Duit ketelen mesin CDM

Sekelumit curhat disaat duit yg disetor ketelen mesin CDM sodaranya mesin ATM.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Libur lebaran masih tersisa 3 hari lagi, arus balik mulai terasa berdenyut. Jalur langganan macet udh pasti stuck dan perjalanan terhambat. Jalur nagreg-gentong total macet setiap hari. Tol cipali arah jakarta sejak hari kamis (29/06) sudah padat dan berimbas kemacetan di beberapa titik yaitu di sebelum masuk rest area dan pas masuk tol cikampek (… ini reportase pribadi, soalnya ngerasain macet hari kemarin, kuningan-cimahi musti 7,5 jam :)).
Udah ah cerita macet nggak ada selesainya. Moo cerita hari ini, dapet tugas buat setorin duit. Meskipun libur khan sekarang ada CDM (Cash Deposit Machine). Itu temennya ATM, klo ATM buat ngambil duit, klo CDM bisa setor duit dan udah banyak bank-bank nyediain fasilitas ini meskipun areanya masih di kota besar khususnya di lokasi kantor-kantor cabang.

Kejadiannya ya sesuai judul, duitnya masuk mesin CDM tapi bukti transaksinya “transaksi dibatalkan”.. setor 2jt, keluar lagi 1jt nah yang 1jt ngilang masuk mesin dech… panik pasti terasa, tapi ngadepin kejadian nggak terduga musti tenang. 

Nah tips untuk setor di CDM dan terhindar dari ketertelanan atau memang udah ketelen inget-inget nich :

0. Sebelum beraktifitas menyetorkan duit jangan lupa berdoa dulu dan jangan terburu-buru, kalaupun ada antrian ya tetap kita konsentrasi.

1. Sebelum memasukan duit, periksa perlembar tidak boleh robek, terlipat, kusut, terhekter, terselotif.. pokoknya wajib mulus sebab kita urusan sama mesin yang nggak punya perasaan.

2. So pasti kita punya kartu ATM bank tersebut, langkah2 setornya mirip sama ambil duit di ATM. Masukan PIN, ntar pilih menu setor tunai, masukin duit yg udah dicek, ntar mesinnya ngitung, udah ada jml nominal klik yes, beres dech. Jangan lupa tanda bukti diambil buat bahan laporan ke istri, khan yg disetorin duit istri hehehe.

3. Pas kejadian ketelen, yg paling penting jangan panik. Tenang dulu. Tarik nafas sejenak dan konsentrasi. Trus inget2 itu duit apa dan siapa, klo duit hasil nemu sih ikhlasin aja, tapi klo duit sisa THR apalagi titipan istri atau malah punya orang, ya mesti diperjuangkan untuk kembali.


4. Pegang tanda bukti setoran ataupun struk pembatalan yang keluar dari ATM/CDM karena dibutuhkan pas laporan ke customer Center.

5. Photo mesin CDM yang nelen duit kita, selain buat kenang-kenangan ada kode mesin CDM yang dibutuhkan pas pelaporan.

6. Cari petugas satpam bank tersebut, karena posisi mesin CDM ini melekat di kantor cabang maka so pasti ada satpam yang bertugas. Klo udah ketemu lapor dulu dan minta kertas sama pinjem balpoin.

7. Telepon Customer Centernya. BCA 1500888 Bank Mandiri 14000 , BTN 1500286 dan sebagainya (googling aja yach untuk customer center bank lainnya. Sampaikan laporan peristiwa penelanan. Maka kita diminta nyebutin nomor kartu ATM dan biodata kita, insyaaloh hafal kok.  Setelah itu baru dicocokkan  tanggal kejadian dan mesin CDMnya (tercetak di struk pembatalan transaksi), termasuk sampaikan nominal duit yang ditelannya.

8. Setelah jelas laporan diterima, kita diberi tahu nomor laporan kita, biasanya 10 angka, itu yg perlu kita catat dg pulpen pinjaman. Untuk pengecekan proses pengembalian uang yg ditelan tadi. Proses pengembalian paling cepet 3 hari, jadi musti sabar.

