Sunset vs Sunrise

Mengejar mentari terbit dan tenggelam dan terbit lagi dan tenggelam lagi dan…

​Makassar (23/08).

Sunrise di Monumen mandala/ dokpri.

Dikala senja menjelang, berbondong orang mencari tempat terbaik untuk berusaha mengabadikan fenomena alam yang sebetulnya terjadi setiap hari tetapi memberi sensasi tersendiri. Mengabadikan mentari tenggelam di barat adalah salah satu ritual kebiasaan terutama bagi sang pelancong alias traveller, baik traveller sejati ataupun traveller kebetulan… maksudnya yang sekalian hadir di kondangan sodara atau juga yang traveller Cardin (Carena Dinas) alias DL (Dinas Luar).

Sensasi mengabadikan matahari tenggelam begitu kuat menarik siapapun. Tentu dengan berbagai alasan, yang paling umum jaman begonoh adalah for eksis time, aktualisasi kehadiran diri yang secara real time dilaporkan kepada dunia melalui media sosialnya. Maka photo momen matahari tenggelam atau sunset ini bertebaran di Facebook, Instagram, Path, Pinterest dan kawan-kawannya. Tidak lupa untuk yang ingin Narsem (Narsus sempurna) pasti sangat akrab dengan aplikasi Camera360 & bejibun aplikasi penghalus wajah instant yang bertebaran di playstore, i-store dan balad-baladnya.

Sunset di P. Belitung / dokpri

Untuk sunset ini bagi yang narsis sebetulnya kurang pas karena hasil photo akan backlight. Jadi dikejarnya pasti siluet wajah dan badan berlatar semburat jingga kekuning merahan. Tempat favorit tentu berada di tepi pantai. Yang udah mainstream di pulau dewata adalah pantai Jimbaran sambil menikmati sajian seafood yang banyak bertebaran atau di pantau Kuta berselonjor kaki di pasir putihnya. 

Sunset di Pantai Tanjung An Lombok/dokpri

Terbang ke lombok, mencoba mengejar sunset Gili Air atau Gili Trawangan. Bisa juga alternatif di pantai Tanjung An Lombok Tengah serta tempat-tempat keren lainnya. Bicara berburu sunset mah nggak ada habisnya, di Pulau Belitung Provinsi Babelpun begitu menawan menikmati kemulau riak air laut di sela batu-batu raksasa yang menjadi salah satu tempat shooting film Laskar Pelanginya Andrea Hirata.

Sunrise di Stasiun Purwakarta / dokpri

Udah dulu ah ngomongin sunset, sekarang sodaranya sunset yaitu sunrise alias momen mentari terbit yang tidak kalah menakjubkan. Juga butuh effort lebih karena musti bangun dini hari, trus ditambah acara daki-mendaki… ya minimal nyiapin lutut untuk jalan menanjak menuju spot yang diharapkan. Yang terkenal seperti di lokasi Pananjakan, untuk melihat mentari mulai bersinar di Gunung Bromo. Terbang ke Bali, beberapa spot di Danau Batur bisa jadi lokasi Sunrise yang keren. Atau kalau yang mau paket sunset dan sunrisenya nggak terlalu sulit dicapai serta deket dari Kota Bandung maka pantai Pangandaran adalah tempat ideal. Bisa menikmati momen tenggelam matahari di pantai barat dan terbit matahari di keesokan harinya di pantai timur pangandaran.

Kalau di Pulau Sulawasi khususnya di Kota Makasar maka Pantai Losari yang memberi banyak arti. Tetapi disini sunset saja yang bisa diabadikan, klo sunrise musti naik ke bangunan tinggi dan berbackground bangunan di Kota Makasar. Beruntung penulis kebagian hotel yang pas sehingga sunrise di Kota Makasar bisa didapat ditemani gagahnya Monumen Mandala yang dibangun untuk mengenang pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah dan dibangun tahun 1994.

Sunset tertutup awan di Pantai Kuta Mandalika / Dokpri

Kembali urusan sunset dan sunrise, ada yang senengnya sunrise doang atau sunset doang. Itu sih terserah masing-masing orang. Tapi penulis senang kedua-duanya, karena itu salah satu bukti kekuasaan Allah SWT dan juga salah satu penanda bahwa  kiamat besar masih jauh dari kita sebagaimana yang disampaikan dalam hadits HR Buchori.

Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga matahari terbit dari barat. Ketika (manusia) menyaksikan matahari terbit dari barat, (maka) semua manusia akan beriman. Pada hari tersebut tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau ia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya (HR Bukhari).

Sehingga patut dan wajib bagi kita untuk senantiasa bersyukur serta beribadah bersungguh-sungguh agar menjadi jalan bagi rahmat dan hidayah Allah SWT dan menggolongkan kita masuk menjadi layak untuk masuk ke surga-Nya kelak. Amiin Yaa Robbal alamin. (Akw).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

14 thoughts on “Sunset vs Sunrise”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s