Kolam Renang Cipaku & masa kecilku.

Aktifitas main air di masa kecil versus kenyataan sekarang di Kolam Renang Cipaku Bandung.

Melihat birunya air dikolam renang, langsung menghanyutkan rasa untuk segera berkubang, bercengkerama dengan riak kesegaran serta memberi nuansa kedamaian. Gemericik air dan angin pagi berpadu menarik diri untuk segera nyebur dan bergabung dengan kesegaran, meskipun tetap rasa deg-degan itu menghinggapi karena….. sebenarnya diri ini belum bisa berenang.

Whatt?… hari gini nggak bisa renang?

Ya emang kenyataannya gitu, makanya sebelum turun ke kolam liat liat dulu kedalamannya atau tanya sama petugas, jangan sampe nyemplung ternyata kedalamannnya lewatin kepala, berabe jadinya. Khan nggak lucu juga teriak-teriak takut tenggelam di kolam renang umum.

Yang aman ya yang kedalaman maksimal 1,6 meter, kira-kira nyampe leher. Jadi klo berdiri masih bisa menginjakkan kaki ke dasar kolam sementara kepala masih bisa bebas bernafas.

Tapi yang terasa jadi beban adalah disaat liat pengunjung lain dengan senang dan bahagianya berenang wara-wiri di kolam seolah tanpa beban. Badan mengambang dan bergerak kesana kemari dengan penuh keteraturan. Iri aku.

Moo ikutan les renang, serasa ke-tua-an, tapi klo nggak belajar ya nggak mungkin simsalabim langsung bisa, ah dilema.

Sambil pikiran melayang kesana kemari, badan tetap di dalam kolam renang air hangat di Cipaku Bandung, sambil mengggendong anak cantik yang demen main air meskipun mamatata (mau mau tapi takut). Anak masih 2 tahun perlu kawalan ekstra, jangan sampai tenggelam, mangkanya penggendongan extra ketat sambil terus bermain dengan balon-balon pelampung berbentuk binatang.

Bersentuhan kembali dengan kolam renang ini karena mengantar ibu mertua yang terapi persendian menggunakan metode air hangat. Rekomendasi dari sesama pasien pada saat kontrol berobat di RS Halmahera, Bandung.

Satu dua kali hanya mengantar saja, tetapi karena yang nganter juga harus beli tiket masuk. Ya udah dech nyebur sekalian.

***

Semasa kecil dulu di kampung halaman, sebuah kecamatan yang masuk daerah IDT (Inpres Desa Tertinggal), sungai adalah tempat bermain pavorit. Pulang sekolah pasti nyempetin bermain air sambil berenang di aliran sungai yang berair jernih serta masih ada ikan ataupun udang kecil. Bukan berenang seperti di kolam renang tapi main air saja karena memang hanya berani ditempat yang dangkal, namanya Sungai Cidadap.

Ada banyak lokasi bermain air sepanjang sungai Cidadap seperti leuwi lutung, kolong sasak, bendungan hingga sendok. Sendok itu adalah saluran irigasi dari bendungan yang bentuknya membulat seperti sendok sebelum mengalir di saluran irigasi primer yang akan mengairi area persawahan di kampung halamanku.

Trus… yang ekstrim adalah naik ke atas pohon di pinggir sungai atau diatas jembatan, loncat ke sungai yang cukup dalam dan nanti terbawa arus ke air yang dangkal, naik lagi ke darat dan ulangi lagi meloncaat, seru abis dech.

Tapi kalau ketauan bolos ngaji ba’da asyar karena mandi-mandi di sungai, hukumannya mantab.. di cambuk pake anak sapu lidi sambil di ceramahin abis sama babeh serta bonus daun telinga dipelintir sama ibunda yang nggak kalah cerewetnya. Bete dech klo pas bolos ngaji trus kepergok sama ortu, pasti hukuman itu menanti.

***

Tapi sekarang itu semua adalah kenangan masa kecil yang berharga. Galak dan marahnya orang tua adalah refleksi kasih sayang dalam merawat anak laki2 satu-satunya yang mungkin agak nakal waktu harita. Karena setelah dewasa baru menyadari potensi bahaya dari kedalaman air sungai di tempat-tempat tertentu juga kemungkinan terjadinya banjir bandang yang berbahaya.

Kembali ke kolam renang, kolam renang Cipaku menjadi tujuan berada di daerah bandung utara. Di sini terdiri dari 3 kolam renang, 1 kolam renang yang favorit adalah yang berair hangat plus indoor. Selain pastinya nyaman dengan kehangatan airnya juga disini salah satu tempat untuk ikhtiar penyembuhan terkait masalah sendi, otot, tulang dan sebagainya dengan metode holistik.

Pelatihnya pun ada beberapa orang, baik pelatih renang dan pelatih untuk teraphy masalah otot, persendian juga teraphy untuk anak yang sulit konsentrasi karena teraphy holistik yang diusungnya adalah ‘Swimming is meditation.”