Itu aja dulu cerita hari ini. Semoga nggak kejadian sama temen-temen. Apalagi klo pas mudik di luar kota, eh tapi klo mudik khan jarang yang setor duit di CDM tapi nguras ATM buat bagi2 rejeki di kampung… Ciaooo.
Wassalam.

@andriekw Cisarua300617

Baju Lebaran

Fikmin lebaran


Sabot leumpang mapay gang, rék ngajugjug ka tukang baso. Kaciri aya nu keur ngarit, reg eureun. Asa wawuh baju batik nu dipakena. “Punten ngiring ngalangkung”

“Mangga cep”, nu keur ngarit rada cengkat. “Geuning ki haji Sobri, meuni ngersakeun dintenan lebaran tos ngarit”, Uing inget da tadi nu jadi pangatur laku pas acara sholat ied téh anjeuna. 

“Lebaran mah keur  manusa jang, da embé di kandang mah angger waé kudu diparaban”, Ki Haji némbalan.

Uing unggut-unggutan, can gé engap baham rék disada. Ki Haji jiga nu surti, “Tuluy bisi ujang panasaran kunaon ngarit mamaké batik nu tadi dipaké solat iéd, sabab baju mah rarangkén, kumaha urangna. Da teu hina dipaké ngarit ogé. Sanajan meureun teu ilahar, nu penting mah lain dipake laku lampah nu ngalanggar papagon agama.

“Muhun atuh dikantun ki”, uing ngaléos. 

Bari ngarampa baju lebaran nu dipake, haté ngagerentes, “Baju uing pangmahalna ngan hanjakal meunang maok ti tatangga.”

Belajar dari Kehilangan

Mencoba belajar dari sebuah proses kehidupan yang terjadi dalam kefanaan.

Sebuah kata yang begitu akrab dengan jalinan kehidupan, sering hadir dalam beraneka sesi perjalanan dalam kefanaan. Ya… karena sesuai kodrat kehidupan bahwa semua ada pasangannya, siang dan malam, atas dan bawah, senang dan susah, juga menemukan atau mendapatkan dan pasangannya adalah kehilangan.

Kehilangan asal kata dari hilang, kita semua pasti bersepakat bahwa hilang itu berarti sudah tidak ada lagi di rengkuhan kita, sudah tidak tahu ada dimana, juga secara phisik tidak terlihat oleh indera mata, telah jauh dari indera penciuman kita dan tentunya tak ada sayup tinggal senyap yang menghampiri indera pendengaran kita, lalu hanya memori yang merekamnya dalam relung kenangan yang begitu dalam.

Tingkatan kehilangan sangat variatif, dari mulai level kehilangan biasa, lebih kehilangan dan sangat sangat kehilangan. Ini tergantung dari dua faktor penting yaitu :

a. Seberapa besar pengorbanan yang dilakukan demi mendapatkannya.

b. Seberapa berharga keberadaannya

Jenis yang hilang itu bisa phisik juga non phisik, jika bicara benda maka kecenderungannya adalah kehilangan phisik dan sedikit psikis. Contoh barang yang pernah diberikan oleh seseorang dan terasa berharga. Disaat hilang maka 2 rasa tadi mendera, apalagi jika hubungan personal tidak ada masalah, tentu sulit untuk melupakan benda tersebut.

Jika yang hilang adalah mahluk hidup seperti binatang kesayangan, maka rasa kehilangan mungkin bisa tergantikan dengan membeli binatang yang baru, meskipun tidak mirip 100% tapi minimal dapat menggantikan dan mengisi ceruk kehilangan yang pernah terasa begitu mendera.

Yang lebih rumit adalah yang telah hilang itu adalah manusia, apalagi pasangan hidup yang telah berjuang bersama merajut rumah tangga hingga berpuluh tahun. Maka kehilangan atau kepergiannya dari sisi kehidupan kita, bukan hanya kehilangan phisik semata tetapi kehilangan psikis yabg terenggut terasa begitu berat dan menyesakkan dada. Ditambah lagi kepergian yang begitu tiba-tiba tentu semakin memperdalam palung kesedihan di samudera hati yang terdalam. 

