Menuju Al Muttaqien

Ciri dan cara menuju derajat taqwa, hasil ngikutin ceramah shubuh tadi pagi 310717

Bismillahirrohmannirrohim. 

Photo : Dokumen pribadi

Shalat Shubuh berjamaah mendengarkan alunan merdu sang Imam membaca ayat AlQur’an terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan. Maafkan penulis yang belum hafidz qur’an, jadi taunya Imam membaca Surat Alfatihah dan ayat suci Alquran untuk bacaan seterusnya. 

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh berakhir, bapak Kadis SDA selaku (giliran) sohibulbait mengantar ceramah shubuh ini dengan penceramah dan sekaligus imam sholat tadi yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.

Photo : Dokumen pribadi
Tema pengajian kali ini adalah nama mesjid kebanggaan pegawai pemprov Jabar yaitu mesjid AlMuttaqien dan yang lebih penting lagi adalah semoga seluruh hadirin dan hadirot yang hadir adalah muttaqin. *kata penceramah lho.

Dan suara, “Amminnnn” pun bergema di shubuh pagi ini.

Apa itu Almuttaqien ?…. 

Amuttaqien adalah orang-orang yang memiliki derajat taqwa. Dimana disebutkan dalam Alqur’an bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bertaqwa.

Ukuran kemuliaan seseorang bukan diukur oleh kekayaan, jabatan, kedudukan dan kepintaran tetapi ukuran kemuliaan adalah dari ketaqwaan dan sebagai petunjuknya, Allah sudah menjelaskan dalam Quran Surat Albaqarah ayat 2. Bahwa Alquran adalah petunjuk untuk mencapai taqwa.

Dilengkapi dalam Quran Surat Alhujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Photo : dokumen pribadi

Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa?

Pertama, jangan terkecoh dengan orang yang memakai baju tanpa kerah, itu mah baju taqwa 🙂 (senyum dulu atuh).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Iman yang mantap.

2. Ibadah yang berkualitas

3. Mengingat dosa dan senantiasa bertaubat.

4. Memiliki kesalehan sosial

Pertama, kita semua bersyukur karena islam sudah melekat sejak lahir dari rahim ibunda, itu adalah hidayah karena yang Maha memberi hidayah adalah Allah SWT. Sebagai ilustrasi di McGill University yang beralamat di 3486 McTavish street, Montreal, Quebec Kanada terdapat study islam yang terkenal dimana tokoh-tokoh islam Indonesiapun banyak jebolan dari unversitas tersebut. Mahasiswanya umat islam, yang dibahasnya tentang keislaman tetapi para pengajarnya yang sudah menyandang profesor mayoritas bukan islam, padahal kesehariannya mempelajari, mendalami termasuk praktik langsung di negara islam tetapi tidak beragama islam karena belum mendapat hidayah-Nya.

Kedua, untuk ibadah yang berkualitas maka memiliki arti bahwa ibadah kita plus plus. Contoh klo rajin shalat 5 waktu yang 17 rokaat… itu mah biasa, nilainya C, ya syarat lulus aja itu mah. Tetapi untuk mencapai taqwa harus tambah jadi 30 rakaat sehari dengan qiyamul lail, witir serta sholat sunah lainnya. Zakat tidak hanya 2,5% tetapi itu angka minimal, begitupun dengan ibadah-ibadah lainnya.

Ketiga, selalu mengingat dosa dan selalu bertaubat serta tidak mengulangi kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat.

Keempat, memiliki kesalehan sosial. Ini yang menarik karena ternyata untuk mencapai derajat taqwa tidaj cukup hanya beribadah kepada Allah semata tetapi juga bagaimana kualitas hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk interaksi yang bervariasi sebagaimana dijelaskan dalam Quran Surat Ali Imron 133-135 yakni :

a. Orang yang ber infak/ berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit.

b. Orang yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya.

c. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam.

d. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan, serta

e. Orang yang jika berbuat keji/dholim kepada orang lain atau diri sendiri segera mohon ampun, dan tidak melanjutkan perbuatannya.

Photo : Dokumen pribadi

Sebagai kalimat penutup, agar lebih mudah dalam menjalani semua petunjuk menuju derajat ketaqwaan, 

Rasulullah menyebutkan agar umatnya untuk menjadi pribadi yang IHSAN dengan dua ciri utama yaitu :
1. Sembahlah olehmu Allah SWT seolah-olah melihat Allah SWT.