Kolam kedua adalah kolam dengan kedalaman 1,3 meter dan berair dingin serta outdoor. Satu lagi kolam dangkal berair dingin untuk anak-anak dengan ketinggian air sekitar 30-40 cm saja, cocok buat anak-anak dengan pengawasan ortu tentunya.

Dengan tiket masuk 40 ribu weekday dan 45 ribu di weekend, baik renang atau cuman nganter, kecuali bayi dibawah 2 tahun, itu gratis. Untuk biaya pelatih dan therapy pengobatan silahkan nego, kisaran antara 100rb – 150rb per pertemuan. Tapi kayaknya bisa nego-nego.

Info lebih lengkap, bisa juga di baca di Review SWIMMING POOL CIPAKU HILL.

Ya udah itu dulu, met basah basahan. Wassalam. (AKW).

Wakca Balaka

Kedah énggal didugikeun tibatan janten hanjakal.

#FiksiminiBahasaSunda *)

Kulit antel matak ngarahuh, méga sirna, sumawonna lalangsé ilang tanpa karana, nyésakeun balébat soré dipapaés ku katumbiri, nyurup layung ngagembang rasa. Panangan montél lalaunan milari galur dina lahunan, bagja tinekanan, soca cureuleuk neuteup anteb, ramo gumeulis ngusapan taar, bangun deudeuh taya papadana, atoh amarwatasuta.

Mung hanjakal sanajan haté ngagedur hoyong ngedalkeun katresna, geuning lambeuy kakonci teu tiasa cumarita, padahal ieu waktos nu utami pikeun ngadugikeun bangbaluh haté. Awak ditangkeup pageuh, raga bungangang jiwa percéka, karaos pisan éndahna dunya, nyeuseup gumulurna cinta, asih munggaran nu taya bandingannana.

Silih usap, silih tamplokeun kaasih, mung hanjakal geuning teu aya kecap nu tiasa kedal, ukur silih teuteup silih kiceup, tandaning asih ngadalingding, ngagegeba rasa silih simbreuh katresna. Lalaunan ngiatkeun niat, mageuhkeun pamadegan pikeun ngedalkeun ieu rasa, ngabudalkeun bendungan jiwa nu teu kiat nahan caah rasa rumasa micinta ka manéhna, lambey muka, sora ngabura, “Méongg…méonggg,..méoooong”
“Si empus lucu, nembé disada ayeuna” saur néng Mila bari teras ngoconan kuring. (AKW).

*)Ngawitan diserat tur dikintun di FB FBS ping 13 Maret 2013.

KOM 2018 & Gerbong baru.

Cerita singkat Lokakarya Kick off Meeting Program PPSP Nasional 2018

Bukan hanya alasan kemacetan saja jikalau pergi rapat atau acara lain ke Jakarta menggunakan transportasi Kereta api tetapi banyak benefit dan hikmah lain yang bisa didapatkan. Percaya khan?

Pertama bisa beristirahat apalagi buat yang tukang molor, cocok bingit, kedua menambah silaturahmi dengan berkenalan ke penumpang samping kanan kiri. Ketiga bisa menulis blog, ini mah buat yang seneng aja. Tapi sekarang tuh jamannya diary online, dari pada ngirim or broadcast tulisan orang lain mendingan share link blog sendiri. Karena tulisan orang lain bisa saja hoax, wajib tabayyun dulu (cek and ricek).

Keempat, bisa ngecash smartphone juga karena semua kelas gerbong dijamin masing-masung dapet colokan. Serta terakhir, bebas macet.

Apalagi klo dapetnya KA Gerbong Priority dijamin perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. KA Gerbong Priority apa itu?.. klik aja DISiNI.

***

Photo : Peserta teraktif sedang berbicara / dokpri.

Dari Stasiun Gambir ke Lokasi acara Lokakarya Kick off Meeting (KOM) Program PPSP Nasional 2018 di Hotel Aryaduta Tugu Tani bisa sambil olahraga jalan kaki. Keluar area stasiun gambir dan naik Jembatan Penyebrangan, turun dan berjalan sekitar 800 meter, belok kiri bangunan ke empat adalah lokasi lokakarya. Bisa sedikit olahraga sambil bekerja.

Tiba di tempat acara tepat waktu, isi absensi, dan diberi goodybag berisi bahan-bahan rapat trus cari meja dech. Ternyata Pokja Sanitasi Jabar hadir cukup lengkap, Setda-Bappeda-DisPerkim-Satker PSPLP. Alhamdulillah.

Nah… dengerin ceramah dan baca bahan sambil guyam gayem snack coffee break.…. gini ceritanya, Hingga akhir 2017 terdapat 485 kabupaten/kota di 34 provinsi yang telah memiliki dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota sebagai portofolio pembangunan sanitasi daerah, yang perlu didorong implementasinya meliputi 3 aspek penting yaitu : Regulasi, Kelembagaan dan Pendanaan. Tentu saja fokus implementasinya adalah untuk mencapai amanat RPJMN 2015-2019 yaitu pencapaian akses universal untuk sanitasi.

