu Wataala.

Kematian itu pasti bagi semua mahluk fana yaitu manusia. Alquran sudah menyebutkan bahwa ‘Manusia pasti mati.’

Manusia tidak diberikan kesempatan untuk tahu kapan, untuk tahu bagaimana caranya, untuk tahu dimana saat-saat terakhirnya ataupun mengapa arus terjadi. Karena itu rahasia kehidupan yang menjadi hak mutlak Allah Subhanahu Wataala.

Mengapa?

Pertanyaan yang akan menjadi hikmah berbeda bagi masing-masing individu.

Yup… dua poin penting itu adalah : hikmah setelahnya dan bagaimana persiapan menghadapi saat-saat kematian itu tiba, “Siapkah kita?”

Dari sisi pasangan hidup, ada beberapa pandangan berbeda. Yang satu terus bersedih padahal sudah ditinggalkan mati 5 tahun lalu oleh suaminya, karena meninggal mendadak, “Andaikan dulu Bapak meninggalnya sakit dulu, bisa merawat dulu, mungkin tidak merasa kehilangan yang menyakitkan ini, serasa tiba-tiba sandaran hidup pergi dan menghilang tanpa pesan.”

Sementara disamping ibu tersebut, duduk seorang laki-laki yang juga kehilangan pasangan hidupnya akibat penyakit kanker berbicara dalam hati, “Kasian ibu ini begitu kehilangan, padahal merawat dulu pasangan hidup yang sakit butuh perjuangan dan pengorbanan serta keikhlasan yang luar biasa. Mungkin lebih sederhana kalau tiba-tiba meninggal, terhindar dari penderitaan.”

Itu baru dua pendapat, beratus alasan dan komentar lain pasti dimiliki setiap kepala manusia. Itulah dinamika kehidupan.

Yang pasti sebagai mahluk yang sedang antri menuju kematian, jangan lupa senantiasa ingat dan berpegang pada ajaran agama. Sebagai muslim, aku yakin akherat itu ada, kehidupan setelah kematian itu adalah nyata, disana asa surga dan neraka

Hikmah yang utama setelah meyakini tentang kematian dan kehidupan setelah mati adalah sebuah langkah taktis persiapan… yup PERSIAPAN.

Sebagai muslim sudah jelas tuntunannya Alquran dan Hadits. Shahadat, Sholat, Puasa, Zakat & ibadah Haji menjadi rukun islam dilengkapi dengan rutin berwirid serta mengaji dan bersilaturahmi. Karena hubungan dengan Allah (hablum minallah) harus disertai hubhngsn baik dengan sesama (hablum minannas).

Sedih, kehilangan, berduka, sunyi, seakan tanpa pegangan, dunia menjadi hampa adalah rasa manusia. Jalani dan tafakuri, akan muncul secercah cahaya hikmah yang mendewasakan kita hingga bangkit, berdiri tegar menjalani kehidupan menyongsong batas akhir kehidupan kita sendiri, pada saatnya nanti. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s