Pacilingan

Di saat kaki bergerak menapak jalan setapak yang menurun serta sedikit becek. Mata harus waspada agar terhidar dari ’tisolèdat’ (terpeleset; b.sunda). Berusaha teliti meniti penuh rasa hati, disaat harus mengikuti sebuah agenda pimpinan melakukan inspeksi pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur.

Kita bahas dalam tulisan lain tentang jembatan darurat ini. Sekarang ada yang lebih menggelitik hati adalah sebuah pemandangan khas desa yang ternyata itu yang sebenarnya ada. Yaitu keberadaan bangunan mungil yang dibuat dengan bambu dan kayu sederhana, berada diatas kolam penduduk berukuran 2 meter persegi dengan atap juga sederhana.

Disitu terdapat air yang dialirkan melalui pipa bambu dan terus mengalir hingga jatuh gemericik ke permukaan kolam menyusun ritme musik alami yang menenangkan hati.

Masyarakat menyebutnya ‘pacilingan’ dan ada juga yang mengistilahkan ‘helikopter’. Nah untuk istilah kedua agak gagal paham. Mungkin mirip heli sedang mendarat?… entahlah.

Yang pasti bangunan itu ada dan fungsional dengan jarak dari rumah variatif. Ada yang cuma 5 meter tetapi ada juga yang harus menyeberang jalan dan menuruni lembah. Digunakan sebagai fungsi jamban mandi cuci kakus (MCK).
Satu sisi terlihat bahwa keberadaan ‘pacilingan’ ini menjadi gaya hidup masyarakat pedesaan, di sisi lain berbenturan dengan konsepsi program sanitasi khususnya perilaku hidup bersih dan sehat yang salah satu syaratnya adalah memiliki jamban untuk MCK di dalam rumah.

Tak mau berdebat dengan ketidakjelasan, segera di ambil gambar saja bangunan di atas kolam itu. Dilihat jadi ciamik berpadu serasi dengan hijau sekitar. Tidak lupa hasil photonya di share kepada para punggawa sanitasi agar bisa berbagi informasi bahwa masih ada kondisi seperti ini juga diskursus kewenangan pemerintah level mana yang harus action dahulu atau secara bersama-sama.

Di saat kebelet pipis, tak ada alasan untuk bertahan. Akhirnya mencoba masuk di salah satu pacilingan, berjongkok sambil agak tegang karena lantai kayu yang licin dan terlihat beberapa pasang mata mujaer mengintai sesuatu yang mungkin akan diluncurkan. Sungguh pengalaman yang mendebarkan.

Lokasi Dusun Pamalayan Desa Cikarang Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Provinsi Jawa barat. 

280317

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s