Maka rapat eh lokakarya dua hari ini dilaksanakan oleh Pokja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air minum, sanitasi (PPAS) Nasional melalui pengelola harian Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) mengundang seluruh pokja Sanitasi/AMPL provinsi seluruh indonesia. Wadduh jadi banyak singkatan geneeeh, tapi tetep kudu hafal dan paham, akhirnya masuk ruangan lokakarya lagi hingga hari kedua.

Ada juga istilah EHRA dan NAWASIS, tah panjangna Enviroment Health Risk Assesment dan National Water and Sanitation Information Services. Semuanya di atur oleh PMU (Program Management Unit).

Jadi beraneka singkatan itu belum seberapa karena masih ada ratusan singkatan lain yang harus dibaca, dibaca, diresapi dan dipahami.

***

Beberapa pemateri memberikan informasi, harapan dan berbagai tindak kreatif serta semangat pembaharuan yang bisa diduplikasi serta sedikit penyesuaian dengan budaya lokal.

Yang pasti beberapa materi yang perlu dipahami lebih jauh adalah ada regulasi dalam bentuk
Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 845/9287/SJ Tentang Pengelolaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman Tahun 2015-2019 di daerah yang di tandatangani pak Cahyo Kumolo tanggal 19 Desember 2017.

Poin penting tugas pemerintah provinsi untuk bidang sanitasi melalui Pokja AMPL/Sanitasi adalah KA3FS2.

Mau tau KA3FS2? Klik aja DISINI.

Trus yang moo dapetin materi-materi paparan tinggal unduh aja di ppsp.nawasis.info guys, cekidot.

***

2 haripun terlewati, tiba saatnya untuk pulang sambil memendam kerinduan. Anak cantik dan ibunya menanti disana.

Lagi-lagi Kereta Api menjadi pilihan, Argo Parahyangan Gerbong tambahan didapet via Traveloka. Ternyata itu rangkaian gerbong baru dengan tampilan joknya senyaman sofa dengan warna biru dan putih yang ceria sekaligus menentramkan.
Tepat pukul 17.02 wib bertolak dari Stasiun Gambir menuju arah Bandung, Cimahi kota tujuan. Wassalam. (AKW).

Peran Provinsi dlm Pembangunan Sanitasi

Peran Provinsi dalam pembangunan Sanitasi berdasarkan Surat Edaran Mendagri terbaru

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 845/9287/SJ Tentang Pengelolaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman Tahun 2015-2019 di Daerah tanggal 19 Desember 2017 menjadi pedoman terbaru dalam pembangunan sanitasi di daerah.

Poin penting tugas pemerintah provinsi untuk bidang sanitasi melalui Pokja AMPL/Sanitasi adalah :

Pertama, Koordinasi yaitu mengkoordinasikan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pengendalian dan evaluasi program dan kegiatan PPSP provinsi dan kabupaten/kota.

Kedua, Advokasi yaitu meningkatkan kesadaran, kepedulian, komitmen dan kemampuan berbagai pemangku kepentingan sanitasi di seluruh wilayah provinsi untuk turut serta dalam pembangunan sanitasi.

Ketiga, Advisory yaitu memberikan input strategis bagi pengembangan kebijakan, program dan kegiatan yang dibutuhkan Gubernur dan DPRD dan pokja AMPL/ Sanitasi atau pokja lainnya yang membidangi sanitasi kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan sanitasi.

Keempat, Fasilitasi yaitu membantu gubernur dalam perumusan kebijakan, pemberian bimbingan, arahan, pendidikan dan pelatihan terkait program PPSP baik kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang ditetapkan.

Kelima, Supervisi yaitu membantu Gubernur melakukan kegiatan pengawalan, pemantauan dan evaluasi untuk memastikan dan menilai pelaksanaan program serta kegiatan PPSP sesuai tujuan, sasaran, jadwal dan rencana daya serap anggaran yang telah ditetapkan sehingga apabila terjadi penyimpangan dapat segera melakukan tindakan korektif.

Keenam, Singkronisasi yaitu membantu Gubernur dalam menyelaraskan perencanaan dan penganggaran serta pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi program dan kegiatan PPSP antar dan antara kabupaten/kota dalam provinsi sesuai dengan tujuan dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Gerbong Priority

Kerja kerja kerja sambil memaknai perjalanan yang menyenangkan di Gerbong Priority Argo Parahyangan.

Photo : Gerbong Priority tiba di Stasiun Gambir / Dokpri.

Berawal dari sepenggal informasi tentang promosi Gerbong KA Priority dengan rute Bandung-Jakarta yang beredar di medsos. Tertarik?… pasti. Tapi nggak elok juga jikalau tiba-tiba berangkat gitu aja tanpa alasan yang jelas, atuh bisa Penilaian SKP terganggu. Maka disini kekuatan doa menjadi jalan pembuka, meminta kepada Allah sang Maha Mem-bolakbalikan hati.

