Kunker STBM 110418

Cerita singkat tentang pembelajaran STBM ke Jawa Timur

Perjalananan dini hari menuju bandara setelah semalaman melukis langit kamar terasa begitu singkat. Hanya 8 menit, grab Datsun Go+ mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan.. eh ke halaman keberangkatan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Turun segera dan tidak lupa bayar ongkos grabnya. Nengok kanan kiri dan akhirnya bersua dengan wajah-wajah yang sudah kenal ataupun agak kenal hehehe. Basa basi dan sejumput kata memulai bincang dini hari ini. Tapi tidak lama berbincang itu bertahan karena adzan shubuh berkumandang syahdu. Menyentuh kalbu untuk segera mengadu kepada Allah Yang Maha Tahu.

Ngapain di bandara nyubuh bro?..

Pasti itu pertanyaan yang muncul. Pas bingit jawabannya yaitu tugas negara dinas luar kantor.

Photo : Delegasi Dinkes Kab Bdg berpose.

Yup ada tugas ke Jawa Timur dan lebih efektif waktu jika menggunakan pesawat terbang. Tapi tetep harus liat kemampuan budget kantor juga, jangan sampai melewati pagu atau batasan yang udah ditentukan.

Photo : Sarapan bersama di Jawa Timur / Dokpri.

Pesawat Lion Air JT 915 terbang mulus dan mendarat nyaman di Bandara Juanda Sidoarjo jam 07.20 Wib. Proses pengambilan bagasi rombongan relatif lancar, sarapan bersama di rumah makan hingga akhirnya tiba di tempat tujuan yaitu Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

***

Judul besarnya dateng ke Surabaya adalah keinginan untuk belajar kepada Pemprov Jatim khususnya tentang STBM.. bukan STMJ ya. STBM adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Kenapa itu menjadi strategis bro?… itu ceritanya panjang. Tapi dari pada nggak mau baca tulisan selanjutnya yaa dipersingkat saja. Intinya urusan sanitasi ini adalah sebuah bentuk kerja bareng lintas sektor lintas OPD untuk mewujudkan pembangunan sanitasi bagi masyarakat melalui wadah Pokja Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) dimana di Sekretariat Daerah digawangi oleh Biro SPIBUMD – Biro Yanbangsos – Biro Prodi bersama dengan OPD-OPD diantaranya Bappeda, BPKAD, Dinkes, Disperkim, DisLH, Disdik, DisPMD, Diskominfo serta Satker KemenPUPR & Bappenas.

Bicara STBM yang merupakan domain Dinas Kesehatan adalah salah satu metode program yang efektif untuk membangun kesadaran hidup sehat dan menjaga sanitasi lingkungan secara langsung kepada masyarakat, selanjutnya secara phisik dari Disperkim dan DisLH untuk monitoringnya. Eitt tidak lupa dari sisi arah perencanaan dan tentu komitmen penganggaran maka peranan penting Bappeda dan BPKAD adalah sinergi berkelanjutan untuk mewujudkan universal akses serta amanat SDGs pesan nomor 6, antara lain pada tahun 2030 mencapai akses sanitasi dan kebersihan yang memadai dan layak untuk semua dan mengakhiri BABS…

***

Alasan pembelajaran itulah, sebuah rombongan besar bergerak ke Jawa Timur dari berbagai arah meliputi perwakilan 16 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat, terdiri dari para Kabid Kesling dan Kabid P2PL, Para Kasi dan stafnya serta Kota Banjar hadir langsung Kepala Dinas Kesehatannya serta tentunya sohibul baitnya Dinkes Provinsi Jawa barat didukung perwakilan Diperkim, Biro Yanbangsos dan Biro SPIBUMD dengan total rombongam 72 orang.

Jawa timur menjadi jugjugan karena dari 38 kabupaten/kota di Jatim, 5 kab/kota sudah ODF (Open Defecation Free) atau Bebas BABS (buang air besar sembarangan)… jangan salah arti kawan.. bukan bebas BAB sembarang….. tetapi sudah tidak ada lagi masyarakat di 5 kab/kota tersebut yang BAB sembarangan.

Keren khan?… sementara di Jabar belum ada satupun kab/kota yang ODF… jadi semua semangat yang sama untuk menimba ilmu dan segera mengimplementasikan di kab/kota di Jawa barat. Dengan luasnya wilayah dan tentunya 48,1 juta jiwa penduduk jabar tentu perlu implemetasi strategi komprehensif pasca pembelajaran ini.

Pembelajaran ini tentu komprehensif menyangkut kebijakan, komitmen anggaran, regulasi, SDM serta berbagai kiat-kiat jitu agar kab/kota ODF di Provinsi Jawa Barat segera terwujud.

***

STBM Jawa Barat!!!
Lebih bersih-Lebih sehat

‘Yes Yes Yes!!!

Teriak para peserta kunker penuh semangat.

Wassalam (AKW).

Diary Coffee 6

Volume 6 Diary Coffeeku…

Pagi menjelang penuh harapan
Secangkir kopi bukan hanya angan
Tetapi salah satu tujuan
Karena dibalik kepahitan ada kenikmatan

Pahit itu hanya persepsi
Karena terkandung aneka sensasi
Dari secangkir kopi
Sajian yang hitam mewangi

V60 Gayo Takengon tampilkan diri
Aroma nikmat rasa sweety
Medium acidity bikin mau lagi
Di Noah Barn ini tersaji

Pagi menjejak siang
Mengantar hari dengan riang
Dari bandung bergeser sekarang
Menuju Cimahi utara selagi terang

Cafe kupu-kupu menyambut haru
Kedatangan kami yang terburu-buru
Demi menikmati sajianmu
Manual brew Arabica Gunung tilu

V60 memberi rasa tersendiri
Dilanjut double espresso lebih dini
Mengejar nikmat yang hakiki
Mengecap rasa kopi alami

Kopi hitam di Cipageran
Bikin mata agak segeran
Setelah ujian yang menegangkan
Longgar otot jalani kehidupan

Sore menjelang bersama si cayang
Dapur keraton ucap selamat datang
Sajian kuliner rasa menantang
Tak lupa espresso berwarna terang

Itulah diary coffee edisi enam
Melengkapi lanjutan perjalanan
Menikmati si hitam yang menyenangkan
Dan bikin hidup lebih ringan. (AKW).