Padahal kepergian seseorang dalam bentuk kematian adalah kepastian yang akan terjadi pada semua orang. Hanya satu sama lain tidak ada yang tahu kapan akan berpulang, kembali ke haribaan Allah Subhana Wataala.

Tahapan kehilangan itupun bermacam-macam, dimulai dari :

a. Tidak percaya

Dalam tahap ini jika benda maka akan terus dianggap ada dan diyakini dengan berbagai cara, tetapi jika manusia meskipun kita ikut melakukan prosesi pemakamannya tetapi seolah masih ada didekat kita, menemani dan serasa ada di sekitar kita apalagi jika melihat photo, video rekaman ataupun berbagai benda yang pernah menjadi saksi kebersamaan sewaktu masih hidupnya.

b. Mencari

Maka aktifitas yang dilakukan adalah mencari dan mencari serta terus berusaha mengembalikan keadaan harus seperti semula.

c. Kecewa

Ternyata akhirnya tidak bisa ditemukan dan kenyataan bahwa seseorang yang meninggal tidak akan kembali maka rasa kecewa dan marahlah yang membuncah hingga berujung pada kesedihan yang berlarut. Kecewa dan marah terhadap kenyataan & bersedih yang berlebihan, termasuk bisa saja terjebak untuk berburuk sangka kepada Allah Swt yang memberikan nasib memilukan ini.  Tahapan ini sangat perlu keseimbang jiwa dan kekokohan iman, karena bisa berakibat fatal. Psikis yang tidak stabil bisa mengakibatkan phisikpun terganggu. Bisa saja berakibat kejiwaan atau minimal sakit-sakitan karena tidak siap menerima kenyataan.

d. Pasrah  & menerima

Tahap akhir adalah pasrah dan berserah diri, meyakini bahwa kehilangan itu terjadi karena kita menemukan atau memilikinya. Jika tidak ingin hilang atau kehilangan, hindari memiliki benda ataupun bertemu dengan seseorang yang begitu berharga bagi kita.

Tapi tidak mungkin karena itu proses kodratiyah dan merupakan jalinan takdir bagi masing-masing individu. Cara terbaik adalah pertebal keimanan sehingga memberi motivasi untuk menggerakan nurani dan raga ini agar secara kaffah (komprehensif) berserah diri serta senantiasa percaya bahwa kejadian di dunia ini bukan random semata, tetapi merupakan gerakan dan gelimbsng ritmis yang telah diskenario oleh Allah Sang Maha Pencipta.

Jikapun ternyata untuk seseorang yang telah pergi dari sisi kita, telah lulus berjuang hidup di dunia fana. Cara terbaik disaat rindu dan ingin jumpa tak bisa tertahan lagi. Segera tundukan raga rapatkan nurani, bermunajat kepada Alkah yang maha sempurna, hamburkan untaian doa agar menjadi penyambung rasa penguat bekal bagi yang telah kekal di alam akherat.

Mari jalani tahapan kehidupan fana ini dengan berpedoman pada tuntunan agama sehingga disaat terjadi peristiwa tidak terduga seperti kehilangan barang ataupun terpisahkan oleh kematian, harus diyakini itu adalah skenario yang terbaik menurut Allah Swt. 

Wallahualam bisshhowab

@andriekw Cimohay23.23.190617

Ber-Levitasi di Pulau Belitung

Akhirnya sebuah cerita tentang kami, grup dadakan yang senang loncat-loncat meski usia sudah tidak muda tuk wujudkan photo-photo levitasi kami

Demi mewujudkan mimpi bersama untuk dapat menghasilkan photo levitasi terbaik kami, maka disaat yang memungkinkan di sela pekerjaan yang bejibun, kami berusaha membuat photo levitasi terbaik versi kami.

Agar hasil photo levitasi kami tidak terlalu mengecewakan maka lokasi pemotretan harus yang kereen. Meskipun kami kurang berhasil atau tidak berhasil melayang… yaa minimal jump shot di dapat atau paling minimal lokasi dan pemandangan yang ada tidak kalah ciamik.