Tring…

Sebuah disposisi bigboss menugaskan untuk hadir mewakili sebuah acara di Jakarta… ahiiw. Senangnya. Tapi… ternyata acaranya 2 hari, wajib nginep hiks hiks hiks. Dilema. Tapi ya gimana lagi, tugas ini adalah konsekuensi sebagai ASN. Ya jalani dan laksanakan sebaik-baiknya.

***

Shalat shubuh di Mushola Stasiun Cimahi menjadi awal perjalanan pagi ini, setelah beberapa menit yang lalu kedinginan karena dikejar angin dini hari diatas jok grabbike. Udah solat mah tenang. Beberapa menit kemudian terdengar suara nyaring datangnya rangKaian Argo Parahyangan yang kemudian lampu sorot di kepala lokomotif menerangi wajah-wajah penuh penantian.

Loko berhenti diikuti gerbong-gerbongpun ikut menahan langkah agar para penumpang bisa naik dengan nyaman. Tadaaa…. langkah kaki bergerak memasuki gerbong ekskutif dan melewati jajaran kursi penumpang menuju gerbong paling belakang, gerbong priority. Tiket promo seharga 200 ribu dipegang erat ditangan untuk memastikan dapet tempat duduk sesuai ketentuan.

Pintu terbuka, suasana spesial menyambut hangat. Dinding kayu yang elegan dan semerbak parfum ruangan yang lembut memberi kenyamanan. Pantry dan minibar di sebelah kanan serta senyum manis pramugari mengantarkan langkah menuju kursi penumpang. Hanya tersisa 1 kursi sesuai tiket dan sisanya 27 kursi terisi penuh.

Duduk perlahan dan bersandar di kursi seempuk sofa, langsung disodorin kotak snack berwarna hitam. Tak perlu hitungan detik, dibuka… 1 botol air kemasan dan 2 roti tersenyum penuh arti. Melirik ke samping jendela lalu mata beredar menjalari dinding kayu yang mengesankan ini. Trus untuk fasilitas entertainmentnya sebuah televisi flat ukuran 65 inchi memutar film Jurrasic Park 3. Di depan masing-masing penumpang terdapat layar video yang menyajikan film-film serta musik pilihan yang bisa dinikmati privat dengan minta headset ke petugas.

Rasa ngantukpun tertahan karena penaaasaran melihat-lihat fasilitas gerbong priority ini. Pertama kamar mandi, terletak di samping pantry, isi kamar mandinya serasa di hotel, WC duduk dan wastafel plus goyang-goyang, maklum khan kereta apinya lagi jalan.

Lalu di minibar tersedia air panas lengkap dengan kopi/teh celup plus gula and krimer, moo bikin sendiri atau dilayani yaa tinggal reques aja. Untuk lebih melengkapi, segera balik ke kursi, buka tas dan ambil botol cold brewnya manglayang karlina dari @238coffee daan…. rasa khas high acidity-medium body and sweetnya melewati kerongkongan ini memberi sensasi perjalanan yang tak terlupakan.

Puas menikmati area minibar, kembali ke kursi penumpang, mencoba video on demandnya Kawista eh Kereta Api Wisata ini, dengerin musik dan nonton film dengan akselerasi alias dicepet-cepetin 🙂 ada Mission Imposible 3, Transporter juga Poltergeist, Despicable me dan lainnya… ya film produksi 2-3 tahun lalu, tapi dengan kualitas gambar yang bagus, tentu jadi hiburan tersendiri.

Trus yang penting juga adalah silaturahmi dengan penumpang disamping kanan, seorang bapak yang simpatik, Dosen dan pimpinan Lab Mesin di ITB, bapak DR Ir.Iman, menimba pengalaman dan cerita tentang beberapa hal, Alhamdulillah.

***

Perjalanan 3 jam terasa lebih singkat, karena baru saja mencoba sedikit terlelap… eh udah ada pengumuman bahwa Kereta Api tiba di Stasiun Bekasi. Tentu tak berapa lama lagi Jatinegara dan akhirnya Stasiun Gambir sebagai tujuan akhir. Segera mempersiapkan diri. Membaca kembali bahan-bahan rapat terkait Universal Akses dan Pokja Sanitasi Jawa Barat.

Buat yang penasaran bisa buka IG Kawisata.

Wassalam.
Aryaduta-Jakarta, 130318. (AKW).

Dimensi Religiusitas vs PEE

Power of Emak-emak dan materi kultum ba’da shubuh di Mesjid Almuttaqien Gedung Sate.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Cerita aah….

Photo : Dini hari di Bandung utara / Dokpri.

