Kolam Renang Park Regis Arion Kemang

Review iseng Kolam Renang Hotel

Photo : Malam menelang di kolam renang / dokpri

Tadinya udah semangat mau berenang, memanjakan diri bercengkerama dengan segarnya air di kolam renang. Meskipun kejernihannya didukung penuh oleh kaporit tetapi tetap saja memanjakan mata dan menenangkan hati.

Padahal berenangnya pun belum fasih dengan aneka gaya, baru bisa meluncur lalu gerakkan tangan dan kaki hingga tubuh bisa bergerak ke depan secara perlahan tapi pasti.

Jam 21.09 baru bisa masuk kamar di lantai 3, simpan tas dan buka sepatu. Giliran buka tas, ternyata celana renang nggak dibawa, kecewa.

Eh nggak juga, memang nggak niat berenang juga kok. Ini sih klo kebetulan ada kolam, ya nyebur deh. Tapi survey itu penting, minimal jadi referensi jikalau next time nginep lagi di hotel ini.

Nggak pake lama, segera keluar kamar, masuk lift dan menuju lantai 7 dimana kolam renang berada, info dari petugas hotel.

Bener saja, keluar pintu lift di lantai 7 langsung ada petunjuk ke kolam renang, ruang fitnes dan Spa. Tapi sepi nggak ada orang, mungkin petugasnya lagi ke toilet.

Photo : Kolam renang lantai 7 / dokpri

Langsung menuju pintu akses ke kolam renang dan akhirnya bisa menikmati suasana damai sambil terdiam di pinggir kolam. Bentuknya standar persegi dengan kedalaman 1,5 meter. Panjang sekitar 20 meter dan lebar 7 meter (ahay kira-kira, maklum nggak bawa penggaris bro).

Sambil berkeliling di area kolam renang, menikmati sedikit pemandangan Jalan Kemang Raya dari lantai 7. Semilir angin malam menyapa jiwa melewati gazebo kayu di ujung kanan, 1 set meja kursi serta terdapat 4 kursi santai yang bisa digunakan pasca berenang ataupun untuk rilex sesaat sambil menikmati hidangan yang dipesan.

Tapi, niat berenangnya urung terjadi karena malam mulai larut juga kebetulan malem jumat. Jadi segera diputuskan kembali ke kamar di Hotel Park Regis Arion untuk beristirahat menyongsong esok yang penuh harap (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s