Emang Gue Pikirin

Emang Gue Pikirin, sebuah sikap yang penuh makna.

Photo : Secangkir kopi di Le Polonia Medan / dokpri.

“Disaat kamu menemukan Kebenaran, maka yakinilah dan masa bodoh atau EGP dengan hal lainnya”

Sebuah kalimat penuh makna yang terlontar dari mulut seorang bapak, yang disampaikan disaat bisa bersua pada sebuah perhelatan yang langka.

Sesaat terdiam dan berusaha mencerna sesuai dengan kemampuan rasa, juga olah pikir yang terus berkreasi seiring perjalanan kehidupan di dunia.

Mengangguk sambil berfikir keras, apalagi istilah EGP alias Emang Gue Pikiran khan bukan sebuah jargon masa lalu, tetapi istilah gaul yang nge-trend baru-baru ini.

***

Photo : Bersama bp Drs Indrarto, SH / dokpri

Pa Indrarto tersenyum, di usia 76 tahun kurang 85 hari ini beliau tidak berubah, tetap bugar dan bersahaja dan… senyumnya sambil sedikit menunduk serta bibir ditarik ke bawah kiri sedikit telah melemparkan jiwa membawa raga kembali ke masa 20 tahun lalu… di saat Beliau adalah sosok yang ditakuti oleh semua pihak terutama kami, calon pamong praja muda di Lembah Manglayang, Jatinangor.

Sebuah masa yang penuh tekanan, perjuangan dan ketidakpastian…. ahay Lebaay.

Konsistensi dan konsekwen yang Pak In tunjukan bertahun-tahun disaat mendidik, menjaga dan mengasuh diriku serta ribuan purna praja yang sekarang menyebar di seantero nusantara untuk menanamkan sebuah sikap yaitu INTEGRITAS.

Beliau selalu berwajah dingin, bersuara keras dan tegas sehingga teriakannya bagaikan guntur membelah langit di siang bolong, apalagi bagi praja yang melakukan pelanggaran.

***

Beliau melanjutkan, “EGP itu bukan sikap cuek bebeek…, tetapi sebuah sikap yang di pegang berdasarkan prinsip kebenaran yang diyakini benaar. Karena hidup ini tidak mungkin memikirkan SEMUA hal sendiri!”

“Itu yang Saya lakukan untuk membangun integritas dan disiplin serta etika kehidupan, butuh waktu lama dan extra kesabaran”

“Iya euy, bener bingiiit” suara hati menjawab dan semakin kagum dengan Beliau.

Sambil menyeruput kopi di sesi sarapan ini, Beliau kembali berkata bahwa “Musuh adalah Guru yang menyamar dan kalian dulu begitu bandel-bandel adalah guru yang menyamar untuk melatih Kesabaran Saya”

Hahahaha….

Kami tertawa lepas berdua.

Sebelum tuntus berbincang ringan tapi berbobot, beliau menyebutkan salah satu dan salah dua, salah tiga….. 🙂 referensi judul buku yang menginspirasi sikap dan gaya hidup beliau, salah satunya buku berjudul ‘bo wero, yang pengen tau klik DISINI.

Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s