Dini hari sudah ngebut di balik kemudi, padahal waktu masih sangat luang, jam digital di dashboard masih di 03.45 wib. Tapi entahlah kenapa energi tersalur ke kaki begitu kuat dan otak mendukung dengan ucapan, “Meungpeung jalan lowong, tancaap boss!!!”

Pas belokan ke arah tol, ibu-ibu naek motor nggak pake rihting (baca : lighting), Cekiitt… mobil ngerem mendadak dan hampir hidung mobil memyentuhnya. Power of Emak-emak berlaku. Mobil terdiam sambil terengah dan menarik nafas lega karena tidak ada kejadian yang tidak diharapkan.

Ema itupun seyum dan lempeng aja melawan arus.. heu heu heu. Tapi jadi mengingatkan sama emakku sendiri, istriku dan anak perempuanku. Bahwa jangan egois dengan ngebut di jalanan yang lengang karena anak istri dan emak berharap keselamatan bagiku.

Sisa perjalanan menuju Mesjid Almuttaqien Gedung Sate bergerak normal dengan kecepatan sedang, ditemani dinginnya udara pagi yang terasa menyeliputi hati.

***

Shalat Shubuh berjamaah di Mesjid AlMuttaqien terasa syahdu penuh kekeluargaan, dilanjut dengan ceramah oleh Ustad DR. Aam Amirudin yang mengupas tentang Religiusitas atau Keberagamaan.

Dengan penyampaian yang jelas dan ringkas, terasa materi mengalir dan bisa lebih mudah dipahami oleh para hadirin yang sadar dan tidak ketiduran, bahwa terdapat 4 dimensi dalam Religiusitas, yaitu :

Pertama, The Involvement of Idealism.
Kedua, Ritual Involvement
Ketiga, Intellectual Involvement
Keempat, Involvement of Consequences.

Pertama, The Involvement of Idealisme adalah berkaitan dengan Keyakinan, meyakini sesuatu yang sulit atau malah tidak bisa dibuktikan secara empirik atau juga berarti diluar logiko-hipotetiko-verifikatif. Terus dari mana muncul keyakinan tersebut?.. hal itu melalui pendekatan Authority, yaitu mengutip ayat suci yang diyakini. Apa itu?.. adalah wahyu Illahi Alquranul Karim dan hadits Nabi Muhammad SAW.

Sebagai contoh apakah umat muslim yakin bahwa kehidupan di alam barzah itu ada?… tidak bisa dibuktikan secara empirik tetapi seluruh umat islam meyakini itu ada.

Kedua, Ritual Involvement. Dalam kerangka religiusitas terdapat dua keterlibatan ritual yaitu Ritual vertikal (Hablumminallah) dan Ritual Horizontal (Hablum Minannas). Nah Ritual Horizontal terbagi menjadi dua yaitu urusan dengan manusia dan urusan dengan alam.

Disini berbicara tentang komitmen dan disiplin serta berbagai tatacara ritual yang sudah jelas pada Alqur’an dan hadits. Termasuk yang menarik adalah Tata cara sholat, Sholat adalah Ritual vertikal yang diawali Takbir yang jelas urusannya dengan Allah SWT tetapi pada saat akhir sholat ditutup dengan salam yang jelas mendoakan kanan kiri kita yang jelas-jelas urusan sosial hablum minannnas.

Ketiga, Intellectual Involvement. Religiusitas harus didasari dengan pemahaman secara komprehensif. Karena tanpa pemahaman maka religiusitas dipertanyakan. Cara untuk paham adalah Fa’lan (pelajari), ayat Alqur’an pertama yang diturunkan adalah Iqro (bacalah).. bismirobbikalladzi kholaq…., jadi untuk meraih pemahaman perlu literasi dan ini memerlukan usaha terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Contoh : seabad lalu rakyat jepang tidak suka makan ikan, tetapi sekarang mereka menjadi negara yang rakyatnya mengkonsumsi ikat terbanyak di dunia. Hal ini bisa dilakukan dengan edukasi literasi terus menerus.

Keempat adalah Involvement of Consequences. Yaitu adanya konsekuensi yang harus dihadapi dalam melakukan religiusitas, dimana tidak semua pihak akan senang dengan apa yang sedang dan sudah kita lakukan sesuai tuntunan ibadah dan muamalah dalam islam.

Kisah Lukmanulhakim pada Alquran dikala lukman dan anaknya membawa keledai menghadirkan pendapat dan anggapan yang berbeda dari beberapa kelompok orang. Begitupun disaat kita berperilaku jujur, belum tentu semua pihak menyukainya.

Dari keempat dimensi tadi maka semuanya harus dilakukan secara istiqomah atau konsisten sehingga menghasilkan religiusitas yang optimal.

***

Usai Ceramah shubuh bergegas menuju kantor dan masih memikirkan tentang 4 dimensi religiusitas versus power of Emak-emak. Yang pasti dicoba untuk selalu membaca termasuk membaca situasi, plus nggak boleh nyetir sembarangan, harus ingat PEE (Power of Emak-Emak).

