Tanjung Lago1

Alunan irama aliran sungai Musi membuka kembali kenangan yang sudah menjadi memori. Ini adalah bagian pertama sebuah penggalan kisah anak manusia di bumi Sriwijaya.

Photo : Jembatan Ampera di saat malam tiba / Dokpri.

Gemericik riak gembira air sungai Musi menyambut datangnya hari yang bersatu dengan janji. Sedikit semilir amis menambah rasa untuk segera berkelana ke masa yang telah lama terlewati. Disaat menginjakkan kaki di dermaga pelabuhan Palembang, terasa getaran bahagia menjalar dalam dada. Karena sebentar lagi akan belajar bertemu muka dengan masyarakat, berbaur dengan mereka untuk memahami makna tugas sebagai pamong praja.

LST (Landing ship tank) milik Armatim TNI memandang kami yang kembali berbaris membentuk formasi sesuai dengan rencana penempatan tugas sementara di salah satu provinsi di Pulau Sumatera. Setelah 2 hari 2 malam tertidur di lambung dan buritan kapal perang pengangkut tank tersebut, pagi ini kami menaiki kendaraan bis dan truk militer serta polisi yang siap mengantar kami. Pasrah dan taat adalah modal utama, ikuti saja sesuai untaian takdir yang sudah dicatat di atas langit sana.

Kendaraan darat bergerak mengikuti liukan sendu jalan berliku dan pikiran waras ini mengatakan bahwa penempatan ini berada di luar kota. Betul ternyata, setelah perjalanan 2 jam nonstop menjauhi Kota Palembang, kami tiba di sebuah ujung jembatan. Kendaraan kami berbelok dan memasuki jalan desa yang berbatu dan berdebu. Selanjutnya 30 menit berlalu membelah tanah berbatu dan berdebu melewati area rawa-rawa air payau yang sesekali terlihat rumah sederhana yang ditopang tiang2 penyangga jadi seperti rumah panggung tetapi lebih tinggi.

Akhirnya perjalanan daratpun berakhir saat adzan dhuhur berkumandang. Iringan bus dan truk militer berhenti di halaman kantor pemerintah, kami semua berhambur dan harus kembali berbaris sesuai regu yang sudah ditentukan. Setelah pengarahan singkat, komando yang membahana, “Bubar jalan!!!” Betapa sejuk ditelinga. Semua ambil posisi duduk melingkar, ramsung makan siang dibagi dengan tertib. Serempak berdoa dan menyikat habis makan siang hanya berhitung detik saja. Sehabis sholat dhuhur kembali berbaris dan siap menerima perintah lebih lanjut. Satlak Elang, itulah nama pasukan yang menaungi kami, pamong praja muda dan Taruna Akabri serta Taruna Akpol.

“Perhatian Kompi II, Siaap Grakk!”
Serempak badan tegak, dada membusung. Tak lupa mata memandang ke depan dan pasang wajah super serius. “Peserta wanita membuat barisan tersendiri, kerjakan!!” “Kerjakan!” Kami menjawab serempak dan peserta wanita keluar barisan membentuk barisan terpisah. “Wah feeling gak bagus nich, kok dipisah” hati kecil bicara tanpa berani untuk sang mulut membuka.

“Seluruh Regu I, hingga IV segera menaiki KR yang tersedia, peserta wanita tinggal ditempat, laksanakan!!”. Dengan agak berat hati kami berbaris mengikuti jalan menurun, mengular dan tetap tertib. Ternyata menuruni tangga dari tanah menuju tepian sungai… “Alamak mau kemana pula ini?” “Diam kalian!!” Hardikan pembina kami menciutkan nyali, akhirnya diam tanpa banyak bersuara.

Photo : Perahu (agak) cepat bergerak di sungai Musi / Dokpri.

6 perahu kecil menyambut kami, dengan kapasitas 8-10 orang, masing2 menaiki perahu yang disebut perahu gethek. Berpendorong mesin dan disaat meluncur di sungai terdengar suara.. tek kettek… tek.. kettek.. kettek. Mungkin suara itu sehingga diberi nama perahu gethek, entahlah. Kami para siswa sekolah kedinasan merasa lega, bisa beristirahat sejenak bersandar di kursi kayu sambil bergoyang-goyang dibawa gerakan aliran sungai. Kaki-kaki bersepatu lars yang terasa kaku, sengaja diangkat menjuntai ke luar kapal, santai.

Ternyata perjalanan belum berakhir.. (bersambung).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

4 thoughts on “Tanjung Lago1”

  1. Perahu gethek, sepatu lars, kaki yang menjuntai…., udara yang menyengat, ..ehm..ikan tengiri..tercium, …pasti uihna nyandak empe2…🖒🤔

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s