2. Kalau tdk bisa melihat Allah SWT, kita harus yakin Allah SWT selalu melihat kita.

Wallahualam bisshowab.

Gitu dech hasil penangkapan panca indera ini yang merupakan salah satu hal yang harus senantiasa di syukuri. Wassalam. (Akw)

Membelah pagi

Coretan singkat rutinitas senin pagi membelah jalan melewati Paspati

Photo : Dokumen pribadi

Membelah paspati dini hari yang sepi menjadi rutinitas alami di senin pagi. Memacu kendaraan serasa di jalan tol, meskipun pasti tetap harus siaga karena bisa saja ada penyebrang tiba-tiba yang mengakibatkan musibah tak terduga, Audzubillahimindzalik. Cuma tak berani memotret sambil menyetir karena itu berbahayyya sodara-sodara…

Sebelum sampai di Paspati, Perempatan jalan pasteur setelah keluar tol pun masih sangat lengang, 1-2 kendaraan yang melintas dengan malas. Lampu pengatur lalu lintas belum menyala, dilihat jam digital di dashboard jam 04.01 wib, “Pantesan masih dini hari.

Beberapa kendaraan plat merah terlihat bergerak di jalan, dan yakin tujuannya sama. Yaitu area gedung sate, gedung bersejarah yang sekaligus sebagai pusat pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Photo : Dokumen pribadi

Tak perlu berlama-lama, rush hitam sudah turun dari fly over Paspati menuju lapang Gasibu, belok kanan dan belok kanan lagi, gedung sate yang warna warni menyambut diri, ‘NgabagĂ©akeun.’ Warna warni lampu LED yang terpasang sempurna di Gedung Sate menambah semarak dini hari ini. Perlahan memasuki area parkir yang ternyata masih lengang. Parkir di posisi strategis, itu yang dekat pintu masuk dan mesin absensi digital yang pake pengenalan wajah. Setelah absensi berjalan mulus, segera menghambur ke halaman dan mengabadikan gedung sate yang ‘buricak burinong” (terang semarak berwarna warni).

Photo : Dokumen pribadi

Puas memandangi gedung sate yang berwarna warni, segera menuju tujuan utama yaitu Mesjid AlMuttaqien, mesjid yang indah dan megah di lingkungan Gedung Sate. Dengan tiang -tiang putih menjulang dan nuansa coklat keemasan menambah syahdu suasana kebersamaan dalam balutan rasa tawadhu hamba kepada Allah Subhanahu Wataala.

Photo : Dokumen pribadi

Sebelum berwudhu, mengisi absensi juga penting karena secara administrasi kudu terdata, itu untuk catatan manusianya. Untuk catatan Allah mah jangan khawatir, langsung otomatis tercatat dengan syarat hadir pengajiannya ikhlas bukan karena absensi he he he.

Photo : Dokumen pribadi

Brserak sandal berpadu kebersamaan, semua sepakat untyk bersama-sama beribadah di Mesjid ini, meskipun ada yang terburu-buru yang penting bisa datang sesuai waktunya.

Raga dan jiwa dibasuh air wudhu yang dingin menyegarkan, bersiap mengikuti shalat shubuh berjamaah dan mendengarkan ceramah pengajian pagi yang senantiasa di nanti di senin pagi.

Bismillahirrohmannirrohim.

Suara syahdu bapak K.H  Miftah Faridh selaku Imam sholat shubuh pagi ini begitu menggetarkan hati, mendengarkan alunan kalam suci Illahi dilanjutkan dengan ceramah yang bertema Almuttaqien, (orang-orang yang bertaqwa), sesuai dengan nama mesjid ini.

Ceramahnya ntar ditulis selanjutnya, sabar yaa….  (Akw)

Sanitasi bersemi di Malabar

Corat coret tentang sosialisasi Pokja Sanitasi Provinsi Jawa Barat.

Photo : Dokumentasi Pribadi

Pagi sedikit beranjak siang, bergulir waktu tak pernah sedetikpun terdiam. Hadirinpun sudah bersiap untuk memulai perhelatan yang diberi judul sosialisasi Kep.Gubernur Jabar Nomor 660/Kep.576-SPIBUMD/2017 tentang Kelompok Kerja Sanitasi Daerah Provinsi Jawa Barat bertempat di Ruang Malabar, Basement Gedung Sate.

