Belajar ‘Masa Bodoh’

Bersikap masa bodoh itu ternyata ada kitabnya pren, cekidot.

Akwnulis.com, Padang. Duduk di deretan kursi emergency pesawat Boeing 373 Maskapai penerbangan Express Air, begitu melegakan. Memberi ruang kebebasan bagi kedua kaki karena bebas menari tanpa menumbuk belakang kursi penumpang pesawat di depannya.

Perjalanan 2 jam ini juga yang menuntaskan membaca sebuah buku berjilid orange yang miliki judul provokatif ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’ Karya Mark Manson yabg diterbitkan 2 tahun lalu (2016) di New York, AS oleh Penerbit HarperOne… tentu dalam bahasa inggris.

Yang tuntas dibaca sekarang adalah versi terjemahan terbitan PT Gramedia Widiasarana Indonesia Cetakan VIII, Agustus 2018 dialihbahasakan oleh F. Wicakso. Untuk sampul tidak jauh berbeda dengan versi aslinya.. cuman beda bahasa saja… Ya iya atuh ih.

***

Siapa Mark Manson?”
“Mengapa buku karya perdananya menjadi buku terlaris versi Newyork Time dan Globe & mail?”

Dua pertanyaan yang menggantung, tetapi kembali ke judul…. “Masa bodoh ah, baca aja”

Maka disela kesibukan kerjaan sehari-hari, buku orange ini ikutan menjadi kawan sejati karena belum baca ampe habis. Termasuk rapat malam hari bersama bos besar, sambil menunggu tamunya hadir, buku ‘Seni Masa Bodoh’ ini sambil dibaca dan di nikmati.

“Buku apa itu?” Suara berat Bosku menyentak keseriusan membaca buku dan membuyarkan gaya masa bodohku.

Ini buku baru bos, buku masa bodoh!”

“Liat!” Segera buku orange ini beralih, dilihat jilidnya, jidat Bos sedikit berkerut. Dibalik sampul belakang, baca sinopsinya. Trus buka-buka beberapa halaman, lalu muncul komennya, “Buku apa ini?, nggak ilmiah! Baca buku itu yang berbasis riset jangan asal nulis!”

Aku hanya tersenyum dan terlintas satu kalimat indah di kepala, “Ah masa bodoh, aku suka buku ini dan akan dituntaskan membacanya.”

Segera buku orange ini disimpan, dijauhkan dari jangkauan Bosku karena meeting malam segera dimulai… jengjreng.

***

Buku ini menjadi pelepas dahaga setelah sebelumnya mendapatkan pencerahan dari The Legend Bapak Indrarto sewaktu sarapan eksklusif di Hotel Polonia Kota Medan beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 30 Agustus 2018.

Beliau memberi sebuah tips jalani kehidupan dan berbahagialah dengan prinsip, ‘Jika Kamu sudah menemukan suatu kebenaran, maka Yakinilah dan Masa Bodoh dengan urusan lainnya’ termasuk memberi bocoran tentang referensi buku ‘masa bodoh‘-nya berjudulBo Wero’yang hingga tulisan ini dibuat, belum berhasil menemukannya.

***

Buku Mark Manson ini menawarkan sebuah ide yang memaksa kita untuk memaknai kembali kehidupan ini dengan bahasa yang provokatif tapi efektif, yaitu ‘masa bodoh’.

Jadi bakalan seru baca buku ini bagi yang pengen belajar ‘masa bodoh’, karena akan terjadi pertentangan alami antara sikap ‘masa bodoh’ dengan keinginan untuk membaca buku ini.

Jangan salah… halaman awal buku ini membuka wawasan tentang Charles Bukowski, konsep lingkaran setan, sampai juga ke pemikiran Albert Camus hingga Hukum Kebalikan Filsuf Alan Watts… dan banyak lagi.

Secara maknawi hakiki, di halaman 15 dan beberapa halaman selanjutnya langsung mengingatkan tentang prinsip regiliusitas yakni mengingatkan kefanaan, mahluk yang bernama manusia itu semua sedang antri menuju titik akhir kefanaan yakni Kematian.

“Penasaran?”

…………. teng….. (sunyi tiada jawab)

“Jangan masa bodoh dulu pren, minimal munculkan rasa penasaran buat baca buku ini,… klo nggak niat beli… aku pinjemin dech”

***

“Para penumpang yang terhormat, kita semua sudah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau….dst”

Pengumuman merdu dari sang pramugari Express Air menuntaskan pembacaan ide ‘masa bodoh’nya Mark Manson, sekarang nggak boleh masa bodoh dulu, harus turun dari pesawat jangan sampai terbawa kembali oleh pesawat yang akan terbang menuju rute selanjutnya. Wassalam (AKW).

***

Klo moo nyari bukunya di Toko buku, warnanya orange, judulnya :

Sebuah seni untuk bersikap bodo amat (The Subtle Art of Not Giving a F*ck)
Pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik.
Karya Mark Manson.

***

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

6 thoughts on “Belajar ‘Masa Bodoh’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s