Baca juga : 

  • Mimpi & persiapan betLevitasi

Maka…… eksotisme Pulau Belitung menjadi pilihan kami yang kebetulan mendapat kesempatan berkunjung ke sini dalam rangka menunaikan pekerjaan. Suatu kebetulan atau keberuntungan?… yang pasti harus disyukuri dan ditafakuri.

Perkenalkan anggota levitasi kami yaitu :
1. Mr P

Anggota kami yang pertama mr P, orangnya humoris dan pantang menyerah, kuat mental diketawain banyak orang tapi tetap cool. Wajah sumringah dan ceria. Berlokasi di pantai putih Pulau Lengkuas Belitung, loncatannya begitu membahagiakan kami.

Akhirnya nyerah setelah 25x loncat, “Nanti dicoba besok setelah tenaganya pulih kembali”, ujar Mr P sambil telentang ngos ngosan di pantai.

Dan…. ternyata kata-katanya menjadi kenyataan. Dengan background replika SD muhammadiyah Gantongnya Andrea Hirata, mr P berhasil loncat dan menghasilkan jump shot ciamik di dekat bendera. Hebaat!!!!

2. Mrs L

Dia anggota baru tetapi cepat belajar, mungkin juga karena tubuhnya ringan sehingga berhasil meloncat meski belum sepenuhnya melayang.
Good job mis!!

3. Mr K

Ini anggota lama dan sudah sehati dengan penulis sehingga cukup lompat sekali sudah berhasil melepas pijakan di pantai.

Tapi ternyata susah juga, semua butuh pengorbanan no pain no gain ceunah dan akhirnya berhasil melayang di atas pasir pantai Lengkuas Belitung.

Selanjutnya posisi hormat bendera berhasil didapatkan di halaman SDnya Laskar Pelangi meski belum sempurna berlevitasi yaa… minimal sudah mendekati.

4. Mr L

Ini sih jump shot, tapi lumayan untuk pemula. Dan ekspresinya sangat cocok seperti yang di kejar monster laut… tulung.. tulung.

5. Mr A

Sebut saja begitu, penulispun harus berpeluh dulu sebelum dapat gerakan loncat yang membanggakan.
Jump shot di pasir putih Pantai Lengkuas Belitung.

(Hampir) levitasi di SDnya Laskar Pelangi, tapi kok jadi bantet yaa?….

Lokasi di Kecamatan Gantong Belitung Timur.
Itulah cerita tim levitasi kami yang bernama PLLAK team, gabungan dari nana-nama depan kami.
Salam melayang

Salam jumpshot

Salam Levitasi
Ciaooo….

@andriekw 

Belitong15160617

Mimpi bikin photo Levitasi

Tulisan iseng demi sebuah mimpi menghasilkan photo levitasi

Niatnya ngikutin grup photograpy yang membuat photo melayang, melawan gravitasi. Grupnya disebut aliran levitasi. Untuk mewujudkan hal tersebut ternyata banyak faktor penentu. Diantaranya :

1. Niat.

Niat ini adalah faktor strategis utama karena bisa mendongkrak keinginan serta memberi motivasi lebih kepada siapapun yang ingin menghasilkan gambar photo levitasi terbaik. 

2. Daya tahan phisik.

Daya tahan phisik menjadi hal yang diperhitungkan karena proses pengambilan gambar harus didukung kemampuan loncat – loncat dan loncaaat yang mumpuni.

3. Tidak pemalu

Nah perilaku pemberani menjadi penting, apalagi pas lincat-libcat depan orang banyak. Klo anak kecil sih dimaklum atau Abege. Klo orang tua mah ntar disangka masa kecil tidak bahagia. Tapi demi hasil yang endeees blegedes mantaab, rasa malu ditekan dan loncaaat.. jepret.