Meskipun para punggawa Sanitasi yang tergabung dalam Tim Sapatu41 tidak bisa hadir secara lengkap, tetapi komunikasi tetap terjaga berkat kemajuan teknologi. Khususnya WA grup sanitasi Jabar yang selalu on minimal untuk say hellow dan sisanya berbagi info tentang seabreg aktivitas lintas OPD yang mengusung semangat sanitasi.

Jika merujuk ke pemerintah pusat yang menjadi jargon adalah PRogram PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman), untuk di Jawa barat memiliki keunikan dan originalitas karena sudah memiliki roadmap yang jelas dan terukur yang disebut RAM-IP poin16 yaitu ‘Sanitasi Lingkungan Kabupaten/Kota’, itu tercantum dalam SK Gubernur Jawa barat Nomor 500/Kep.66-Org/2014. 

RAM-IP itu singkatan dari Rencana Aksi Multi Pihak Implementasi Pekerjaan yang memuat 37 Program dan kegiatan unggulan Provinsi Jawa Barat. Jadi sebuah payung hukum yang memberi ruang untuk bekerja lintas dinas nyebrang OPD untuk mensukseskan banyak hal wabil khusus tentang sanitasi.

Pembagian bidang mencakup 5 aspek yaitu Perencanaan; Pendanaan; Teknis; Kesehatan, Komunikasi & pemberdayaan masyarakat; Monitoring Evaluasi dan Sekretariat.

Jika di tahun-tahun sebelumnya yang menggawangi itu adalah Bappeda-DisPerkim-Dinkes-DisLH-BiroSPIBUMD + Satker dan Konsultan. Dengan Kepgub terbaru ini pelibatan OPD semakin marak dan menggairahkan dengan bergabungnya Diskominfo, DisPemberdayaanMasyDesa, DisSDA, DisDik, BPKAD dan saudara kandung beda ibu lain bapak yaitu Biro Produksi & Industri.

Diskominfo akan menjadi pintu pembuka untuk akselerasi informasi tentang sanitasi melalui website resmi jabarprov.go.id ataupun menjadi materi dalam agenda jukrak (pertunjukan rakyat).

DisPemberdayaanMasyDesa dengan fungsi koordinasi dan pembinaan 5.320 Desa di seluruh Jabar khususnya urusan Pasyandu, Pamsimas hingga para kader yang menjadi saniter. Meskipun kewenangan provinsi terbatas karena sekat otonomi daerah, tetapi hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk bagaimana tetap bisa mensosialisasikan dan memberi pemahaman tentang pentingnya sanitasi ini.

Dinas Pendidikan jelas menjadi wajib untuk mengusung program sanitasi ini karena generasi penerus tingkat pelajar ada disini. Maka sangat perlu doktrin sanitasi ini melekat di benak menempel di sanubari siswa siswi para pelajar yang akan mewarnai nasib negara indonesia di masa yang akan datang.

Dinas Sumber daya air adalah dukungan untuk penyediaan air baku yang menjadi faktor penting dalam bersanitasi. Ditambah peran BPKAD yang diharapkan selain muara dalam mekanisme penganggaran juga sebagai pengatur pengelolaan keuangan khususnya program sanitasi yang mayoritas melalui pola Bankeu ke Kabupaten/kota.

Photo : FB pa Lucky

Diskusi terus berlanjut dan pendamping setia yakni pak Takdir, Bu Vivi dan bu Ajeng memberi semangat untuk terus membahas tentang pokja sanitasi ini. Sementara smartphone disimpan dulu karena di FB begitu beraneka indahnya photo tentang keindahan Ciletuh geopark yang dijelajahi pa Kombes Lucky hari ini. Terus bu Eva sedang cuti dan ibu Kombes dari dinkes dan Bappedapun terbentur agenda yang lebih prioritas. Termasuk bapa Kasatker pencetus ide ‘-sapatu41-‘ yang belum direalisasikan wae.

Photo : Dokumen Pribadi

Sebuah kenangan acara Kick off meeting bulan April  2017 menjadi penghibur kehampaan ini sehingga tetap bisa tersenyum meskipun kangen membuncah. 

Serta mantera Pokja Sanitasi Jabarpun berkumandang yaitu :

Penganggaran TERDISTRIBUSI

Informasi TERINTEGRASI

Tata Kerja SINERGIS

Sasaran OPTIMIS REALISTIS
Hatur nuhun (Akw).

FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)

Beuteung Kuuleun

(Fikmin) fiksimini sunda dumasar kana hal nyata tapi diropéa janten fiksi nu merenah, ceunah.