Wassalam, Gedung Sate 120318 (AKW).

ÉsKaPé

Saripati Sosialisasi SKP 2018, semoga bisa menambah pemahaman dan kurangi kebingungan.

Assalamualaikum Wr Wbr, Selamat wayah kieu….

Photo : Ilustrasi kesibukan ASN Pemprov Jabar dalam salah satu rapat di Gd Sate/ Dokpri.

Jangan terjebak dengan judul guys. Ini bukan jenis minuman dingin dengan bahan dasar es, tapi sebuah aplikasi unik hasil karya pemikiran dan kontemplasi anak manusia yang di inisiasi oleh Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebuah langkah maju untuk menjembatani regulasi yang terbit yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Dimana merevolusi tata cara penilaian kinerja PNs versi DP3 yang harus terus naik setiap tahunnya. Dengan regulasi ini secara garis besar terdapat 2 hal besar yang berubah, pertama dari sisi format dan kedua dari sisi mindset.

Format penilaian terbagi menjadi 60% Sasaran Kinerja Pegawai termasuk Tugas Tambahan dan Kreatifitas lalu 40%nya adalah perilaku kerja diantaranya absensi kehadiran apel pagi, Pengajian dan shubuh bersama (khusus pejabat struktural) dari sisi kriteria Disiplin, kriteria Kerjasama, Kriteria Kepemimpinan, Kriteria Orientasi Pelayanan, Kriteria Integritas dan Kriteria Komitmen.

Penjabaran PP 46/2011 adalah Peraturan Kepala BKN No. 1 Tahun 2013 yang ditindaklanjuti oleh Gubernur Jabar dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Jabar mengatur hal serupa…

Mengapa si Eskapé menjadi sangat penting?.. penting bingit untuk PNS atau ASN Pemprov Jabar dan ASN lainnya karena berhubungan sangat erat dengan tunjangan daerah yang diterima di luar gaji. Hitungan SKP ini yang menjadi dasar perhitungan berapa tunjangan daerah yang diterima, atau yang dikenal dengan TPP, Tunjangan Perbaikan Penghasilan.. brarti penghasilan belum baik ya hehehehe. Tapi istilah lain disebut dengan Tukin atau tunjangan kinerja.

Nah…. klo sadar tentang hajat hidup pribadi maka adanya aplikasi SKP online ini adalah tools bagi pada ASN Pemprov Jabar untuk melaporkan kinerjanya sesuai dengan konsep selp.. eh self assesment, alias isi dan nilai kinerja sendiri oleh diri sendiri, ajuin ke atasan. Klo ACC atasan maka meluncur otomatis ke Admin di Badan Kepegawaian Daerah untuk di verifikasi dan di proses hingga keluaranya adalah rekap per orang ya ng disampaikan ke BPKAD terkait persiapan pencairan tunjangan. Gampang Khan?…..

Ngomong-ngomong ACC, tau nggak singKatannya?….

Kami mah taunya klo di kertas disposisi atawa memo dunungan/bos ditulisnya ‘Acc‘ berarti oke dan setuju, pasti hepi tuh bawaannya. Tapi dari penerawangan ilmu cocokologi regional wilayah priangan, maka ACC itu singkatan dari ‘Aing Cepakatt Cepakaaat!!”

Hampura maksa lur….

Sebenernya itu terjemahan dari bahasa belanda dan bahasa inggris. Bahasa belandanya ‘accord‘ atau akur atau sepakat, dan bahasa inggris dari kata ‘Accepted‘ yang artinya diterima. Versi bahasa latin juga ada, yaitu dari kata “accedere‘ yang berarti juga menyetujui*).

Kembali ke cerita awal tentang aplikasi SKP, maka nasehat buat diri sendiri dan saudara saudari ASN Pemprov Jabar :

Yuk mulai sekarang belajar melaporkan secara rutin sesuai jadwal yang tertera di Website dan yang lebih penting adalah melaporkan sendiri, sekali lagi MELAPORKAN SENDIRI terutama pejabat struktural ya punya kewajiban menilai bawahannya. Untuk sekarang, dua waktu pengisian SKp via onlen yang wajib di ketahui dan dipedomani, yakni :
1. Tgl 1 – 10 jadwal pengisian SKP Online.
2. Tgl 1 -12 jadwal penilaian atasan

Jadwal selanjutnya proses, ada jg mekanisme banding dan keberatan serta revisi hingga akhirnya tuntas sesuai harapan.

Mengapa menjadi penting untuk mengisi olangan?

Karena dengan pola SKP ini kita secara objektif dapat melakukan pelaporan aktivitas kita apa adanya.

Karena secara objektif dapat menilai kinerja anak buah dari berbagai sisi, baik berupa prestasi kerja juga perilakunya, seperti disiplin, kepemimpinan untuk kaderisasi, dedikasi, integritas yang dapat dituangkan secara angka serta berakibat langsung terhadap nominal tunjangan yang akan diterima. Akan dapat dibedakan mana staf yang rajin dan mana yang malas, mana yang berjiwa kepemimpinan dan mana yang jiwa bawahan wae.

