Gedung putih Tenjolaut

Jalan pagi mengejar Sun-ASI sambil bercanda bersama kabut yang setia di Tenjolaut Palutungan.

Gedung putih tenjolaut

Photo : Gedung putih Tenjolaut.Dokpri

Dingin masih menggigit kulit disaat langkah mengayun menuju daerah Cigugur, Kuningan. Tak lagi bermanja untuk berjalan cepat di trek menurun, tapi bergegas menuju tanjakan mengular menuju daerah Cipari. Betis terasa berat menyokong raga disaat menanjak curam, tetapi mengejar agar keringat segera keluar memang butuh perjuangan.

Perjalanan sang langkah kaki berlanjut memasuki jalan provinsi menuju daerah cigugur hingga sampai ke pertigaan yang memberi pilihan ke kiri Kota Kuningan, ke kanan arah Ciamis. Klo lurus ya mentok, khan udah di jelasin ini mah pertigaan. Belok kanan kira2 300 meter ada jalan ke kanan, itulah arah yang dituju. Arah menuju dataran tinggi Palutungan di wilayah Desa Cisantana Kecamatan Cigugur…

Photo : Tanjakan Palutungan/dokpri

Segera kaki menanjak lagi hingga 30 menit disambut gagahnya gunung Ciremai yang berbinar disinari mentari sesekali karena kabut masih terus melungkupi….. dan akhirnya ngaso dulu karena cape juga… hihihi… maklum beberapa bulan belakangan ini agak malas olah tubuh… jadi 5 km menanjak dirasa cukup dulu ah (sambil ngelirik aplikasi endomondo di Smartphone, lumayan 498 calori terbakar, katanyah).

Pembelaannya, “Khan 5kmnya nanjak, jadi dirasa cukup”. Perjalanan ke bukit palutungan dilanjut dengan kendaraan. Waktu baru 06.45 Wib tetapi mentari sudah tinggi dannn….. tertutup awan agak tebal. Gagal dech ngambil sun-ASi (sunrise agak siangnya). Tapi mumpung ada mobil, kita anggap aja survey pendahuluan.

Setelah mengamati dan waspada terhadap petunjuk jalan di daerah palutungan ada beberapa pilihan tempat yang bisa menjadi tujuan kunjungan keluarga. Antara lain : Beberapa restoran dengan parkiran yang cukup luas, Taman Cisantana, Wisata Bukit Sukageuri, Bumi perkemahan Palutungan, Curug Puteri atau sebelum jauh menanjak terdapat juga tempat wisata religi Goa Maria yang sudah dikenal lebih dulu.

Ternyata……. kepagian tiba di lokasi, jadi akses ke Curug Putri gerbangnya masih terkunci… nyubuh teuing lurr. Rush hitam bergerak lagi memasuki area parkir tempat wisata bumi perkemahan palutungan. Disambut jajaran kios, kayaknya kios souvenir tapi lagi-lagi masih tutup.

Trus Ada petunjuk yang tertulis ‘Tenjo laut’ (melihat laut), wow ini menarik, ada area yang bisa melihat laut, tapi laut mana?…. wilayah kabupaten kuningan khan di tengah pulau jawa?… jadi penasaran. Segera bergerak lagi, masuk jalan berbatu, jalan kecil hanya cukup 1 mobil. Kanan kiri semak belukar… asyik petualangan. Jalan berkelok menghijau dan ternyata sisi kirinya jurang… musti extra hati-hati.

Photo Merah putih di antara kabut/dokpri.

dan…. jreng…. tak berapa lama terlihat bangunan putih nan megah. “Apakah ini nyata?” Sedikit rasa khawatir menelusup kalbu, tapi segera dienyahkan dengan berdzikir kepada Illahi robbi. Semakin dekat dan semakin jelas bahwa itu bangunan nyata apa adanya. Bangunan besar berwarna putih berdiri megah dalam kesunyian.

Perlahan mendekat dan tentu penasaran karena pengen liat laut (khan namanya Tenjo laut). Masuk dari pinggir kiri sampai hingga ke halaman gedung, sang merah putih menyambut dengan kibaran semangat berangin pagi. Ternyata kabut belum berkenan untuk pergi dari gedung putih tersebut, tetap setia menyelimuti sehingga tak bisa melihat pemandangan sekitar.

Dingin pagi terus menusuk kulit, memaksa untuk segera pergi dari lokasi tersebut. Usut punya usut, gedung itu adalah gedung millik Kementerian Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial KP Napza IPWL RumahTenjolaut.

Photo loncat tapi kedinginan / dokpri.

Setelah mencoba bertahan dengan harapan sang kabut terurai dan pemandangan terhampar, ternyata belum terwujud. Mencoba loncat-loncat gerak badan, tetap saja kedinginan. Akhirnya menyerah untuk melihat pemandangan di Tenjolaut ini, karena kabut terlalu setia menemani. Padahal jam sudah bergerak di jam 08.00 wib. Kendaraan bergerak bergegas meninggalkan lokasi untuk kembali menyusuri jalan sempit berbatu menuju akses jalan raya dan kembali ke basecamp di wilayah kuningan kota.

Alhamdulillah sudah bisa menikmati udara pagi sambil berolahraga plus nambah pengalaman berkenalan dengan gedung putih di Tenjolaut Palutungan. (Akw).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

9 thoughts on “Gedung putih Tenjolaut”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s