4. Sarapan 

Faktor penting adalah isi perut dengan sesuatu, minumal segelas teh hangat atau kopi hitam tanpa gula. Jangan terjebak sarapan itu nasi dan kawan-kawannya lho guys. Bisa juga cuman setetes madu ditambah 2 sendok Virgin Coconut Oil. Ciaooo…

5. Pakaian

Harus diingat bahwa pakaianpun harus yang berbahan kuat. Khawatir pas melompat dengan gerakan tiba2 langsung robek, apalagi depan orang banyak. Bisa jadi bahan tertawaan dan memori kelam seumur hidup.

6. Kamera

Peralatan yang ideal adalah Kamera LSR atau D-LSR tapi asumsi itu bisa salah, karena dengan kamera smarphonepun bisa hasilkan photo levitasi yang bagus. Tinggal menghafalkan shutter lag nya dan pencahayaan yang pas, jadi deh.

7. Jempol sensitif.

Jadi sang ibu jari wajib banyak berlatih untuk memencet shotter atau layar Hape tepat waktu, karena urusannya detik demi detik.

Catatan terakhir adalah jangan terjebak dengan jump shot alias photo loncat. Levitasi itu loncat dengan seni, yaitu ekspresi datar, pakaian tidak tersingkap tetapi mengambang diatas bumi.

Udah ah segitu dulu.

@andriekw Cimohay_170617

Berburu Sunset di Pantai Tanjung Tinggi Pulau Belitung

Reportase sederhana berburu sunset di Pantai Tanjung Tinggi Pulau Belitung

Sore menjelang disaat raga menjejak area pantai tebing tinggi. Suasana relatif sepi dengan cuaca yang begitu bersahabat, sejuk dan sendu. Satu conter pengrajin

 batu satam menyambut kedatangan kami, menawarkan sensasi dongeng bahwa batu satam berwarna hitam itu adalah meteor yang pernah mendarat di bumi belitung. Wallahualam bisshowab.

Deretan batu granit menjulang menutupi hamparan keindahan. Menyambut dingin dan sunyi tetapi sungguh menarik hati. Disinilah sejarah  novel Andrea Hirata bermula. Kaki terus menjejak dengan cepat karena khawatir terlambat untuk menangkap detik penting rutinitas alam yang harus di abadikan.

Setelah meliuk dan menyelinap di sela-sela bebatuan. Kami seakan tertelan batu – batu raksasa yang siaga beratus tahun mula. Semua wajah ternganga melihat sajian sunset yang begitu menggugah asa. Warna kuning keemasan sang mentari menggapai ramah diangkasa serta terpantul sempurna di air laut yang tenang penuh cinta.

Batu-batu granit besar berkumpul dan membentuk kebersahajaan yang penuh sensasi. Hampir semua terpana dan berebut mengabadikan suasana atau siluet diri di ujung pantai tebing tinggi.

Naluri alami memberi instruksi kepada kaki untuk beranjak keluar dari kerumunan rombongan yang berebut selfi. Belok ke kanan mengikuti petunjuk arah, menjejak sejarah kaki-kaki mungil laskar pelangi yang bergembira mengisi hari. 

Segera menyelinap melewati gundukan batu. Disambut pemandangan air laut yang terjebak oleh bebatuan membentuk sensasi kolam jernih penuh keindahan. Ada seseorang yang sedang juga menikmati pemandangan, tak pelak ikut terabadikan.

Lalu bergerak lagi memanjat sedikit demi sedikit hingga tiba di ujung batu terbesar yang bersentuhan dengan permukaan laut, rasa syukur berkumandang dalam jiwa. Sungguh indah ciptaanMu Yaa Allah, terima kasih sudah memberi kesempatan waktu menikmatinya.

Duduk bersila sambil terus gumamkan dzikir, tak henti untuk memujiMu. Sesaat tersadar untuk segera mengabadikan momen penting ini sebelum rekan rombongan datang dan kembali berebut mengambil gambar. Segera Samsung A5 beraksi mengabadikan suasana yang begitu seksi memanjakan hati. Setelah puas berselfi diri segera memohon dalam doa, agar yang datang pertama adalah yang pintar memotret dengan gadget kekinian.