Serta sebagai pejabat struktural bisa menolak ajuan pelaporan online jika dirasa tidak sesuai dengan kenyataan. Otomatis anak buah harus memperbaiki ajuan tersebut.

Karena satu hal yang prinsip, bahwa bekerja itu bagian dari ibadah kita. Termasuk melaporkan kinerja pribadi plus menilai bawahan secara objektif. Sehingga tunjangan yang kita terima setiap bulan adalah rejeki yang penuh keberkahan. Amiiin Yaa Robbal Alamiin.

Buat yang pengen tau aplikasi pelaporan kinerja secara online atau yang mudah lupa tinggal ketik aja skp.jabarprov.go.id dan ikuti petunjuknya.

Cara masuknya tinggal ketik NIP dan password kita, klik… beres dech.

Gampang atau susah?

Itu kembali ke niat kita, jikalau mau belajar dan mau mengikuti petunjuk, sangat mudah menggunakan aplikasi SKP ini hanya saja perlu punya modem internet khusus supaya tidak terganggu pada saat input data.

Udah ah, gitu dulu ya. Selamat beristirahat. Wassalam. (AKW).

*)gustaafkusno dlm kompasiana.com

Kok Nggak Pede?..

Sebait kata segumpal cerita tentang kecewa.

Photo : Pesawat mendarat di Bandara LIA / Dokpri.

(Kok nggak pede, sebuah puisi.)

Entah apa yang terjadi
Dalam pertemuan ini
Mulut terkunci tanpa arti
Padahal raga hadir pribadi

Jikalau tidak menguasai materi
Kenapa atuh nggak nyiapin sebelum kemari?
Atau minimal koordinasi
Dengan pemilik informasi

Yang paling mudah nyalahin orang
Satu telunjuk terpentang
Padahal empat jari lainnya menentang
Tinggal wajah ini tercengang

Jadi hadir saja tidak cukup
Perlu didukung dokumen hidup
Juga aneka angka plus hurup
Maka dijamin masalah tertangkup

Alasan tak paham arah kebijakan
Menjadi tak pas dan tak relevan
Karena sebelum ke tempat tujuan
Lapor dulu sama tuan

Atau bisa juga akibat kepagian
Hilang konsentrasi lupa makan
Tapi itu bukan alasan
Karena bisa di antisipasi dengan sopan

Akhirnya semua kejadian
Harus bisa menjadi cerminan
Jangan terulang di lain kesempatan
Jadi pede dan terdepan.

Argo Parahyangan, 280218.(AKW).

Coffee KPBU sesi 1

Segelas Espresso dan segelas lagi Dopio, balikin mood dan semangat lageee… Go pengadaan BUP KPBU hari ke1.

Datang agak sedikit terlambat untuk mengikuti diklat di hari pertama bukan karena malas atau sengaja telat, tapi musti hadir di acara rapat yang lain. Yakni Sosialisasi tentang SKP Online 2018, kenapa ini penting? Karena berurusan dengan hajat hidup dan kinerja bulanan… penasaran?.. Klik aja Sosialiasi SKP Online 2018.

Sekarang moo ngobrolin dulu diklat atawa pelatihan tentang Pengadaan dalam proyek KPBU.

Terus terang aja, pas dateng ke tempat pelatihan langsung dengerin fasilitatornya nyeritain bla-bla-bla.. tentang pengadaan KPBU… loading brow… melongo bingung tapi tetep kobe (kontrol beungeut) kayak yang ngarti hahay.

Setelah perlahan mengumpulkan pangacian.. eh konsetrasi, sambil buka-buka bahan yang ada di meja.. tapi kok beda ya?… clingak clinguk larak lirik… ternyata itu handout sesi satu, sementara yang dibahas udah masuk sesi II…. pantesaaaan. Kebayang nggak?.. udah mah bingung, baca bahannya beda… makin gelaaaap dech.

Untungnya sekarang jaman canggih, selama nggak fakir kuota atau wifi connected… amann, tinggal manfaatkan jempol menari di keyboard smartphone… cari regulasinya… nggak pake menit, dalam itungan detik segera muncul peraturannya yakni Peraturana Kepala LKPP No.19 Tahun 2015 Tentang Tata cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Jreng….. tebel euy. Tapi musti dipelajari, khan pengen pinter.

Ya udah baca-baca dech, tulisan mini di layar smartphonepun dibaca pelan-pelan sambil dengerin fasilitator yang pembahasannya sudah masuk ke materi teknis.

Ternyata pantesan loli alias loading lila, karena otak ini masih mencoba mempelajari solicited dan unsolicited yang merupakan tahapan persiapan KPBU, sementara pelatihan sekarang sudah masuk ke sesi tahapan transaksi KPBU… ampyun dech.

