Kopi Rumput

Variasi menikmati kopi butuh kreasi dan juga hati, siapa yang bisa mengungkap makna maka dia yang bisa menjadi penikmat nyata.

Sebuah kreasi memang terkadang menghasilkan sesuatu yang berguna bagi umat manusia. Tapi bisa juga menjadi penghancur peradaban… wadduh eta bahasanya begitu ekstrim. Eiiy nggak percaya.. contoh : penemuan nuklir, sangat membantu manusia untuk bidang kesehatan dan energi tapi disisi lain radiasinya sangat berbahaya apalagi dibuat menjadi senjata massal pembunuh manusia.

Nah ngomongin kreasi disini tentu tidak lepas dari si hitam menyehatkan. Apa coba?

Norit?
Arang?…

Ih bukann… ini mah masih ngobrolin tentang kopi… coffee guys.

Ohh… kopi, sugan téh naon.

Eits tapi itu tadi, setelah hampir setahun menjadi PasPenKoHit alias Pasukan Penikmat Kopi Hitam dan mulai bisa merasakan bedanya kopi arabica dingin dengan kopi arabica panas…. yach itu mah siapapun bisa.

Maksutttnya bisa merasakan sensasi pahit dari kopi yang seduh manual baik pake V60, Chemex, blue bottle dan kawan-kawannya ataupun gara-gara nyeduhnya pake putaran melawan jarum jam… terasa ada beda rada beda sensasi.

Makanya dicoba praktek olangan dirumah dengan alat sederhana. Bermodalkan grinder, filter dan V60 plus air panas mah tinggal dijerang di kompor… oh iya termometer buat ngukur suhu plus teko berleher panjang dan kecil sehingga bisa nyeduh dengan paripurna.

Kali ini, biji kopi arabika dari PT Agro Jabar yang dieksekusi, digrinder di putaran 2 dan segera diseduh diatas filter V60 yang udah dibasahin terlebih dahulu.

Nah sebagian dinikmati sesaat setelah diseduh dan sisanya masukin ke botol, simpen di kulkas untuk dinikmati esok hari dengan sensasi dingin yang ngangenin.

Masalah rasa dijamin pahit, tapi pahit yang miliki rasa.

Dari sisi aroma memang low, juga aciditynya medium tetapi untuk body dijamin strong, nendang pahit pisan. Tapi bukan karena roastingnya mode ‘tutung’ tapi memang beannya miliki komposisi body yang strong. Untuk pemula nggak disaranin, takutnya kaget dan kapok minum kopi asli giling seduh langsung… sayang khan?

“Trus judulnya ‘kopi rumput’ kok nggak ada korelasinya dengan tulisan ini?”

Plis sidang pembaca jangan sewot dulu, inilah yang dinamakan kreatifitas. Bikin orang penasaran dan senyum karena ekpektasi ternyata berbeda dengan kenyataan itu mungkin jadi obat stres atau malah bikin bete?… ya terserah sajah laah.

Kopi rumput itu adalah kopi yang seduh tadi malam, disimpen di kulkas dan pas sekarang nganter ibu negara berdinas di hari libur… saatnya menunggu sambil menikmati suasana menghijau sambil ngopi buatan sendiri diatas hamparan rumpuut…

Jangan merasa tertipu kawan, jadikan saja ini sekilas hiburan.

Note : Tulisan tentang review rasa kopi ini bukan pendapat ahli, tapi si aku yang lagi belajar memaknai rasa pahit yang ternyata menyimpan aneka rasa lain dengan berbagai faktor, baik faktor asal biji, juga proses yang banyak tahapnya hingga finalisasinya di teknis penyajian.

Saran paling gampang : coba – nikmati – syukuri maka makna rasa akan datang tak terduga.

Wassalam.
Cisarua 250318. (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s