Resah Menyore.

Mengurai kata mengukir sa-émbara…

Resah itu secercah yang ditumpuk maka membuncah. Meluapkan banjir emosi yang tak tertahan oleh janji. Biarkan niat beringsut perlahan menuju seperempat malam yang penuh kekaguman.

Sejumput doa yang bertabur permintaan dunia kurang lengkap jikalau urusan akherat jadi nomor dua. Paketnya tidak terpisah tetapi saling melengkapi.

Seleksi alam sedang berlangsung, begitupun hiruk pikuk seleksi manusia untuk merengkuh sebuah impian yang berupa jabatan. Menguji diri sambil menilai dedikasi diri, karena sang penentu diakhir nanti adalah Allah SWT. Manusia memandang proses ini adalah mewujudkan tulisan takdir di lauh mahfudz menjadi lebih membumi melalui tangan manusia yang sedang memiliki kuasa.

Genderang sayembara telah ditabuh dan membahana, hadirkan sosok calon pengganti bos dalam proses mencari yang terbaik dari semua calon yang tersaji.

***

Sambil menikmati semilir angin sore, raga bersantai sejenak diatas kursi di pinggir kolam renang, tetapi jiwa dan pikiran telah beredar, bermanuver secepat kilat menghilang menuju peradaban, sambil tak lupa tetap merajut manfaat silaturahmi bersama bumi. (AkW)

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s