Tapi jangan berpikir dulu transaksi itu seperti dagang eh jual beli yang berarti sudah nego-nego harga, tapi transaksi itu adalah tahapan kedua dalam KPBU yang merupakan rangkaian kegiatan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana, penandatanganan perjanjian KPBU, dan pemenuhan pembiayaan Penyediaan Infrastruktur oleh Badan Usaha Pelaksana (Ps1.5).

Nah klo yang ada di pikiran tadi baru Tahapan awal yaitu tahapan persiapan KPBU, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Direksi BUMN/Direksi BUMD selaku PJPK yang menghasilkan antara lain Pra Studi Kelayakan, Rencana Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah, Penetapan Tata Cara pengembalian investasi dan Pengadaan Tanah untuk KPBU (Ps1.4).

Mulek we tah….

Untungnya kepusingan itu terobati oleh… sajian kopi yang berkelas. Memang bukan manual brew, tetapi dengan tampilan mesin yang relatif meyakinkan dengan pilihan untuk black coffeenya ada espresso, dopio dan offcourse black coffee.… alhamdulillah ngembaliin mood nich.

Sebenernya si mesin juga bisa bikin latte dan cappuchino tapi khan beda aliran… jadi bolak balik espresso dan dopio udah kerasa keren banget. Enak dan gratisss…. Thx LKPP & MCAI.

Ya udah itu dulu ya pren. Ntar dilanjut, Sekarang moo dengerin materi dulu tentang Prakualifikasi Pengadaan KPBU. Ciaoooo.

Crown Hotel Bandung, 060318. (AKW).

Kuliner dini hari

Dinginnya pagi jangan menjadi alasan untuk berdiam diri, tapi sebuah tantangan untuk nikmati kuliner penuh arti.

Gelap masih menyelimuti hari, ditemani gigitan lembut dinginnya pagi yang mencengkeram raga dari segala sisi. Tapi itu semua tidak menyurutkan langkah untuk terus menyusuri jalan kehidupan yang terbentang di hadapan.

Bergerak menyusuri jalan perumahan yang masih sepi seolah kehidupan sedang berjeda. Tapi beberapa rumah sudah mulai terdengar gemericik air, sementara dengkuran halus masih mendominasi kenyataan. Ahh.. biarkan saja. Itu khan sesuai dengan komitmen masing-masing dengan prinsip hidupnya.

“Trus kamu ngapain jam segini sudah beredar?”, sepotong tanya lewati nalar, memberi peluang untuk tersenyum dan menjawab, “Ya pengen aja, apa pedulimu?” Agak ketus jawaban yang keluar, tapi tidak menjadi awal perseteruan karena dialognya masih berada dalam satu kepala.

Beberapa pemulung terlihat sudah berdinas, mengais kotak sampah warga untuk mengumpulkan plastik atau barang bekas yang mungkin berharga. Meskipun disaat diri ini melewati mereka, sapaan salam hanya dijawab dengan tatapan tanpa kata. Kembali permakluman menggema, mungkin memang sedang menghemat suara.

Setelah berjalan hingga 1,5 kilometer akhirnya tujuan pun sampai. Seorang ibu tua berkerudung menyambut dengan senyum ramahnya. Sementara satu tangan lagi sibuk mengatur posisi kayu bakar agar hasilkan panas yang sesuai. Harum adonan tepung beras dan oncom berpadu membuat aroma khas di pagi ceria, dingin dan lembab hilang sudah tergantikan oleh suasana penuh kehangatan.

Tak banyak cakap karena ternyata banyak juga yang datang mendekat. Transaksi singkat diperkuat oleh cahaya lampu mobil yang berkilat-kilat, menyaksikan peralihan barang dan uang di pagi buta penuh kekaguman.

Pilihan rasa terbatas tapi itulah yang menjadi makna kualitas. Menjaga rasa pantas serta kekuatan originalitas, membuatnya bertahan jalanani perubahan jaman tanpa takut turun kelas. Kuncinya adalah ikhlas dan melayani pembeli dengan prioritas.

Suguhan raja dan rakyat biasa atau disingkat SURABI, penganan sederhana yang miliki seribu makna. Meski pilihannya hanya surabi oncom dan surabi kinca, tapi disitulah sejarah kuliner lokal tetap membahana. Ibu tua ini berjualan dini hari mulai jam tiga, hingga ludes tepat jam lima. Jikalau jam enam pagi baru tiba, maka hanya rasa hampa yang akan mengemuka.

Wilujeng berburu dan menikmati surabi asli tanpa toping dan aneka varian yang warna warni.

Lokasi : di Sebrangnya Jalan Raya Kerkof No. 71 Leuwigajah Cimahi Selatan. Sebelum gapura pintu masuk Perumahan Cipta Mas Leuwigajah. Jam operasional 03.00 sd 05.00 wib… ya kadang ampe jam 06.00 Wib. Wassalam. (AKW).