Jrengg…. doa langsung dikabul. Yang datang mbak tri sang guide ceria. Tanpa basa basi karena saling mengerti fungsi, langsung Samsung A5 beraksi mengabadikan diri bersama mentari yang semakin bersinar abadi.

Setelah selesai tidak lupa berucap terima kasih dan bergegas pergi karena anggota rombongan berduyun datang untuk berebut mengabadikan momen tenggelamnya mentari di pantai Tanjung Tinggi.

Note : Lokasi Pantai Tanjung Tinggi berdekatan dengan Lokasi Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung sekitar 26 km dari pusat kota Belitung Tanjung pandan dengan lama perjalanan 30 menit.
@andriekw 160517

Rumah Keong di Belitong

Sebuah kisah tentang salah satu spot wisata di pulau Belitong

Disaat bus kencang bergerak menuju arah mesjid untuk mengantar kami menunaikan ibadah shalat jumat. Di sebelah kiri terlihat terlihat empat bangunan lucu berwarna krem, setengah lingkaran dan seperti bergaris-garis. Spontan pertanyaanpun berhamburan, “Tadi bangunan apa yach?”.

“Itu rumah keong”, jawab mbak putri, guide setia selama kami beredar di Pulau eksotis ini. Mbak putripun melanjutkan, “Itu tempat wisata baru, ada yang menyebut rumah keong tetapi juga ada yang menyebutnya rumah rotan. Juga disebut dermaga Kirana. Nanti setelah sholat jumat kita menuju ke sana”. Semua mengangguk setuju. Bis akhirnya berbelok memasuki pelataran mesjid dan kami berhampuran menuju tempat wudhu untuk memenuhi syarat sebelum sholat jumat.

Sholat jumat sudah selesai, tidak ada aktifitas makan siang karena ini bulan puasa bulan ramadhan yang merupakan bulan istimewa bagi umat islam. Bus bergerak pasti melahap jalanan yang tidak terlalu ramai, meliuk gesit menuju tempat yang tadi menimbulkan kepenasaran kami. Hanya butuh 9 menit perjalanan, bus hijau berbelok arah kanan dan tiba di halaman luas hamparan tanah keras berwarna coklat. Bus hijau segera bersandar mendekati pepohonan demu mendapat sedikit sentuhan keteduhan.
Ternyata betul rumah keong adalah tempat wisata baru, yang dibangun dipinggir rawa yang sekaligus memiliki fungsi dermaga. Namanya kereen, dermaga Kirana, mengingatkan pada judul lagu Dewa 19. 

Bangunan krem yang berbentuk mirip rumah keong dibangun dengan kobstruksi baja yang dililit oleh rotan. Rasa penasaran meraba rotan yang terjalin nyaris sempurna. Tetapi saat telapak tangan bersentuhan, terasa permukaan rotan terasa halus. Maka rabaan meluas karena rasa penasaran, akhirnya muncul sebuah kesimpulan bahwa ini bahan sintetis berbentuk rotan, mirip bingitt apalagi kalau dari kejauhan.

Setelah berkeliling di dalam rumah keong, kaki menjejak menuju dermaga. Tersaji pemandangan alam yang memanjakan mata, bentangan air bening rawa memanggil untuk sejenak bercengkerama. Beberapa perahu bersandar, siaga untuk mengantarkan pengunjung yang ingin beredar mengelilingi kawasan rawa dengan biaya Rp. 250 Ribu per perahu dengan kapasitas sampai 10 orang. 

Ada juga perahu kecil warna warni yang gunakan tenaga kayuh. Tetapi sementara hanya menjadi penghias warna berbalut ceria. Tapi kalau mau nekat mungkin bisa digunakan hanya saja resiko tanggung sendiri.

Setelah mengabadikan berbagai pemandangan yang begitu memanjakan hati. Akhirnya waktu jua yang membatasi semua kesenangan ini, apalagi jadwal pesawat di bandara tidak mau kompromi untuk menunda. Langkah kakipun perlahan membawa raga meninggalkan area dermaga kirana.

@andriekw 160517