Berkelindan Sunyi 

(Puisi) berbagi rasa berkabut sepi.

Photo : Dokumentasi pribadi

Malam menjelang sunyi, Jengkerikpun diam mematri, Desau daun hanya berani berbisik sesekali, Sementara kamu tetap mengumbar senyum misteri

Perjalananpun sementara terhenti, Terdiam di persimpangan hati, Menanti apa yang akan terjadi, Dengan rasa yang penuh arti

Jangan lengah memegang janji, Karena itulah ujian kualitas diri, Meskipun lupa itu manusiawi, Tapi tidak sesering meremas jemari

Cobalah catat apa yang akan terjadi, Lalu lakukan apa yang ditulis tadi, Meskipun sudah tidak utuh lagi, Hanya waktu yang terpaksa menjadi saksi

Sabar dengan berdetaknya hari, Punguti petuah yang bertabur sepi, Jalinlah menjadi perisai diri, Agar tegar dalam meniti suksesi

Disini merenung sendiri, Sambil membayangkan yang akan terjadi, Meski hanya status penonton sejati, Jadikan suasana segar membumi

Malam masih menjelang sunyi, Detak jantung konsisten teratur berlari, Menyusuri cerita lama yang berseri, Meskipun mungkin tidak terulang lagi.

Gajahenam, 230717 (Akw)

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

4 thoughts on “Berkelindan Sunyi ”

  1. terbayang masa yg silam, yg penuh kenangan..
    bagaikan terbangun dari mimpi indah yg penuh mystery.., wahai sang waktu,.. kembalikan aku meniti takdirku.. hhh.. (menghela nafas).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s