Photo : Dokumentasi pribados

Diuk nyanghareupan mĂ©ja buleud di hotĂ©l agrĂ©ng, asa jadi gegedĂ©n. NgadĂ©ngĂ©keun nu piligenti biantara bari teu ngarti naon nu diomongkeunna. Ma’lum teu gugur teu angin kudu diuk dina korsi jatah pangersa. Da uing mah ka batawi sotĂ©h ukur nyupiran dunungan. Ari pĂ©k dina waktuna, dunungan nyingcet, uing dipelak ngaganti manĂ©hna.
Teu loba nyarita kénca katuhu, ukur imut jeung sasalaman wè da bisi kapanggih rusiahna.

Kakara ngiluan acara kieu. PanghĂ©lokna mah acara panungtung nyaĂ©ta waktuna dahar. Meuni ripuh pisan, da dina mĂ©ja pabalatak sĂ©ndok, garpuh jeung pĂ©so aya sababaraha pasang. Asa mubajir, padahal mah makĂ© leungeun wĂ©. Dahar tĂ©h aya 3 sĂ©si, bubuka (appetizer), utama (main course) jeung panutup (desert). Nu nganteuran dahareun ngabring unggal sĂ©si. Dahareun nu teu warawuh, lĂ©tah bingung beuteung ngaheneng. Tapi da lebar, dihabek wĂ© sakabĂ©hna. 

Alhamdulillah béak korédas, ngan hanjakal 1 jam ti harita, ongkék jeung muncrut di wésé hotél. Kaluar kabéh teu nyésa saeutik ogé. (Akw)

Berkelindan Sunyi 

(Puisi) berbagi rasa berkabut sepi.

​Photo : Dokumentasi pribadi

Malam menjelang sunyi, Jengkerikpun diam mematri, Desau daun hanya berani berbisik sesekali, Sementara kamu tetap mengumbar senyum misteri

Perjalananpun sementara terhenti, Terdiam di persimpangan hati, Menanti apa yang akan terjadi, Dengan rasa yang penuh arti

Jangan lengah memegang janji, Karena itulah ujian kualitas diri, Meskipun lupa itu manusiawi, Tapi tidak sesering meremas jemari

Cobalah catat apa yang akan terjadi, Lalu lakukan apa yang ditulis tadi, Meskipun sudah tidak utuh lagi, Hanya waktu yang terpaksa menjadi saksi

Sabar dengan berdetaknya hari, Punguti petuah yang bertabur sepi, Jalinlah menjadi perisai diri, Agar tegar dalam meniti suksesi

Disini merenung sendiri, Sambil membayangkan yang akan terjadi, Meski hanya status penonton sejati, Jadikan suasana segar membumi

Malam masih menjelang sunyi, Detak jantung konsisten teratur berlari, Menyusuri cerita lama yang berseri, Meskipun mungkin tidak terulang lagi.

Gajahenam, 230717 (Akw)

Enggan

(Puisi) hanya enggan yang membelit asa bersahabat dengan prasangka

Photo : Dokumentasi Pribadi

Kepak sayap menggoyah takdir, Muncratkan riak benamkan air,           Sunyi menyita asa penyair,                     Yang hanya mampu sesaat mampir.

Seruling senja semburkan doa,         Berpadu padan dibelah rasa,             Tangguh & rapuh hanya berbatas kata, Tanpa kepastian berbalut hampa

Berujar mengantar uraian makna,  Bersikap lapang meski bukan harapannya,                                                 Tapi tindak harus terlihat nyata,         Dibalik kabut tebal penguasa

Biru langit tinggal kiasan belaka, Menghijau hutan hanya cerita lama, Gambar pemandangan adalah jagoannya, Semua sepakat sawah harus tetap ada

Anak gembala masih ceria,             Meskipun kerbau telah beralih rupa,  Tidak lagi bau dan sering sendawa,  Karena sekarang hanya ada di genggaman mata

Terkadang kenyataan berpihak  ke masa lalu, Membuat yang terlibat terbelit malu, Meskipun tak sedikit yang jadi mau, Padahal ancaman berujung pilu

Santun tergantikan arogansi,                   Rasa sabar tinggal basa-basi,                     Pijit smartphone semua beraksi,          Tetapi bukan untuk berdemonstrasi

Kepak sayap menjauh sunyi,       Menunduk malu menatap bumi,               Ini bukan lagi masalah janji,                    Tapi tepatnya pertaruhan harga diri

Gajahenam230717 (Akw)